Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 170


__ADS_3

Vino benar-benar mencari kan pelatih wanita untuk Nathan, demi Nathan semua akan ia lakukan. Sebelum mengambil keputusan Vino mengundang Marvin untuk ke Kantor nya karena akan ada seleksi wanita mana yang cocok menjadi pelatih Nathan.


"Masuk," ucap Vino.


"Ayah kau tau saja aku suka melihat wanita-wanita seksi," kata Marvin.


"Sadar kau sudah memiliki seorang istri, jangan gila kau Marvin," ucap Vino.


"Kita lihat saja nanti, adik siapa yang akan bangun melihat para wanita seksi," kata Marvin.


Marvin mendekati Vino dan langsung duduk di kursi yang telah di sediakan. Setelah itu tak lama satu persatu wanita saksi dan cantik sesuai dengan pemintaan Nathan masuk ke dalam ruangan itu.


"Ayah dia sangat saksi, tapi jangan langsung memilih nya, kita lihat kemampuan nya dan pengalaman kerja nya," bisik Marvin.


Marvin bertugas membaca kertas biodata sekaligus pengalaman kerja wanita yang mendaftar. Sudah banyak wanita yang masuk dan sudah tentu adik mereka berdua sudah bangun saat melihat para wanita seksi itu karena mereka berdua pria normal.


Dari sekian banyak wanita yang masuk Marvin sama sekali tidak ada yang sesuai dengan kriteria Nathan. Dan rata-rata dari mereka hanya mengandalkan bodi yang seksi saat di tes kemampuan mereka tidak bisa melakukan nya dengan baik.


"Wah." Mulut Marvin dan Vino hampir terbuka melihat peserta berikut nya. Benar-benar sangat sempurna menurut mereka.


"Jennie," ucap Marvin.

__ADS_1


"Iya tuan, saya sendiri," kata Jennie.


"Seusai dengan yang tertulis di kertas itu, saya berada di naungan salah satu perusahaan besar yang memang khusus untuk melatih orang lumpuh maupun patah kaki untuk bisa berjalan kembali. Kami bukan hanya melatih nya untuk berjalan, kami juga akan memberikan pijatan khusus setiap dua hari sekali agar pasien lebih cepat bisa berjalan kembali dan perawatan lainnya sesuai dengan paket yang tuan pilih," ucap Jennie.


"Sudah pernah menyembuhkan pasien mu," tanya Marvin.


"Sudah Marvin Terima saja, adik mu pasti akan suka," bisik Vino.


"Diam ayah, aku tidak bisa menerima semarang orang."


"4 orang dewasa, 2 orang anak kecil dan 1 orang lansia," Jawab Jennie.


"Selamat anda saya Terima mulai besok anda bisa datang ke kediaman keluarga Vins dengan pakaian yang tidak terlalu seksi karena banyak pria di sana," ucap Marvin.


"Terima kasih tuan, kalau begitu saya permisi." Jennie pergi meninggalkan ruangan itu.


"Ayah aku harus pulang," ucap Marvin.


"Kau pasti sudah tidak tahan kan, ayah juga, ayo kita pulang," kata Vino.


Keesokan harinya Jennie datang ke rumah keluarga Vins dengan pakaian yang lebih tertutup, walaupun begitu body nya yang memang seperti gitar Spanyol tetap membuat diri nya terlihat sangat seksi.

__ADS_1


Para pria yang melihat kedatangan Jennie hampir membuka mulut mereka, termasuk Aska, Andy, Kevin dan Mark. Para istri yang berada di samping mereka menarik kepala suami mereka dan memasukan nya ke dalam baju.


"Ahhhhkk," teriak mereka bertiga kecuali Mark yang tidak membawa istri nya ke sini.


Mark menutup wajah nya sendiri dengan tangan, sedikit membuka jari nya agar masih bisa melihat Jennie.


Semua terpengaruh dengan body semok Jennie kecuali Calvin yang biasa nya, bahkan dia hanya sedikit melirik Jennie setelah itu ia kembali fokus ke televisi.


Marvin datang menghampiri Jennie dan langsung membawa Jennie masuk ke dalam ruang latihan.


"Wow dia pelatih ku," tanya Nathan.


"Sesuai dengan permintaan mu," jawab Marvin.


"Bagus aku suka ini, Marvin saja kau pergi jangan di sini, aku ingin berduaan dengan pelatih ku," ucap Nathan.


"Lepas," teriak Rebecca.


"Lepas kata mu sayang, aku rindu dengan milik mu sayang, ayo bersenang-senang sampai kau mengandung anak ku."


"Satpam brengsek, aku tida mau mengandung anak mu," teriak Rebecca namun percuma saja, karena kamar itu sudah di kunci dan kedap suara.

__ADS_1


__ADS_2