
Kemauan aneh bumil...
Kediaman Mahendra...
"Bruakk...." suara meja yang di pukul mahendra...
"Pah... apa-apaan si tiba-tiba marah..." ucap lia...
"Iya ni papah, nia sampai kaget..." ucap nia...
"Dasar bodoh, apa yang kalian perbuat pada keluarga tuan stiven haaa...." teriak mahendra...
"Ti.. tidak ada, kami tidak berbuat apapun..." ucap lia...
"Jangan bohong, kalian tau perusahaan ku sekarang tertekan..." ucap mahendra dengan nada yang tinggi...
"Kalau perusahaan papah tertekan, itu bukan salah kami, emang papah tau dari mana kalau yang menekan perusahaan papa itu tuan stiven..." ucap nia...
"Dengar kan aku, hanya tuan stiven la yang bisa menekan perusahaan secepat ini, dan papah juga gak perna ada masalah dengan orang lain..." ucap mahendra...
"Ka.. kami tidak tau...." ucap lia...
"Cepat katakan apa yang kalian perbuat..." teriak mahendra...
"Kami tidak berbuat apa-apa..." ucap lia...
"Sekarang kalian minta maaf dengan tuan stiven atau kalian siap hidup di pinggir jalan..." ucap mahendra lalu pergi meninggalkan nia dan lia..
"Mah bagaimana ini, nia gak hidup menderita..." ucap nia...
"Kamu kira mamah mau, sepertinya kita harus mengikuti saran papah kamu..." ucap lia...
"Tapi mah..." ucap nia...
"Sudah la kita fikiran besok saja, sekarang kita istirahat dulu..." ucap lia...
Sementara itu bella dan stiven yang telah selesai makan malam memilih kembali ke dalam kamar sedangkan yang lainnya berada di ruang keluarga...
"Mas enak nya kita ngapai ya..." ucap bella...
"Bikin anak bagaimana..." ucap stiven...
"Apa kamu lupa, di dalam perut ku ada anak mu..." ucap bella...
"Oh iya, maaf kan dedy sayang, dedy tidak berniat melupakan mu..." ucap stiven...
"Iya dedy kami paham ko..." ucap bella dengan merubah suara nya menjadi seperti anak kecil...
"Kamu sunggu menggemaskan sayang..." ucap stiven...
"Mas tiba-tiba aku kepengen..." ucap bella...
"Rujak..." ucap stiven...
"Ko kamu tau, kamu baca fikiran ku ya..." ucap bella...
"Aku juga menginginkan nya..." ucap stiven...
"Tapi aku tidak ingin rujak yang berada di pinggir jalan, aku ingin iqbaal dan viona yang membuat nya..." ucap bella...
"Kamu tenang, sekarang kita temui mereka..." ucap stiven...
Bella dan stiven pun keluar dari kamar menuju ruang keluarga untuk mencari viona dan juga iqbaal...
"Hay semua..." ucap bella...
"Loh, ko keluar kamar ada apa..." ucap indah...
"Tiba-tiba kami mengingatkan rujak..." ucap stiven...
__ADS_1
"Ya sudah biar iqbaal yang mencarikannya kamu jangan keluar rumah, angin malam kurang bagus..." ucap indah...
"Tapi kami ingin iqbaal dan viona yang membuat nya..." ucap stiven...
"Apa aku..." ucap viona...
"Saya lagi tuan..." ucap iqbaal...
"Ntah mengapa kami sangat suka masakan yang kamu buat frend, rasa nya sangat enak..." ucap bella...
"Enak kamu bilang bell..." ucap wijaya...
"Sangat enak, sampai aku tidak ingin menyentuh nya lagi..." ucap indah...
"Tapi ka, kenapa aku harus ikut membuat nya..." ucap viona...
"Tidak tau, mungkin hanya keinginan keponakan mu..." ucap bella...
"Saya tidak perna tau cara membuat rujak tuan..." ucap iqbaal...
"Aku juga tidak perna tau..." ucap viona...
"Apa kalian begitu bodoh, kalian kan memiliki hp, gunakan untuk melihat cara nya..." ucap stiven...
"Tapi ka..." ucap viona...
"Sudah turuti saja kemaun mereka, toh itu kan keinginan anak nya bella, kalian tidak ingat apa yang di bilang dokter lusi tadi..." ucap wijaya...
"Baikalah aku ikut saja..." ucap viona...
"Mari kita menuju dapur..." ucap bella...
Mereka semua pun langsung menuju kedalam dapur untuk membuat rujak keinginan pasangannya fenomenal itu...
"Kalian ingin buah apa..." ucap iqbaal...
"Pisang, alpukat, kiwi, anggur, jeruk..." ucap bella...
"Kenapa buah itu, bahkan buah itu tidak perna ada dalam rujak..." ucap viona...
"Iya aneh, kalian serius..." ucap indah....
"Iyah mah, kami ingin makan rujak yang berbeda dari rujak lainnya..." ucap bella...
"Sunggu pasangan yang sangat aneh..." ucap viona...
"Sudah kerjakan lah, kapan jadi nya kalau kalian hanya berbiacara terus..." ucap stiven...
"Iya... Asisten iqbaal kau yang membuat bumbu nya, aku yang memotong buah nya..." ucap viona...
"Tapi nona saya tidak tau cara membuat nya..." ucap iqbaal...
"Kau cari di youtube bal, apa saja alat dan bahan nya..." ucap wijaya...
"Baik tuan..." ucap iqbaal...
Iqbaal pun mulai membuka hp nya untuk mencari cara membuat bumbu rujak, setelah melihat nya ia mulai mencari alat dan bahannya...
"Apa kalian tau letak cobek dimana..." ucap iqbaal...
"Suruh saja pelayan menyiapkan alat dan bahan nya bal, nanti kamu yang membuat nya..." ucap indah...
"Cari kan saya. Cobek, sendok, garam, gula merah, cabai, asam jawa, kacang tanah, dan air..." ucap iqbaal...
"Baik tuan..." ucap pelayan tersebut...
Setelah semua sudah siap, iqbaal pun mulai membuat nya, ia mengikuti langka-langka cara membantu bumbu rujak dari vidio yang ia tonton...
Sementara itu viona sedang asik memotong buah, menurut nya memotong buah bukan la pekerjaan yang menyulitkan...
__ADS_1
Iqbaal telah sampai tahap pengulekkan, ia menguleknya terlalu kuat sehingga bumbu nya muncrat kemana-mana..
"Bal pelan-pelan..." ucap wijaya...
"Maaf tuan..." ucap iqbaal...
"Viona sebaik nya kamu bantu iqbaal untuk mengulek bumbu itu..." ucap stiven...
"Baik ka..." ucap viona...
Viona pun menggantikan posisi iqbaal untuk mengulek bumbu itu, viona melakukan nya terlalu pelan sehingga bumbu itu lama lembut nya...
"Kalian ingin membuat anakku kelaparan, kalau begitu kapan siap nya..." ucap stiven...
"Iya ka aku percepat..." ucap viona...
Iqbaal pun melanjutkan tugas viona yang tertinggal yaitu memotong buah, setelah semua siap mereka mulai menghidangkannya...
"Sudah siap rujak alah viona dan juga iqbaal..." ucap viona dengan semangat...
"Kenapa bentuk nya sangat mengerikan..." batin wijaya...
"Aku tidak akan perna mencicipi nya, bentuk nya terlau mengerikan..." batin indah...
"Wah.. kelihatan nya enak sekali..." ucap bella...
"Sebentar sayang biarkan iqbaal dan viona dulu yang mencicipi nya, kan mereka yang telah membuat nya..." ucap stiven...
"Kamu benar sayang, silahkan kalian rasakkan terlebih dahulu..." ucap bella...
"Tidak ka, aku sedang diet..." ucap viona...
"Aku sudah kenyang tuan..." ucao iqbaal...
"Ayo lah sedikit saja..." ucap bella...
Iqbaal dan viona tidak bisa menolak keinginan pasangan fenomenal itu, mereka pun mulai mencicipi rujak buatan mereka sendiri...
"Kenapa rasa nya begitu mengerikan..." batin viona...
"Ini makanan terburuk yang perna ku makan setelah mie tadi..." batin iqbaal...
"Bagiaman rasa nya..." ucap stiven...
"Enak ka, sunggu enak..." ucap viona...
"Kamu yakin enak..." ucap indah...
"Iya enak tuan..." ucap iqbaal...
"Baikalah karena kalian sudah merasakannya giliran kami..." ucap bella...
"Kamu banar bal, enak sekali..." ucap stiven...
"Iya sayang, enak sekali ternyata buah ini sangat cocok di jadikan rujak..." ucap bella...
"Beneran enak ka..." ucap viona...
"Iya aku suka, apa kalian ingin mencoba nya lagi..." ucap stiven...
"Tidak..." ucap mereka kompak...
Hayo kalian tim mana
Viona dan iqbaal atau Dini dan iqbaal...
Terimakasih sudah mampir...
Author juga Punya pengumuman penting,
__ADS_1
Author udah buat satu judul novel lagi yang berjudul Iqbaal & dara (bukan cunta biasa) dan Ex-(boy) frend.. jangan lupa mampir ya...