
Mata-mata...
"Sudah semua ris..." ucap yasmin...
"Sudah bun, ini terlalu banyak untuk kita..." ucap ariska...
"Kita akan mengantar ke kantor vins grub, tapi sebelum itu kita keruangan bella terlebih dahulu..." ucap yasmin...
"Mari buk, saya antarkan..." ucap tina...
Mereka pun langsung masuk kedalam ruangan bella yang di antar langsung oleh tina...
"Permisi buk bos..." ucap yasmin...
"Bunda..." ucap bella...
"Wah ruangan mu besar sekali bell, rapih dan sangat menarik..." ucap ariska...
"Terimakasih ris, kalau kamu mau kamu bisa kerja bersama ku di sini, kita kelolah bersama toko kue ini..." ucap bella...
"Boleh bell..." ucap ariska...
"Boleh dong, kamu kan akan menjadi kakak ipar ku..." ucap bella...
"Kita ke vins grub yuk bell..." ucap yasmin...
"Mau ngapai mah..." ucap bella...
"Mau nganter kue ini, kami mengambil banyak kue..." ucap ariska...
"Ayo lagi pulah sudah waktunya makan siang, sekalian kita bawakan mereka makan siang..." ucap bella...
Mereka pun keluar dari bellcake dan langsung menuju ke vins grub, mereka menyempatkan mampir ke restoran untuk membeli beberapa makanan...
Saat bella dan ariska turun mobil, ada beberapa orang yang memperhatikan gerak-gerik mereka berdua, bella pun sedikit menyadari ada seseorang yang memperhatikannya...
"Ris, kita percepatan..." ucap bella...
"Ada apa bell..." ucap ariska...
"Sudah ayo cepat, aku merasa tidak enak..." ucap bella...
Setelah membayar makanan tersebut mereka pun langsung menujun kedalam mobil dengan sedikit terburu-buru, orang yang memperhatikan gerak-gerik bella dan ariska mengikuti mereka dari belakang...
"Lari ris..." ucap bella...
Mereka berdua pun berlari menuju mobil dan langsung masuk kedalaman mobil...
"Kunci semua nya..." ucao bella...
"Ada apa bell..." ucap yasmin...
"Tidak mah..." ucap bella dan langsung melanjutkan mobil nya menuju vins grub...
"Bell seperti nya ada mobil yang mengikuti kita..." ucap ariska...
"Iya ris, kamu tenang saja sebentar lagi kita sampai vins grub dan mereka tidak akan bisa masuk..." ucap bella...
Bella pun mempercepat mobil yang mereka kendarai agar lebih cepat sampai ke kantor vins grub, sesampainya di vins grub bella berhenti sejenak ke depan pos sapam untuk lebih berhati-hati jika ada orang asing yang datang...
Setelah itu mereka langsung masuk kedalaman kantor vins grub sambil membawa makanan dan kue yang mereka beli tadi...
"Permisi..." ucap bella yang sudah berada di depan ruangan stiven...
"Tidak ada jawaba bell, seperti nya tidak ada orang di dalam..." ucap yasmin...
"Kita masuk saja..." ucap bella dan mereka pun langsung masuk kedalam ruangan stiven...
"Tadi siapa bell..." ucap yasmin...
"Bella tidak tau mah, sepertinya mereka ingin mencelakai kita..." ucap bella...
__ADS_1
"Apa masalah mereka dengan kita, kenapa mereka ingin mencelakai kita..." ucap ariska...
"Mungkin mereka tidak punya masalah dengan kita, tetapi dengan orang terdekat kita, mas stiven dan ka aldy mereka berdua ceo perusahaan besar pasti banyak yang ingin menjatuhkan mereka berdua..." ucap bella...
Tak lama stiven, aldy dan iqbaal masuk, mereka sedikit terkejut dengan kehadiran bella dan yang lainnya...
"Sayang..." ucap stiven dan medekat kearah bella...
"Sayang..." ucap bella dan memeluk stiven dengan erat...
"Ada apa sayang..." ucap stiven...
"Tidak mas, aku hanya merindukan mu..." ucap bella...
"Bucin amat..." ucap aldy...
"Ka kue ni, mau tidak..." ucap ariska...
"Mau, aaaa...." ucap aldy sambil membuka mulut nya...
"Harus amat di suapi..." ucap stiven...
"bising..." ucap aldy...
"Mas tadi ada orang asing yang mengikuti kami..." ucap bella...
"Maksudnya sayang..." ucap stiven...
"Sepertinya mereka mengincar kami bertiga..." ucap bella...
"Siapa yang berani mengusik keluargaku..." ucap stiven...
"Seperti nya dia ingin bermain api dengan kita..." ucap aldy...
"Mulai sekarang kalian tidak boleh kemana-mana, jika ingin pergi harus ada pengawalan..." ucap stiven...
"Bunda tidak papa kan..." ucap aldy...
"Tidak al, adik mu sangat jago dalam menyetir mobil..." ucap yasmin...
"Sayang..." ucap bella heran, bukan hanya bella semua yang berada di dalam ruangan itu juga heran...
"Kamu panggil aku sayang..." ucap ariska tak kalah heran...
"Iya, emang tidak boleh..." ucap aldy...
"Boleh si, tapi terasa aneh..." ucap ariska...
"Berati bukan hanya aku yang mendengar nya aneh..." ucap stiven...
"Bukan aneh sayang tapi belum terbiasa..." ucap aldy...
"Ka bisa tidak manggil nya kayak biasa aja..." ucap ariska...
"Kenapa..." ucap aldy...
"Tidak terbiasa saja..." ucap ariska...
"Kamu harus terbiasa, bukannya kita akan segera menikah..." ucap aldy...
"Menikah..." ucap mereka semua heran...
"Iya, aku memiliki janji pada kakek kalau aku harus menikah dengan ariska..." ucap aldy...
"Bukan nya itu terlalu cepat..." ucap bella...
"Tidak, aku akan menikai ariska minggu depan..." ucap aldy...
"Kamu serius al..." ucap yasmin...
"Iya bun, lebih cepat labih baik, apa kamu setuju sayang..." ucap aldy...
__ADS_1
"Aku ikut gimana baik nya..." ucap ariska...
"Bukanya kau sudah tidak bisa menahan nafsu mu..." ucap stiven...
"Sayang, jangan begitu dia kakak ipar mu..." ucap bella...
"Ayo kita makan, kami membawa banyak makanan..." ucap yasmin...
Mereka pun makan siang bersama sambil becanda dan tertawa tak jarang stiven dan bella mengumbar kemesraan yang membuat aldy semakin memanas...
"Sayang sepertinya di bibir ku ada saus, tolong bersikan..." ucap bella...
"Dengan senang hati..." stiven medekati bibir bella dan membersikan nya dengan lidah dan bibir nya...
"Sayang..." ucap bella...
"Enak manis..." ucap stiven...
Iqbaal yang melihat kedekatan bella dan stiven sudah terbiasa, berbeda dengan aldy hawa di sekitar nya terasa lebih panas...
"Sayang, di bibir mu ada nasi..." ucap aldy...
"Jangan kamu lakukan seperti stiven, kalian belum sah..." ucap yasmin...
"Iya bunda..." ucap aldy lemas...
"Sabar kakak ipar ku..." ucap stiven sambil tertawa sampai terdesak...
"Uhukuhukuhuk..." stiven tersedak...
"Minum sayang..." ucap bella sambil memberikan segelas air...
"Karma..." ucap aldy...
Setelah selesai makan siang bella dan yang lainnya memutuskan untuk pulang, mereka pulang di kawal oleh beberapa pengawal yang mengikuti mobil bella dari belakang...
"Kita seperti orang penting..." ucap ariska...
"Kita memang orang penting ris, kita berada di bawah dua perusahaan raksasa yang akan bergabung..." ucap bella...
"Aku tidak menyangka jalan hidup ku akan seperti ini..." ucap ariska...
"Itu takdir sayang..." ucap yasmin...
Sesampainnya dirumah mereka langsung masuk kedalam kamar masing-masing untuk istirahat, saat bella ingin tidur tiba-tiba pintu kamar nya ada yang mengetuk...
"Tok... tok... tok..." suara pintu...
"Masuk..." ucap bella...
Viona pun langsung masuk kedalam kamar bella dengan wajah yang ketakutan...
"Ka..." ucap viona berlari memeluk bella...
"Ada apa..." ucap bella heran...
"Aku takut..." ucap viona sambil memegang hp milik bella...
"Kenapa hp ku bisa berada bersama mu..." ucap viona...
"Kakak meminggalkanya di ruang keluarga tadi..." ucap viona...
"Owww... terus apa yang membuat mu takut..." ucap bella...
"Tadi ada yang menelpon hp mu dan aku mengangkat nya..." ucap viona...
"Terus..." ucap bella...
"Didalam sambungan telfon itu ada suara perempuan dan laki-laki yang mengancam kakak, mereka berkata akan mengahancurkan hidup kakak..." ucap viona...
"Kamu kenal itu suara siapa..." ucap bella...
__ADS_1
"Suara perempuan itu tidak asing seperti nya aku perna medengar suara itu..." ucap viona...
Udah dulu ya...