
"Siapa Calvin, kau mengenal nya," tanya Piter.
"Iya aku seperti mengenal nya, kau pergi cari wanita mu, aku akan mengejar nya." kawan Calvin.
"Kau yakin mau mengejarnya, nanti kau kesasar," tanya Piter.
"Tidak akan ini bukan pertama kali nya aku ke New York kau tenang saja, kita akan bertemu di hotel." Calvin berlari mengejar wanita yang menurut nya tidak asing itu.
Calvin masuk ke dalam ruang dugem yang banyak sekali orang berjoget dengan musik yang keras. Tak jarang ada juga wanita yang menarik nya agar mau berjoget bersama. Tetapi Calvin langsung menolak mereka semua karena sama sekali bukan gaya Calvin.
"Baby," ucap seorang wanita yang sambil meremas milik Calvin.
Calvin seorang pria dewasa tentu saja tergoda, tetapi rasa cinta nya pada Nila masih lah kuat yang membuat nya mudah mengontrol hawa nafsu nya, ia mendorong wanita itu dan kembali berlari mencari wanita yang menabrak nya tadi.
"Why," teriak seseorang saat Calvin masuk ke dalam salah satu kamar.
"Soryy," ucap Calvin dan langsung keluar dari kamar itu.
"Itu dia." Calvin melihat wanita yang ia cari berjalan keluar dari bar.
__ADS_1
"Hey tunggu," teriak Calvin.
Saat wanita itu masuk ke dalam mobil, tidak sengaja rambut nya sedikit terterpa angin yang membuat Calvin sedikit melihat wajah wanita itu.
"Nila," ucap Calvin.
"Nila," Teriak Calvin namun percuma saja mobil itu sudah pergi dari tempat itu.
"Tidak mungkin, Nila sudah meninggal Calvin. Jangan membuat diri mu semakin tersiksa," ucap Calvin.
Calvin yang kecewa karena tidak bisa bertemu dengan jelas wanita itu langsung pulang ke hotel untuk beristirahat.
"Dimana Piter, kenapa kau pulang sendiri," tanya Erwin.
"Bersama para wanita nya yah, kenapa kau datang secara tiba-tiba begini," tanya Calvin.
"Ada yang ingin ayah bicarakan pada mu, ayo masuk dulu," jawab Erwin.
"Apa yah, seperti nya penting," tanya Calvin.
__ADS_1
"Kau sudah lama sendiri Calvin, sudah hampir 4 bulan kau sendiri. Apa kau tidak mau mencari pengganti istri mu," tanya Erwin.
"Tidak yah, aku belum bisa melupakan istri ku dan tidak akan bisa mencari pengganti nya, mungkin 10 tahun lama nya pun aku tetap tidak bisa melupakan nya."
"Kau tidak kasihan dengan Marcel, mungkin saat ini ia masih belum membutuhkan seorang ibu tapi satu tahun ke depan pasti dia akan membutuhkan sosok seorang ibu. Kau tidak boleh egois Calvin, jangan biarkan rasa cinta mu itu membuat anak mu menderita," kata Erwin.
"Aku tidak tau yah, jika sudah menyangkut Marcel aku ingin yang terbaik untuk nya. Tapi Mau bagaimana lagi yah, aku sangat sulit untuk mengambil keputusan itu," ucap Calvin.
"Ayah dan ayah mertua mu sudah membicarakan hal ini, dan dia sangat setuju jika kau mau melangkah maju ke depan. Demi anak mu."
"Aku ikut yang terbaik yah, jika sudah menjadi keputusan ayah Vino dan ayah, aku yakin itu yang terbaik untuk ku," kata Calvin.
"Kau mau mencari nya sendiri atau, ayah yang mencari kan nya," tanya Erwin.
"Beri aku waktu 1 bulan untuk mencari wanita yang cocok dengan ku yah, jika selama satu bulan itu aku tidak menemukan nya, aku menyerahkan semuanya pada mu," jawab Calvin.
Calvin langsung teringat pada wanita tadi, ntah kenapa rasa nya ia sangat dekat dengan wanita itu padahal ia belum sempat berbicara.
"Aku harus mencari nya, aku tidak mau kehilangan seseorang yang mengingat ku pada Nila," batin Calvin.
__ADS_1