Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 75


__ADS_3

"Vino ada apa dengan mu, kau berbeda." Ucap Aska.


"Diam Aska jangan ikut campur dulu masalah ini, aku harus menyelesaikan sendiri." Vino pergi meninggalkan Aska.


Calvin dan Vino tidak sengaja berpapasan mereka berdua hanya saling melirik tanpa menyapa bahkan tidak ada senyuman di antara mereka berdua.


Di hati Calvin yang paling dalam iya masih ingin memanggil Vino ayah nya, tapi perkataan Vino kemarin benar-benar menyakiti hati nya.


"Aku tidak butuh ini." Calvin melepas jam tangan pemberian Vino dan membanting nya di lantai.


"Cih, anak itu." Ucap Vino.


"Itu dia wanita jalang itu, kemarin kau menjebak ku sekarang aku akan benar-benar berbuat kasar pada mu." Batin Calvin.


Calvin berlari menuju dapur untuk mengambil susu, kemudian ia berjalan mendekati Tiara dan dengan pura-pura tidak sengaja Calvin menumpahkan susu itu di wajah dan baju Tiara.


"Ups maaf aku tidak sengaja." Kata Calvin.


Calvin sangat senang melihat Tiara seperti itu, tanpa rasa bersalah ia pergi meninggalkan Tiara.


"Kau melihat nya, apa kau mau membela nya, nela dia aku tidak peduli." Ucap Calvin.


"Kau benar-benar ingin memancing emosi ku." Tanya Vino.


"Aku tidak peduli dan tidak takut." Jawab Calvin.


"Calvin, kau benar-benar sudah kurang ngajar pada ku." Vino menarik kera baju Calvin.

__ADS_1


"Kau bukan ayah ku, kau tidak berhak mengatur ku."


"Kau lupa istri mu anak mu, aku bisa sewaktu-waktu meminta Nila untuk mencerai kan mu."


"Kau yakin bisa melakukan nya, Nila sedang mengandung anak ku, percuma saja kau pengadilan agama, tuntunan perceraian itu tidak akan bisa." Calvin melepaskan cengkraman tangan Vino dari kera baju nya dan langsung pergi meninggalkan Vino.


"Mereka semakin bertengkar, itu sudah sangat baik, Alka bersiap lah." Batin Tiara.


"Aku kesal, sangat kesal aku membenci mu Vino." Calvin menendang pintu lemari.


"Hey kau percuma marah seperti itu, itu akan menyakiti kaki mu, tenang lah." Ucap Alka.


"Bagaimana bisa ku tenang, aku dengan ayah eh Vino semakin tidak baik, jika dia benar-benar memisahkan ku dengan Nila bagaimana."


"Tidak akan, percaya dengan abang mu ini, aku percaya dengan mu, dan kau harus percaya dengan ku." Ucap Alka.


"Kau ngapain di dalam kamar ku." Tanya Calvin.


"Aku ingin melihat mu marah-marah, biasa nya kau hanya bisa menangis jika ada masalah." Jawab Alka.


"Aku tidak secengeng itu." Kata Calvin.


"Tapi Calvin kau memang benar-benar cengeng, mendekat lah." Ucap Alka.


"Ada apa Alka." Calvin berjalan mendekati Alka.


"Aku tau kau masih ingin memanggil papah Vino ayah, jika masalah ini siap aku yakin kau bisa memanggil ayah lagi."

__ADS_1


"Tidak mau, aku masih sakit hati pada nya." Kata Calvin.


"Aku yakin papah tidak berniat berkata seperti itu, tapi kalau boleh tau ayah kandung mu dimana Calvin."


"Ayah kandung ku tidak ada, aku tidak pernah bertemu dengan nya. Kata mommy ayah sudah meninggal tapi aku tidak tau itu benar atau tidak. Atau aku anak haram aku juga tidak tau."


"Tidak Calvin tidak ada anak haram, maafkan aku." Alka langsung memeluk Calvin.


"Sayang kau sudah berbaikan dengan menantu mu." Tanya Citra.


"Belum anak itu sudah sangat membenci ku, aku tidak tau kami bisa berbaikan lagi atau tidak." Kawan Vino.


"Kamu saja tidak berniat meminta maaf pada nya" Kata Citra


"Ah enak saja, aku lebih tua dari nya, dia harus nya yang meminta maaf pada ku."


"Kamu tau sayang, perkataan mu memang sangat menyakitkan hati Calvin. Kamu berkata aku bukan ayah mu cari ayah mu sendiri. Itu pasti melukai nya."


"Aku tidak sengaja berkata seperti itu, aku tau itu sangat menyakiti hati nya, sudah lah sayang pasti aku akan berbaikan pada nya." Ucap Vino.


"Ayah." Nila masuk ke dalam kamar Vino dan Citra.


"Iya ada apa sayang." Kata Vino.


"Jangan bilang kamu ingin meminta ayah untuk berbaikan pada suami mu."


"Ayah." Rengek Nila.

__ADS_1


"Kamu pisah dengan Calvin yah, nanti ayah carikan suami baru yang lebih tampan dan gagah dari nya." Ucap Vino.


__ADS_2