
Makan malam...
"Maaf sayang telah membuat mu lama menunggu..." ucap stiven dan memeluk bella dari belakang...
Keluarga mahendra yang melihat nya pun sontak kaget, ternyata yang ada di dalam fikirannya selama ini semua salah...
"Enggak papa mas..." ucap bella tersenyum...
"Si...silahkan duduk tuan..." ucap mahendra...
Tanpa menjawab stiven dan bella berjalan ke arah meja makan dan duduk berdampingan...
"Sial ternyata tuan stiven sangat menyayangi bella..." batin lia...
"Harus nya aku yang berada di posisi itu..." batin nia...
"Oh iya pah, ini ada hadia dari bella dan mas stiven..." ucap bella...
"Terimakasi bell, harus nya tidak usah repot-repot..." ucap mahendra...
"Untuk kami itu bukan apa-apa..." ucap stiven dengan nada yang datar...
"Silahkan di makan tuan..." ucap mahendra kikuk..
"Kamu mau apa mas..." ucap bella...
"Aku mau kamu..." ucap stiven...
"Mas serius..." ucap bella...
"Terserah semua yang kamu ambil aku makan..." ucap stiven...
"Ini mas, silahkan di makan..." ucap bella...
"Sayang suapin aku..." ucap stiven manja...
"Mas kan banyak orang..." ucap bella yang merasa aneh dengan tingka suami nya yang tiba-tiba manja...
"Ya sudah aku tak mau makan..." ucap stiven...
Bella pun mengalah dengan tingka suami nya itu yang menurut nya aneh...
"Ya sudah... sini aku suapi..." ucap bella tersenyum
"Terimakasi sayang...." ucap stiven
Sementara itu lia, nia dan mahendra yang melihat kemesraan stiven dan bella mereka tak menyangka nya, mereka kira bella akan di jadikan pembantu oleh stiven ternyata sebaliknya...
Setelah makan malam berakhir, mereka berkumpul di ruang keluarga...
"Pah.. hadia nya bisa papah lihat semoga papah mamah dan nia suka..." ucap bella...
"Papah buka dulu bel..." ucap mahendra...
Mahendra pun membuka paper bag yang berisi hadia dari bella dan stiven, saat membuka nya betapa tercengang nya mereka melihat isi paper bang itu...
"Kamu serius ini untuk kami bell..." ucap mahendra...
"Iya pah ini untuk kalian semua..." ucap bella...
"Tapi ini pasti sangat mahal..." ucap lia...
"Itu bukan apa-apa bagi kami, kami bisa membeli lebih banyak lagi kalau kalian mau dan kalau tidak punya malu..." ucap stiven...
"Ini sudah cukup tuan, terimakasi tuan..." ucap mahendra...
Sementara itu lia dan nia sedang sibuk mencoba perhiasaan yang mereka dapatkan, stiven yang milihat nya tersenyum sinis...
"Cih... dasar manusia rendahan..." batin stiven...
Sebenarnya stiven sudah tau sifat kaluarga nya terhadap bella, ia sudah curiga saat mahendra rela menukar bella dengan hutang nya. stiven hanya pura-pura mentelvon iqbaal agar ia datang secara mendadak dan ingin melihat eksperesi wajah mereka....
__ADS_1
"Bella.. sebaik nya kalian menginap disini..." ucap mahendra...
"Tidak perlu, kami punya misi yang harus di selesai kan malam ini..." ucap stiven...
"Tidak pah..kami akan pulang saja..." ucap bella...
"Baiklah, tidak papa kalau kalian ingin pulang, tapi kamu harus sering main kesini ya..." ucap mahendra tersenyum...
"Iya pah, kami pulang dulu sudah larut..." ucap bella...
"Iya bell.. sering-sering main kesini ya..." ucap lia dan masi sibuk dengan perhiasaanya....
"Iya ka.. aku pasti bakal rindu dengan mu..." ucap nia...
"Cih... sejak kapan kalian bersikap manis begini dengan ku..." batin bella...
"Tentu.. aku pasti akan kesini lagi..." ucap bella...
"Ayo mas..kita pulang..." ucap bella...
"Iya sayang..." ucap stiven memegang tangan bella...
Stiven dan bella pun pergi dari rumah mahendra...
"Pah... mamah gak rela bella bahagia dengan stiven..." ucap lia...
"Iya mah, nia juga gak rela.. seharusnya nia yang ada di posisi bella..." ucap nia...
"Terus kita harus apa, kalian tau kan tuan stiven siapa, salah bergerak kita sikit saja bisa jadi gelandangan kita..." ucap mahendra...
"Tapi pah..." ucap nia...
"Sudahla papa tidak mau berurusan dengan tuan stiven..." ucap mahendra dan pergi meninggalkan lia dan nia...
"Mah nia gak rela bella bisa seperti itu..." ucap nia...
"Tenang nia, kita harus memikirkan rencana yang matang..." ucap lia..
Sementara itu di dalam mobil tampak bella melamun memikirkan sifat keluarga nya yang beruba seketika saat ia membawa stiven datang kerumah nya...
"Enggak mas, bella enggak papa..." ucap bella...
"Mas bella boleh menghidupkan radio..." ucap bella...
"Boleh bell..." ucap stiven...
Bella pun menghidupkan radio dan mencari saluran musik, ia menemukan lagu favorit nya...
#Lirik#
Ternyata
Cinta begitu hebatnya
Bisa merubah benci menjadi cinta
Ternyata
Cinta memang luar biasa
Kau merubah benci menjadi cinta
Mungkinkah kau juga sama rasa
Rasakan yang kurasa
Haruskah kuungkap yang kurasa
Bahwa sesungguhnya 'ku cinta dan 'ku sayang
Oh, malam
__ADS_1
Sampaikan sayangku untuk dia
Ternyata
Cinta begitu hebatnya
Bisa membuat benci menjadi cinta
Ternyata
Cinta memang luar biasa
Kau membuat benciku jadi cinta
Mungkinkah kau juga sama rasa
Rasakan yang kurasa
Haruskah kuungkap yang kurasa
Bahwa sesungguhnya 'ku cinta dan 'ku sayang
Oh, malam
Sampaikan sayangku untuk dia
Mungkinkah kau juga sama rasa…
Ntah mengapa stiven merasa lagu ini mewakili perasaanya terhadap bella...
"Mas... begini terus nya jangan perna berubah.. " ucap bella...
Stiven yang mendengar perkataan bella hanya tersenyum, ia masi bingung perasaanya selama ini dengan bella...
Sesampai nya di rumah mereka langsung masuk manuju kamar untuk beristirahat karena susah sangat lelah...
Setelah bella berganti pakaian bella langung merebahkan tubuh nya di atas kasur, ia sudah sangat mengantuk...
"Bell.. jangan tidur dulu, kamu masi punya hutang sama aku..." ucap stiven...
"Mas bella sudah ngantuk, besok aja ya bayar nya..." ucap bella...
"Sekarang sayang..." ucap stiven...
"Mas mau apa..." ucap bella...
"Apa ya... pertama kamu cium aku..." ucap stiven...
"Cium lagi..." ucap bella...
"Iya disini, disini, disini dan disini..." ucap stiven sambil menunjukan tempat yang di maksud...
Karena sudah sangat mengantuk bella langsung menuruti kemaun stiven ia mencium semua bagian yang di tunjuk stiven...
"Sudahkan..." ucap bella...
"Belum..." ucap stiven...
"Udah ya mas, besok aja bella janji ngikuti semua yang mas mau..." ucap bella...
"Janji..." ucap stiven...
"Iya janji..." ucap bella...
Stiven tersenyum dan memekuk bella, mereka tertidur dengan saling berpelukan...
Terimakasih sudah mampir jangan lupa like comen dan vote ya...
Vote...
Vote...
__ADS_1
Vote...
Tembus 300 like sampai jam 5 author up 3 Episode..