
Bertanggung jawab part 2.
"Sakit." ucap putri saat jamal mulai mengerakan badannya.
Air mata putri keluar dari ujung mata nya, saat ini obat yang memperngarui nya tadi sudah hilang, sekarang ia sadar sedang di gagahi oleh orang asing.
Putri memukul-mukul tubuh jamal tetapi jamal malah mendekap mulut putri dengan ciuman nya, kini jamal lah yang terpengaruh oleh nafsu yang amat menggebuh-gebuh. Rasa nikmat yang tak pernah ia rasakan selama ini membutah kan mata nya, ia terus malakukan pemainan nya sampai ia benar-benar lemas.
Jamal menekan junior nya lebih dalam dan menarik mengeluarkan cairan hangat di dalam rahim putri, ia terjatuh di atas tubuh putri yang sudah lemas tak bertenaga. Perlahan jamal menggeser tubuh nya, ia tidur sambil memeluk putri yang sudah tak berdaya.
Malam yang panjang sudah berlalu, jamal terbangun dari tidur nya, Ia merasakan kulit nya sedang bersentuh dengan kulit putri. Perlahan ia membuka mata nya dan melihat tubuh putri yang penuh dengan bercak merah akibat ulah nya kemarin.
"Aku merusak nya." ucap jamal.
Ia bangkit dari kasur dan langsung menuju kedalam kamar mandi. Putri mulai terbangun dari tidur nya, rasa nya tubuh nya benar-benar sakit semua, terlebih di bagian pangkal paha nya. Ia membuka selimut yang dan melihat nya, hati nya begitu sakit mahkota nya selama ini ia jaga di renggut oleh orang yang tidak ia kenal.
Putri menarik kakinya dan menangis sambil menutup wajah nya. Setelan beberapa saat jamal keluar dari kamar mandi, ia melihat putri yang sedang menangis, perlahan ia berjalan mendekati putri. Jamal menyentuh tangan putri, putri yang merasa tangan nya di sentuh orang lain langsung menghempas kan tangan itu.
"Jangan sentuh aku." ucap putri dengan wajah yang ketakutan.
"Maaf." ucap jamal dan kembali memegang tangan putri.
"Hancur hidup ku hancur." ucap putri sambil menagis.
__ADS_1
Jamal langsung memeluk putri dengan erat ia sangat merasa bersalah, putri memberontak dari pelukan itu, hati nya masih tidak bisa menerima semua ini.
"Aku akan bertanggung jawab." bisik jamal.
Perlahan ia menatap wajah putri yang sembab, ia mendekati bibir putri dan mulai melum*t nya lagi. Putri diam ia tidak membalas ciuman itu, sampai jamal menggigit bibir nya dan putri mulai membalas ******n itu.
Vino dan citra sedang menuju bandara untuk pulang, bukan hanya mereka berdua andy dan caitlin juga ikut pulang. Sebelum lepas landas orang tua jamal mentelfon andy karena jamal dari kemarin tidak pulang dan nomor nya tanpa tidak aktif. Andy memberi saran untuk melihat jamal di apartemen yang biasa nya mereka kunjungi.
Jamal kembali mencium leher jenjang putri yang membuat putri mengeluarakan desahnnya, saat jamal sudah berada di atas tubuh nya. Putri menahan nya, ia tidak ingin masuk kedalam lubang yang sama.
"Tenang lah, aku akan bertanggung jawab." bisik jamal di telinga putri.
Putri merasa bingung, ia takut ucapan jamal hanya janji belaka. Ia juga berfikir kalau ia sudah telanjur rusak, lebih baik melakukan nya pada satu orang dari pada ia harus kembali ke tempat ya dan di paksa melayani banyak orang.
Air mata putri kembali lolos saat junior jamal kembali masuk kedalam pangkal paha nya rasa nya masi begitu sakit seperti pertama kali ia melakukan nya.
1 jam berlalu jamal belum menghentikan aksi nya, ia benar-benar candu dengan tubuh mulus putri. Dan Putri sudah tidak bertenaga hanya mengeluarkan suara eranga kecil dari bibir manis nya.
Devan sudah berada di depan apartemen yang di beri alamat nya oleh andy, perasaan nya mulia tidak enak karena apartemen itu terletak di pinggiran kota tentu saja jauh dari keramaian. Jamal sudah berada di puncak nya ia kembali mengeluarkan benih nya kedalam rahim putri.
Devan sudah berada di depan kamar apartemen itu, perasaan nya tambah tidak enak saat mendengar suara desahan dari dalam kamar itu. Tanpa mengetuk pintu devan memencet sandi pintu itu dan langsung masuk kedalam nya.
"Jamal." teriak devan saat melihat apa yang terjadi di dalam sana.
__ADS_1
Emosi devan langsung naik kepuncak kepalah nya, rasa ia ingin menghabisi putra semata wayang nya itu. Jamal sangat terkejut saat melihat kedatangan devan, ia langsung turun dari ranjang dan memaki pakaian nya yang berada di dalam lemari.
Sedangkan putri masi tak sadar kan diri karena ia kehabisan tenaga, amarah devan kembali memuncak saat melihat noda merah di atas kasur, pertanda putra nya merusak anak gadis orang lain.
"Pah, aku bisa jelasi." ucap jamal.
"Brukk." satu pukulan keras mendarat di wajah jamal, dara segar mengalir dari ujung bibir nya.
Putri yang mulai terbangun dari tidur nya, melihat kejadian itu. Ia hanya bisa menangis menarik selimut dan menutupi tubuh nya yang kotor ini.
"Bangun." teriak devan.
"Sejak kapan, kamu papah ajarkan untuk merusak anak orang lain mal. Kamu merusak masa depan gadis itu." ucap devan dengan suara yang meninggi.
"Maaf pah, aku akan tunggung jawab." jawab jamal.
"Bagus, kamu memang harus tunggung jawab, bersikan tubuh kalian papah tunggu kalian di rumah." ucap devan dan pergi meninggalkan apartemen itu.
Jamal kembali mendekati putri yang sedang menangis, ia membuka selimut itu dan langsung memeluk putri.
"Tenang lah, jangan menangis. Aku akan membawa mu kerumah ku, kita akan menyelesaikan semua nya disana." ucap jamal.
"Apa kamu akan menikahi ku." tanya putri.
__ADS_1
"Aku sudah merusak mu, sudah sepantasnya aku menikah dengan mu. Orang tua ku juga pasti menyuruh ku untuk menikai mu." jawab jamal.