
Setelah malam panjang...
Malam telah berganti pagi tampak dua sejoli yang tenga tertidur setelah melalui malam yang panjang.
"Mah... kenapa kakak ipar belum turun, untuk sarapan..." ucap viona...
"Mereka pasti sangat kelelahan sayang..." ucap indah...
"Mereka pasti telah melewati malam yang panjang... ucap wijaya...
"Sudah-sudah sebaiknya kita sarapan dulu, nanti kalau sudah bangun pasti kakak dan kakak ipar mu akan turun..." ucap indah...
Mereka melanjutkan sarapan pagi, tiba-tiba iqbaal datang menghampiri mereka...
"Pagi tuan..." ucap iqbaal...
"Pagi bal..." ucap indah...
"Pagi asisten iqbaal..." ucap viona...
"Ada apa bal, tumben kamu masuk biasa nya nunggu di depan..." ucap Wijaya...
"Maaf tuan, apakah anda melihat tuan stiven, saya sudah menunggu nya dari tadi tetapi ia tidak kunjung datang..." ucap iqbaal...
"Iqbaal... tuan mu sedang kelelahan dan seperti nya ia tidak berangkat ke kantor hari ini..." ucap indah...
"Maksudnya tuan..." ucap iqbaal...
"Kau lupa rencana kita kemarin..." ucap indah...
"Oh iya tuan saya ingat, wah sepertinya rencana anda berhasil dan selamat tuan, sebentar lagi anda akan memeliki cucu..." ucap iqbaal...
"Asisten iqbaal, sebaik nya kau juga cepat mencari pasangan sebelum umur mu semankin tua..." ucap viona...
"Bal, sebaik nya kau pergi ke kantor sekarang, tangani semua urusan kantor saat stiven sedang tidak ada disana..." ucap wijaya...
"Baik tuan..." ucap iqbaal dan pergi meninggalkan mereka...
Sementara itu di dalam kamar, bella mulai terbangun dari tidur nya...
"Aaauuu..." kenapa tubuh ku terasa sakit semua, terutama di bagian intim ku..." ucap bella...
Kemudian bella membuka selimut yang menyelimuti tubuh nya untuk meriksa semua nya, betapa terkejut bella melihat tubuh nya sudah tidak memakai sehelai benang pun...
"Aaaakkkk..." teriak bella...
Stiven yang mendengar teriakan bella langsung terbangun dari tidur nya...
"Ada apa..." ucap stiven...
"Apa yang tuan lakuan terhadap ku..." ucap bella..
"Kau lupa, atau pura-pura lupa..." ucap stiven...
Bella mengetuk-ngetuk kepala nya, ia berusaha mengingat apa yang terjadi...
"Ya ampun, kenapa aku bisa melupakannya, dan sekarang aku sudah tidak perawan lagi, mah... anak mu sudah tidak gadis lagi..." teriak bella dalam batin nya...
"Apa kamu mengingat nya..." ucap stiven...
"Iya saya ingat tuan..." ucap bella...
"Bagus la kalau kamu mengingat nya, dan ingat juga aku tak memaksa mu, kita melakukan sama-sama mau, jadi jangan salahkan aku apa yang telah terjadi..." ucap stiven...
__ADS_1
"Iya tuan saya akan mengingat nya..." ucap bella...
Bella berniat untuk pergi kekamar mandi saat ia berdiri dan berjalan, langka nya terhenti karena merasakan nyeri di bagain intim nya...
"Aaauuu..." ucap bella...
"Kamu tidak papa..." ucap stiven...
"Tidak tuan, hanya sedikit nyeri..." ucap bella...
Stiven yang milihat bella kesakitan atas ulah nya langsung menggendong nya masuk kedalam kamar mandi...
"Tuan.. apa yang kau lakukan..." ucap bella...
Stiven tidak menjwab pertanyaan bella, ia terus malangka masuk kedalam kamar mandi, Sesampai nya di dalam ia menurun kan tubuh bella secara perlahan...
"Terimakasih tuan..." ucap bella...
Stiven lagi-lagi tidak menjawab ucappan bella, ia terpaku melihat tubuh bella tanpa sehelai benang pun, perlahan stiven mulai mendekati bella, bella yang meyadari stiven mendekati nya mundur secara perlahan dan mentok di tembok kamar mandi...
"Kenapa kamu menjauhi ku..." ucap stiven yang sudah tepat di depan bella...
"Apa yang ingin anda lakukan tuan..." ucap bella...
"Melanjutkan permainan tadi malam..." ucap stiven...
"Ta... tapi tuan..." ucap bella...
"Kenapa bukannya kita sudah sah menjadi suami istri, jadi wajar dong saya menginginkannya..." ucap stiven...
"Ta.. tapi tuan, bukannya kita sudah melakukan tadi malam..." ucap bella...
"Kalau saya mengingatkan nya lagi, apakah kamu menolak ku..." ucap stiven...
"Bagus... tapi sayang nya saya tidak mengingatkan nya dan tidak akan perna, yang kita lakukan tadi malam anggap saja bonus untuk mu..." ucap stiven dan pergi meninggalkan bella...
Bella yang mendengar ucapan stiven ntah mengapa dada nya terasa sesak...
"Kenapa dengan ku, seharus nya aku senang dong, karena aku tak perlu repot-repot melayani nya..." ucap bella...
Stiven yang kembali ke kamar nya merasa bingung dengan fikirannya...
"Dia begitu menggoda, tapi aku harus jaga harga diri ku di depanya... ucap stiven...
Setelah mereka siap membersihkan diri, mereka turun ke bawah untuk sarapan, tampak bella berjalan secara perahan,stiven yang melihat nya ia merasa kasian dengan bella....
"Sini ku bantu..." ucap stivem sambil mengulurkan tangannya...
Bella yang menyadari nya tersenyum dan menerima uluran tangan stiven...
"Terimakasih..." ucap bella...
Mereka tiba di ruang makan, tampak sudah tidak ada orang disana...
"Kemana mereka semua..." ucap stiven...
"Mungkin masi di kamar..." ucap bella...
Tak lama indah dan wijaya datang menghampiri mereka...
"Eh.. anak-anak mamah sudah bangun, gimana tidur nya nyenyak..." ucap indah...
"Dimana yang lainnya mah..." ucap stiven...
__ADS_1
"Viona sudah berangkat ke butik sedangkan iqbaal sudah ke kantor dari tadi..." ucap indah...
"Lo mah, kenapa pagi sekali mereka berangkat..." ucap stiven...
"Pagi kepalah mu, jam 11 kau bilang pagi..." ucap wijaya...
"Ha...!!! jam 11..." ucap stiven dan bella...
"Biasa pah pengantin baru lupa waktu..." ucap indah dengan nada yang menggoda...
Bella yang mendengar ucap pan dari indah hanya tertunduk malu
"Stive.. gimana enak kan..." ucap wijaya...
"Enak apa nya pah..." ucap stiven...
"Halah jangan sok polos kamu, makasi lo oleh -oleh nya dari korea, kamu juga undah mersakan nya ko..." ucap wijaya...
Stiven yang mendengar nya tersedak dengan makanannya, bella yang melihat suaminnya langsung memberikan air mineral...
"Air mas..." ucap bella dan memberikan air mineral
Stiven mengambil nya dan langsung meneguk nya...
"Jadi tadi malam karena efek obat itu, ahh dasar, senjata makan tuan dong ini..." batin stiven...
"Udah gak usah kaget gitu, kalau kamu mau papah masi ada ko..." ucap wijaya....
"Mah... pah... stiven ke kantor dulu..." ucap stiven meninggalkan mereka..
"Dasar anak mu pah..." ucap indah
"Ko anak ku, jelas-jelas anak mu..." ucap wijaya...
"Terserah mu, oh iya bell, hari ini kamu mau kemana..." ucap indah...
"Gak ada mah, bella mau di rumah aja..." ucap indah...
"Baguslah.. pasti kamu kecapean..." ucap indah...
"Enggak ko mah..." ucap bella sambil menahan malu...
Sementara itu stiven yang telah tiba di dalam kantor nya langsung menuju ruangannya...
"Aaaa sial..." teriak stiven...
Iqbaal yang melihat kedatangan stiven langsung mengahampiri nya...
"Siang tuan, saya kira anda tidak masuk kerena kelelahan..." ucap iqbaal...
"Apa maksud mu bal..." ucap stiven...
"Tidak ada tuan, saya salah bicara..." ucap iqbaal ragu-ragu...
"Ooo... saya tau, kamu tau kan kalau papah ku memasukan obat itu kedalam minuman ku..." ucap stiven...
"Tidak tuan, obat apa? saya tidak menegetahui nya..." ucap iqbaal dan berusaha untuk tenang...
"Sejak kapan kau berani bohong pada ku, katakan sekarang atau akan kupecat kau sekarang juga..." teriak stiven...
"Ba.. baik tuan, saya akan mengatakan yang sebenarnya...
Terimakasih sudah mampir jangan lupa like comen dan vote ya...
__ADS_1