
Fikiran buruk ku.
Walaupun sudah bersepakat untuk saling melupakan drama tadi pagi, mereka berdua masih tidak bisa melupakan nya. Momen tadi sangat menghantui fikiran mereka berdua. Apalagi vino yang masih bisa membayang kan dengan jelas bentuk tubuh citra yang sangat menggoda.
"Ah.. sial." ucap vino sambil membanting berkas yang berada di depan nya.
Citra terkejut saat mendengar suara vino yang sedikit meninggi.
"Ada apa ka." ucap citra sambil berjalan kearah vino.
"Tidak ada." ujar vino tanpa melihat kearah citra, karena saat melihat citra fikirannya langsung tertuju pada bentuk tubuh citra yang sangat menggoda.
"Ka, kenapa tidak melihat kearah ku." tanya citra.
"Tidak ada, jangan ganggu aku, aku sedang sibuk." jawab vino.
"Sibuk apa nya dari tadi cuma bengong." ucap citra dengan pelan sambil berjalan kearah kursi nya.
"Aku mendengar nya." ujar vino.
"Aku tidak berkata apapun." elak citra.
"Kamu mengupat ku kan." tanya vino.
"Sedikit." jawab citra sambil tersenyum.
Jantung vino langsung berdetak lebih cepat ketika melihat kearah citra yang sedang tersenyum pada nya. Hal yang belum pernah ia rasakan selama ini, vino pun langsung memalingkan wajah nya kesembarang arah dan berusaha menetral kan jantung nya itu.
"Jangan tersenyum seperti itu." ujar vino tanpa menatap kearah citra.
"Kenapa ka." tanya citra yang tidak mengerti maksud dari vino.
"Kamu terlihat sangat jelek." ucap vino.
"Mulut nya tajam sekali." batin citra yang kesal dengan ucapan dari vino.
Mereka berdua pun melanjut pekerjaan tanpa berbicara sedikit pun, Karena sedang fokus dengan berkas yang berada di depan mereka. waktu makan siang telah tiba, perut citra sedari tadi sudah berbunyi tetapi ia masi diam menunggu vino selesai dengan pekerjaan nya.
__ADS_1
"Kalau sudah lapar, jangan menunggu ku." ujar vino.
"Hehehe, uang." ucap citra.
Vino menutup laptop nya dan bangkit dari kursi kebesaran nya.
"Ayo, ikut dengan ku." ucap vino.
"Mau kemana ka." tanya citra.
Vino tidak menjawab citra, ia langsung menarik tangan citra agar ikut dengan nya.
"Pelan-pelan ka." ucap citra yang kewalahan mengikuti langkah kaki vino.
Aksi mereka berdua sontak mengundang banyak perhatian karyawan kantor vins grup, mereka memang sudah mengetahui jika vino memiliki sekretaris pribadi tetapi mereka tidak tau jika vino dan citra sedekat ini.
Sesampai nya di parkiran vino langsung membuka pintu mobil agar citra segera masuk, setelah citra masuk baru lah vino ikut masuk kedalam mobil.
"Kamu belum menjawab pertanyaan ku, kita mau kemana." tanya citra.
"Kenapa banyak tanya si, aku mau membawa kamu ke hotel." ujar vino yang kesal karena citra yang banyak tanya.
Vino menarik nafas panjang dan melepas nya secara kasar, semenjak kenal dengan citra vino lebih banyak berbicara walaupun ia sama sekali tidak suka banyak bicara.
"Apa kamu tidak mendengar kata daddy tadi, mereka meminta cucu dari kita. Sudah pasti kita wajib memberikan nya, kita akan membuat nya di hotel." ucap vino.
Citra langsung menelan air liur nya secara kasar, ia tidak bisa membayang kan kalau harus melakukan hal seperti itu dengan orang yang belum mencintai nya.
"Apa aku harus memberikan hak nya sekarang." batin citra.
Vino sangat puas ketika melihat citra yang diam seketika, ia lebih suka melihat citra diam tanpa banyak bicara. Setelah beberapa saat vino menghentikan mobil nya di depan restoran yang membuat citra bingung.
"Kenapa berhenti di restoran." tanya citra.
"Kita makan dulu, membuat anak memerlukan energi yang cukup besar." jawab vino.
Dengan polos nya citra menganggukkan kepalah nya, ia ikut turun dari mobil bersama vino. Saat ingin masuk kedalam restoran tangan citra di tarik seseorang.
__ADS_1
"Lepas." ucap citra yang kaget ketika tangan nya di tarik
Bukannya melepas kan tangan citra laki-laki itu malah mempererat tarik kannya, yang membuat citra kesakitan. Vino yang tidak terimah melihat istri nya di perlakukan seperti itu oleh orang lain, tanpa aba-aba memukul wajah laki-laki yang menarik tangan citra.
"Bimo." ucap citra saat melihat wajah laki-kaki itu.
Saat vino ingin memukul nya lagi citra menahan vino agar tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
"Udah ka." ucap citra yang berusaha menenang kan vino.
"Owww jadi ini kelakuan kamu, kamu memutuskan aku untuk mencari laki-laki yang lebih kaya." ucap bimo dengan nada yang sinis.
"Bimo." ucap citra dengan nada yang meninggi.
"Apa aku salah, dasar wanita murahan." ucap bimo dengan nada yang tinggi.
"Plakk" satu tamparan mendarat di wajah bimo.
Bukan hanya tamparan, vino kembali memukul bimo sampai bimo babak belur, citra berusaha menahan vino tetapi usaha nya sia-sia. Jamal yang kebetulan melihat perkelahian itu langsung berlari untuk menahan vino.
"Udah vin." ucap jamal yang berusaha menahan vino.
"Lepas, akan ku habisi laki-kaki busuk itu." teriak vino.
Bimo bangkit dan berjalan menjauh dengan kondisi yang cukup memperhatikan. Citra dan jamal membawa vino masuk kedalam restoran agar vino lebih tenang.
"Siapa laki-laki itu." tanya jamal.
"Mantan ku ka." jawab citra.
Jamal yang mengerti kenapa vino bisa semara itu lebih memilih memberikan waktu citra dan vino berdua. Ia memberi kode ke citra kalau ia akan segara pergi dan citra mengangukan kepalah nya.
"Mau makan apa ka." tanya citra.
"Terserah kamu." jawab vino.
Citra langsung memesan kan maknan yang menurut nya enak dan cocok di makan siang-siang begini. Sedangkan vino masi berfikir kanapa ia bisa semarah itu ketika melihat citra di perilakukan tidak sopan oleh oang lain.
__ADS_1
"Apa aku mencintai nya? tidak mungkin ini hanya sebatas tanggung jawab ku sebagai suami nya." batin vino.