Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 161 S2


__ADS_3

Pil kb.


Putri membalas pelukan dari dini, ia tidak menyangka jika orang tua jamal sebaik ini, rasa kehangatan di keluarga ini sangat terasa.


"Ya sudah mari, tante antar ke dalam kamar kamu, untuk sementara kamar kalian pisah dulu sebelum sah secara agama dan hukum." ucap dini.


"Iya tan, terimakasih." ucap putri.


"Mal, apa dua sahabat mu sudah tau." tanya devan.


"Belum pah, aku akan memberitahu nya." jawab jamal.


"Terserah kamu, yang terpenting jangan sampai media masa tau karena berdampak buruk pada perusahaan." ujar jamal.


"Beres pah." ucap jamal.


Citra dan vino sudah sampai di rumah, mereka sedang berada di dalam kamar. Tampak citra sedang mengering kan rambut nya yang basah, ia meminta tolong vino untuk mengambil kan vitamin rambut di dalam laci samping kasur.


"Dimana be." tanya vino.


"Laci kedua be." jawab citra.


Vino membuka laci kedua, ia mengambil vitamin rambut yang citra minta, saat ingin menutup laci itu vino melihat sesuatu yang mencurigakan.


"Pil kb." ucap vino saat membaca botol itu.


Dengan emosi yang meninggi, vino membanting botol pil kb itu di depan citra hingga botol itu pecah berserakan di lantai.


"Be." ucap citra dengan suara yang gemetar.


"Apa maksud kamu." ucap vino dengan nada yang sangat menekan.

__ADS_1


Citra menundukkan kepala nya, ia tidak berani menatap vino yang sedang emosi, air mata nya perlahan jatuh ketika vino memukul meja rias nya dengan sangat kuat.


"Jawab, aku butuh penjelasan." teriak vino.


"Aku, takut." ucap vino.


"Takut apa, kamu takut hamil anak ku." tanya vino dengan suara yang meninggi.


"Bukannya pernikahan kita berakhir dengan perceraian." ucap citra sambil menatap vino.


"Jadi kamu memang berharap cerai dari ku." ucap vino sambil mencengkam wajah citra.


"Bukannya kamu sendiri yang membuat perjanjian busuk itu. Selama ini aku tidak tau perasaan mu pada ku, apa aku hanya sebagai pemuas hasrat mu aku tidak tau vin." ucap citra sambil menangis.


"Citra." teriak vino sambil kembali memukul meja.


"Aku takut vin, takut. Aku takut kamu meninggal kan ku, aku takut membesar kan anak ku seorang diri, aku takut vin." ucap citra sambil menangis.


"Apa kamu sudah memiliki perasaan pada ku, aku takut ketika waktu itu habis kamu belum mencintai ku, apa aku harus membesar kan anak itu sendiri." ucap citra.


"Dari surat perjanjian bodoh yang kamu buat." ucap citra dan pergi meninggalkan vino.


Citra meninggal vino dengan perasaan yang kacau, tanpa sengaja ia menginjak pecahan botol itu, citra menahan sakit di kaki nya sampai ia benar-benar jauh dari vino.


Citra duduk ruang dapur, sambil membersikan kaki nya dari pecahan botol tadi, rasa sakit di kaki nya tidak seberapa bila di banding kan dengan rasa sakit di hati nya. Bella yang sedang berjalan kearah dapur melihat citra yang sedang menahan sakit di kaki nya.


"Citra sayang, kamu kenapa." ucap bella sambil membantu citra mengoleskan anti septik.


Citra tidak menjawab pertanyaan dari bella, fikirannya melayang tentang perjanjian yang di buat vino dulu, ia tidak menyangka jika hubungan nya dengan vino yang selama ini ia fikir akan baik-baik saja ternyata tidak. Selagi surat perjanjian itu masi ada hubungannya dengan vino tidak akan baik.


"Apa vino yang membuat mu seperti ini." tanya bella.

__ADS_1


Citra yang mendengar nama vino kembali menitihkan air mata nya, bella yang melihat itu langsung memeluk citra dengan erat. Bella mengerti bahwa hubungan citra dan anak nya sedang dalam masalah.


Setelah menumpahkan isi hati nya citra kembali naik keatas kamar nya, ia berniat untuk meminta maaf pada vino karena citra fikir semua ini salah nya. Saat berada di depan pintu citra mendengar percakapan vino dengan seseorang di sambungan telfon, yang langsung membuat hati nya terasa sangat sakit. Citra mendengar jika vino dekat dengan nya hanya berniat untuk membuat cemburu calista, ia juga mendengarkan jika vino tidak mencintai orang itu, yang ia fikir adalah dirinya.


Dengan hati yang terasa sangat sakit, citra berlari keluar dari rumah itu tanpa tujuan yang pasti, citra menyelusuri jalan raya dengan mata yang sembab dan fikiran yang kosong.


Andy dan caitlin sedang bersiap-siap menuju rumah andy, andy sengaja membawa caitlin untuk di perkenalkan oleh keluarga nya.


"Hati-hati ya, an jaga anak om." ucap iqbaal.


"Siap om, kami berangkat dulu ya om tan." jawab andy.


Vino telah selesai dengan orang yang membuat emosi nya naik ke ubun-ubun, saat ia berjalan kearah pintu vino melihat bekas darah yang sudah membeku, dengan langka yang cepat vino keluar dari kamar dan langsung mencari citra.


"Mom lihat citra." tanya vino.


"Tadi dia bersama mommy, kaki nya terluka." jawab bella.


"Terluka, sekarang dimana mom." tanya vino.


"Bukannya dia sudah naik keatas kamar." ucap bella.


"Apa, jangan-jangan dia mendengar percakapan ku tadi. Pasti dia salah paham." ucap vino dan langsung bergegas mencari citra.


"Sayang, kenapa arah rumah kamu mecet begini." tanya caitlin.


"Iya, biasa nya tidak pernah semacet ini." jawab andy.


"Seperti nya ada kecelakaan." ucap caitlin.


"Aku turun dulu, mana tau aku mengenal korban itu, ini masi kawasan perumahan ku." ucap andy.

__ADS_1


Andy berjalan kearah keramaian itu, dengan sedikit usaha andy berhasil menerobos masuk kedalam kerumunan orang itu, dan betapa terkejut nya ia saat melihat siapa korban kecelakaan itu.


"


__ADS_2