Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 18


__ADS_3

"Mommy aku tidak mau, pasti perempuan itu bernama Nila." Ucap Calvin.


"Kamu sudah mengenal nya, tapi kenapa kau tidak mau." Tanya Amel.


"Aku tidak mau mommy, tidak ada alasan. Inti nya aku tidak mau." Jawab Calvin.


"Calvin!! kamu boleh manja dengan mommy tapi mommy paling tidak suka kamu seperti ini. Kenapa sulit sekali mengikuti kemauan mommy." Bentak Amel.


"Sekarang mommy tanya apa kamu masih tidak mau, jika tidak jangan pernah anggap mommy orang tua mu lagi, Mommy ingin yang terbaik untuk mu, keluarga Vins dapat melindungi mu Calvin, sadar kau bukan orang pada umumnya, banyak yang ingin menghilang nyawa mu, kau ahli waris keluarga Marvel Calvin." Ucap Amel dengan menitihkan air mata.


"Maaf mom, Calvin salah." Calvin mengusap air mata Amel.


Di kediaman keluarga Vins, Mereka semua telah berkumpul menunggu kedatangan Keluarga Marvel. Calvin dan Amel sudah sampai di depan rumah Vino, mereka langsung masuk ke dalam. Calvin memasang wajah dingin kali ini, ia ingin menunjukkan siapa dia dan dari mana dia berasal.


"Selamat datang Nyonya Amel." Ucap Stiven.


"Terimakasih atas sambutan nya tuan Stiven, lebih baik kita memanggil nama saja agar lebih akrap." Kata Amel.


"Calvin." Batin mereka semua.


"Calvin, perkenalkan diri mu." Ucap Amel.


"Buat apa mereka sudah mengenal ku, dan aku sudah mengenal mereka, dia Alka, Amanda, Nathan, dan Nila." Kata Calvin.


"Kau sudah mengenal mereka semua sayang, bagaimana bisa." Tanya Amel.


"Mommy mengirimkan ku banyak pengawal tapi mommy tidak tau apa yang telah ku lakukan selama ini." Calvin pergi meninggalkan Amel, ia bergabung bersama Nathan.


"Maaf kan Calvin, Stiv dia memang manja seperti itu." Ucap Amel.

__ADS_1


"Tidak masalah, mari duduk." Ujar Stiven.


"Bagaimana kabar mu, kenapa kau tidak pernah menghubungi ku." Tanya Nathan.


"Kabar ku sangat tidak baik, hati ku sangat sakit sekali. Aku seperti tidak ada semangat untuk hidup lagi." Calvin berbicara tanpa melirik ke arah Amanda dan Alka.


"Kak Calvin calon suami ku, dia mencintai kak Amanda, lalu bagaimana dengan ku." Batin Nila.


Mereka sibuk membahas pernikahan Calvin dan Nila, Amel mengusulkan pesta yang mewah dan besar tapi Calvin tidak mau, ia ingin pernikahan nya tertutup oleh siapapun. Hanya ada dia, Nila dan para saksi.


"Semoga kau bahagia Calvin." Batin Amanda.


Hati Alka terasa sangat panas, karena Calvin dan Amanda mulai curi-curi pandang. Nathan yang tau Calvin suka dengan Amanda merasa pernikahan ini tidak akan baik-baik saja.


"Lupakan kak Amanda, dan terima adik ku dengan tulus." Bisik Nathan.


Setelah acara selesai Amanda memutus kan untuk pergi dari tempat itu, Calvin yang melihat itu berjalan mengikuti Amanda.


"Amanda." Panggil Calvin.


"Jangan ikuti aku Calvin, nanti mereka semua akan salah paham." Ucap Amanda.


"Kau sudah menikah dengan Alka. Kau mengabaikan perasaan ku, kau jahat Amanda, kenapa aku bisa mengenal mu, Kau tau Amanda cinta dapat membuat orang berubah menjadi tidak baik, dan semoga itu tidak terjadi pada ku." Ucap Calvin.


Calvin kembali berkumpul bersama yang lainnya. Hati nya benar-benar terasa sangat panas, ini pertama kali nya ia merasakan hal seperti itu.


"Aku mau menikah secepat mungkin." Ucap Calvin.


"Kenapa cepat-cepat sayang." Tanya Amel.

__ADS_1


"Jika terlalu lama apa mommy punya waktu untuk pernikahan ku, kalau bisa malam ini, aku tidak ingin di pernikahan ku mommy tidak ada." Jawab Calvin.


"Bagaimana Nila, apa kamu mau menikah dengan waktu yang singkat ini." Tanya Vino.


Nila melirik ke arah Calvin, dan Calvin memberikan tanda dengan menganggukkan wajah nya.


"Iya yah, Nila ingin yang terbaik." Jawab Nila.


"Lihat Amanda, kau kira aku tidak bisa melupakan mu, dengan menikah dengan Nila rasa cinta ku pada mu pasti menghilang dan aku akan mencintai adik mu." Batin Calvin.


"Amanda." Panggil Alka.


"Iya ada apa." Tanya Amanda.


"Aku tau kau pergi dari ruangan itu karena ada Calvin, kau mencintai nya bukan."


"Tidak Alka, aku tidak mencintai nya."


"Kau mencintai nya Amanda, aku bisa melihat nya." Ucap Alka


"Tanya Alka, aku tidak mencintai nya, aku baik pada nya karena dia menolong ku, menemani ku, dan membuat ku bahagia."


"Dan aku yang menyakitimu, meningal kan mu, membuat mu menangis. Kenapa semua hanya tentang Calvin Calvin dan Calvin, apa kau tidak memikirkan perasaan ku saat kau memuji nya, saat kalian berdua tadi." Ucap Alka dan pergi meninggalkan Amanda.


"Maaf Alka, maaf kan aku." Amanda berlari memeluk Alka.


"Untuk apa kau minta maaf pada ku, aku yang salah."


"Maaf sayang, maaf kan aku." Ucap Amanda.

__ADS_1


__ADS_2