Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 89


__ADS_3

Calon suami...?


"Ayo cepat..." ucap aldy dengan ketus...


"Iya sabar..." ucap ariska mempercepat langka kaki nya...


Mereka pun pergi meninggalkan mall tersebut dan langsung menuju rumah sakit tempat kakek ariska di rawat, tak lama mereka sampai di rumah sakit tersebut karena jarak antara mall dan rumah sakit tidak terlaluh jauh...


"Tut...tut...tut...." suara hp milik ariska berbunyi...


"Hallo dok..." ucap ariska...


"Ris cepat datang, kakek mu mencari mu..." ucap dokter...


"Iya dok...." ucap ariska dan mematikan sambungan telfon...


"Ada apa..." ucap aldy...


"Kakek..." ucap ariska dan langsung turun dari mobil berlari masuk kedalam rumah sakit...


"Hey tunggu..." ucap aldy yang ikut turun dari mobil dan berlari mengejar ariska...


Ariska terus berlari agar cepat sampai di ruangan tempat kakeknya di rawat diikuti aldy dari belakang ariska, sesampai nya di ruangan tersebut ariska langsung memeluk kakeknya...


"Ini ariska ke..." ucap ariska...


"Ariska..." ucap kakek sambil memeluk ariska dengan erat...


"Ariska disini kek..." ucap ariska dan melepaskan pelukan nya...


Aldy yang menyaksikan momen itu hati nya sedikit tersentuh, sedikit aja ya gak banyak, ntar cool nya aldy hilang lagi😂😅...


"Itu siapa ris..." ucap kakek sambil menunjuk ke arah aldy...


"Itu..." ucap ariska bingung ingin menjawab apa karena dia tidak perna dekat dengan laki-laki...


"Apa kamu calon suami ariska..." ucap kakek dengan sorotan mata penuh harapan...


"I.. iya kek..." ucap ariska...


"Ha.. apa maksud perempuan ini..." batin aldy yang bingung maksud dari ariska...


"Alhamdulillah ternyata cucu kakek pintar memilih suami, dia sangat tampan cocok dengan kamu yang cantik..." ucap kakek...


"Hey siapa nama kamu..." ucap kakek menatap ke arah aldy...


"Al.. aldy ke..." ucap aldy dengan gugup...


"Kenapa aku jadi gugup begini, ini semua karena perempuan ceroboh itu..." batin aldy...


"Kek besok kakek udah bisa operasi..." ucap ariska...


"Tidak ris, biaya operasi nya sangat besar, kasihan kamu harus mencari biaya sebesar itu..." ucap kakek...


"Untuk biaya kakek tenang aja, ariska udah siappin semua nya..." ucap ariska...


"Uang dari mana ris, kamu tidak aneh-aneh kan..." ucap kakek...


"Tidak kek, apa kakek masi mengingat bella teman ariska dulu yang sering datang kerumah ..." ucap ariska...


"Iya ris masih, dia teman mu yang baik..." ucap kakek...


"Dia yang meminjamkan uang pada ariska kek, dia dan suami nya sangat baik..." ucap ariska...


"Masi ada orang sebaik dia ris, kakek mau saat sebelum operasi kakek dimulai, kakek ingin bertemu dengan nya..." ucap kakek....


"Iya kek, nanti ariska hubungi..." ucap ariska...


"Nak aldy kemarilah..." ucap kakek...


"I.. iya kek..." ucap aldy sambil berjalan mendekati ariska dan kakek nya...


Kakek memengang tangan aldy dengan erat sambil berkata...


"Kakek tau kamu orang baik, kakek harap kamu bisa menjaga ariska dengan baik, berjanji la tidak akan perna menyakiti dan meninggalkan nya, sekarang kakek sudah tenang karena ariska sudah ada yang menjaga nya, Jika operasi kakek gagal berjanji la untuk menikah dengan nya..." ucap kakek penuh harapan...

__ADS_1


Aldy tampak diam tidak bergemih, ia bingung harus menjawab apa...


"Kakek kenapa kakek berbicara seperti itu..." ucap ariska...


"Kita hanya bisa berencana dan berusaha ris, umur tidak ada yang mengetahui nya..." ucap kakek...


"Tapi kek, kakek harus yakin operasi kakek pasti berjalan lancar..." ucap ariska...


"Apa kamu bisa berjanji nak..." ucap kakek menatap aldy dengan sorotan mata yang penuh harapan...


"Iya kek, aldy janji..." ucap aldy...


"Permisi kek, ariska ingin berbicara sebentar..." ucap ariska dan menarik tangan aldy untuk keluar dari ruangan tersebut...


"Maksud kamu apa, berjanji seperti itu..." ucap ariska...


"Terus aku harus jawab apa..." ucap aldy dengan sorotan mata yang tajam...


"Ya.. kamu bisa jawab yang lain..." ucap ariska dan membalas tatapan aldy...


"Hey bodoh, kalau aku jawab tidak, kakek mu itu terkenah serangan jantung..." ucap aldy...


"Kamu benar, terimakasih telah mau berjanji..." ucap ariska...


"Tapi jangan harap aku menepati janji itu..." ucap aldy dan pergi meninggalkan ariska...


"Aku akan buat kamu menepati janji itu..." batin ariska dan kembali masuk kedalam ruangan...


Sementara itu aldy langsung melajukan kendaraan nya menuju rumah stiven, karena ia dan bunda nya masi menginap di rumah tersebut...


"Aldy kemana bell..." ucap yasmin...


"Lagi kencan bun..." ucap stiven...


"Apa itu benar..." ucap yasmin...


"Benar bun, bella sebentar lagi punya kakak ipar..." ucap bella...


"Bagus la, mamah kira kakak mu tidak normal..." ucap yasmin...


"Stive..." ucap iqbaal yang datang dari arah belakang...


"Apa kau lupa, kau meninggalkan ku di tempat itu..." ucap iqbaal...


"Aku lupa..." ucap stiven dengan cengengesan...


"Lupakan itu, aku punya info penting..." ucap iqbaal...


"Info apa..." ucap stiven...


"Aku sudah menemukan keberadaan mahendra..." ucap iqbaal...


"Bagus, bawak dia kesini. Dia harus menjelaskan semua nya..." ucap stiven...


"Bagaimana keadaannya..." ucap bella...


"Bisa di bilang keadaanya kurang baik, dia membuka kedai kecil di pinggir pantai, dan istri dan anak nya meninggal kan nya sendiri di sana, sekarang ia hanya hidup sebatang kara..." ucap stiven...


"Apa, sungguh biadap mereka..." ucap bella...


"Aku akan mengirim orang untuk membawa nya kesini..." ucap iqbaal...


"Kenapa kamu menanyakan keadaan nya..." ucap stiven...


"Apa aku salah, menanyakan kabar orang tua angkat ku..." ucap bella...


"Jelas salah, dia tidak di bisa anggap orang tua mu..." ucap stiven...


"Mas, seburuk-buruk sikap nya pada ku, dia tetap orang yang membesarkan ku dan aku juga sempat merasakan kasi sayang walau hanya sesaat..." ucap bella...


"Tapi bell, aku tidak akan perna menganggap nya mertua ku..." ucap stiven...


"Aku tidak penduli mas, mau kamu anggap dia mertua kamu atau bukan, aku tetap mengangap nya orang tua angkat ku..." ucap bella....


"Ko kalian bertengkar si, udah dong jangan berantem..." ucap yasmin...

__ADS_1


"Kalian kalau bertengkar lucu ya..." ucap iqbaal...


"Diam..." ucap bella dan stiven kompak...


"Bertengkar aja masi kompak begitu..." ucap yasmin...


"Ngomongi apaan ni seru kayak nya..." ucap aldy yang berjalan dari arah depan...


"Ngomongi kamu, kamu abis berkencan kan..." ucap yasmin...


"Kencan apaan..." ucap aldy dan langsung duduk di samping stiven...


"Kata bella dan stiven, kamu berkencan..." ucap yasmin...


"Bunda percaya dengan mereka berdua..." ucap aldy...


"Jelas dong, kalau kamu yang ngomong baru bunda tidak percaya..." ucap yasmin...


"Mereka bohong bunda, woy kalian berdua ngomong apa kalian sama bunda..." ucap aldy...


"Tanya aja sama orang di samping mu..." ucap bella...


"Wow, sepertinya ada yang lagi berperang ni..." ucap aldy...


"Ku saran kan jangan ganggu mereka, bisa habis kau al..." ucap iqbaal...


"Terimakasi saranya bal, tenang aku bisa mengendalikan mereka berdua..." ucap aldy...


"Jangan aneh-aneh..." ucap stiven...


"Kalian bisa bertengkar juga toh, kirain udah bucin jadi kagak bisa..." ucap aldy...


"Kami tidak bucin..." ucap bella dan stiven kompak...


"Ini yang di bilang tidak bucin, berantem aja bisa kompak begini..." ucap aldy...


"Hanya kebetulan..." ucap bella dan stiven kompak lagi...


"Kebetulan konon, hey cepat minta maaf pada adik ku..." ucap aldy...


"Kenapa harus aku..." ucap stiven...


"Karena aku tau, kau yang salah..." ucap aldy...


"Tidak, aku tidak mau..." ucap stiven...


"Adik ipar dan teman dekat ku, apa aku harus mengeluarkan jurus ku dulu baru kau mau minta maaf..." ucap aldy...


"Jangan, eh kenapa kau masi ingat jurus menjijikan mu itu..." ucap stiven...


"Jelas dong, mana mungkin aku melupakan itu..." ucap aldy...


"Kau juga harus ingat kalau kau anak buah ku dulu..." ucap stiven...


"Aku satu-satu nya anak buah mu yang tidak perna takut pada mu..." ucap aldy...


"Iya kenapa kau tidak takut dengan ku, dan kau yang selalu berbuat seenak nya pada ku..." ucap stiven...


"Buat apa aku takut pada mu, aku mengangap mu bos hanya untuk pertemanan kita, dan kenapa kau tidak perna marah jika aku berbuat seenak nya pada mu..." ucap aldy...


"Karena kau satu-satu nya orang yang bisa berbuat begitu pada ku, kalau aku bantai pasti kau akan menghilang..." ucap stiven...


"Sombong amat..." ucap aldy...


"Jadi minta maaf enggak si, ko malah asik ngobrol..." ucap bella kesal...


"Maaf sayang, aku minta maaf..." ucap stiven...


"Tidak aku tidak memaafkan mu..." ucap bella...


"Sayang, kamu yakin tidak mau meaafkan ku..." ucap stiven dan mengecup dahi bella...


"Cetak... tu mulut bisa di tahan kagak si, main nyosor aja..." ucap aldy sambil menyentil dahi stiven...


"Ka.. jangan kebisaan deh, kan kasihan suami ku..." ucap bella sambil mengusap dahi stiven...

__ADS_1


"Gerah amat ya..." ucap aldy dan pergi meninggalkan tempat itu...


Thank you...


__ADS_2