
"Kau sangat lucu Calvin." Ucap Amanda.
"Bukan nya aku tampan." Tanya Calvin.
"Iya iya kau tampan, aku bingung usai mu masih sangat mudah tapi pikiran mu sudah cukup dewasa, sedangkan orang yang ku benci usia usia nya sudah dewasa tapi pemikiran nya tidak pernah berubah, seperti anak-anak." Kata Amanda.
"Kenapa kamu membenci nya." Calvin meletakkan kepala nya di atas pangkuan Amanda.
Amanda terkejut ketika Calvin melakukan itu, perlahan tangan nya bergerak mengusap rambut Calvin dengan lembut.
"Seperti nya aku pernah menceritakan nya pada mu, dulu dia orang yang ku suka, tapi rasa suka itu berubah seketika menjadi benci." Jawab Amanda.
"Kenapa kamu bisa membenci nya, bukannya sulit membenci orang yang kita sukai."
"Karena suatu kejadian yang ingin aku lupakan." Kata Amanda.
Calvin langsung teringat saat pertama kali ia bertemu dengan Amanda, ia melihat ada bercak merah di leher Amanda. "Apa orang yang kamu sukai merusak mu." Batin Calvin, ia tidak berani menanyakan langsung pada Amanda karena takut menyakiti hati Amanda.
"Amanda, apapun yang terjadi pada mu, aku akan tetap bersama mu." Ucap Calvin.
"Apa kau masih mau bersama ku, ketika kau tau jika tubuh ku telah di rusak oleh orang lain." Batin Amanda.
"Sudah, jangan di pikir kan, aku akan melindungi mu dari pria yang kamu benci itu, sekarang ayo aku antar kamu pulang, sudah mulai gelap." Ucap Calvin.
Alka dan keluarga lainnya sedang berada di rumah Vino, mereka sedang menunggu kedatangan Amanda yang sudah memberi pesan akan pulang malam ini.
Jantung Alka berdetak sangat kuat, ia takut jika Amanda membongkar semua di hadapan semua orang.
"Ada apa dengan mu kak, kenapa kau seperti itu." Bisik Nathan.
"Diam, jangan banyak bicara, atau aku akan menghabisi mu." Alka memberikan tatapan tajam pada Nathan.
"Aku tidak takut." Ucap Nathan.
__ADS_1
"Maaf tuan, di depan banyak sekali orang, seperti nya mereka sedang mengawal seseorang penting." Ucap satpam.
Mereka semua yang terkejut langsung keluar dari rumah untuk melihat apa yang terjadi. Yang di katakan satpam benar apa ada nya, beberapa mobil menunggu di depan gerbang depan orang tinggi besar berpakaian serba hitam.
"Siapa sebenar nya mereka semua." Ucap Kevin.
"Kau benar kev, ini sangat aneh." Ujar Aska.
Tak lama satu mobil yang tampak sangat berbeda masuk ke dalam gerbang rumah Vino.
"Siapa orang penting itu." Tanya Vira.
"Aku kira keluarga kita, yang terpenting di negara ini." Ujar Nila.
Amanda dan Calvin keluar dari mobil dengan bergandengan tangan. Mereka berdua tampak sangat bahagia.
"Amanda." Ucap mereka semua.
Amanda berjalan mendekati Vino dan Aska, ia memeluk kedua orang tua nya ini karena merasa bersalah telah membuat mereka khawatir dengan nya.
"Iya ayah, aku baik-baik saja." Jawab Amanda.
"Bagaimana tidak baik-baik, dia bersama seorang pangeran." Kata Aska.
"Ahh papah." Ucap Amanda yang merasa malu.
Alka memicing kan mata nya saat melihat Amanda, akrap dengan pria lain, Amanda juga sama sekali tidak melirik ke arah nya, ia sadar jika Amanda marah besar pada nya.
"Bodoh aku tidak peduli." Batin Alka.
"Calvin, tolong perkenalan diri mu." Ucap Amanda.
"Hmmm aku." Tanya Calvin yang tampak gugup.
__ADS_1
"Ahh dia sangat tampan." Teriak Nila.
"Hay semua nama saya Calvin Emilio Marvel." Ucap Calvin.
Mata Vino terbelalak seketika saat Calvin memperkenalkan nama nya. "Apa dia memang benar-benar berasal dari keluarga itu, apa hanya nama belakang nya saja yang mirip." Batin Vino.
"Ayo kita masuk, ayo Calvin jangan canggung." Ujar Citra.
Vino berjalan menjauh dari ruang keluarga, ia langsung menghubungi daddy nya.
"Ada apa vin." Tanya Stiven.
"Dad, apa keluarga Marvel masih ada."
"Kenapa kau bertanya keluarga itu, tidak ada yang mengetahui pasti vin tentang keluarga itu, tidak ada yang berani melacak keluarga itu. Tapi menurut daddy satu perusahaan besar di Eropa tempat keluarga itu berada, karena perusahaan itu menggerakkan perusahaan dunia." Jelas Stiven.
"Terimakasih dad, aku tutup dulu. Oh iya Amanda juga sudah pulang." Ucap Vino.
Calvin sangat merasa canggung sekali, banyak yang menawarkan minum dan makanan pada nya tetapi Calvin tidak berani mengambil nya, ia berada dalam pengawasan pengawal nya.
"Kenapa orang itu selalu mengikuti mu Calvin." Tanya Vino.
"Ehmmm mereka di bayar papah ku untuk menjaga ku." Jawab Calvin.
Calvin merasa Vino menatap nya dengan tatapan yang berbeda, ia menyesal telah memperkenalkan nama panjang nya, ia takut Vino curiga dengan asal usul nya.
"Sudah minum saja." Ucap Amanda.
"Aku sudah minum nya tidak akan terjadi apa-apa pada aset dunia." Amanda berusaha menyakinkan Calvin.
"Aset dunia." Ucap mereka semua.
"Calvin selalu mengatakan itu." Kata Amanda.
__ADS_1
"Aku hanya bercanda pada Amanda, agar dia tidak terlalu sedih, karena saat aku bertemu dengan nya dia sangat sedih." Ujar Calvin.