
Calvin dan Amanda sedang berada di restoran untuk sarapan pagi. Seperti yang di katakan Calvin tadi pengawal nya langsung turun ke dapur untuk memeriksa makanan untuk Calvin dan Amanda, karena keselamatan Calvin tanggung jawab mereka.
"Amanda, aku belum memiliki nomor mu." Ucap Calvin.
"Tidak perlu nomor ku, jika ada perlu kau tinggal datang saja ke rumah atau apartemen ku." Kata Amanda.
"Aku tidak bisa sembarangan Amanda, mana nomor mu." Ucap Calvin.
"Kenapa kau ingin nomor ku." Tanya Amanda.
"Ya karena agar aku bisa mudah menghubungi mu, dan lagi mana tau kita bisa berpacaran." Jawab Calvin.
"Hahaha kau sedang mencari seorang pacar, cari saja selain aku, aku bukan wanita yang baik." Ucap Amanda.
"Tidak mau, aku ingin dekat dengan mu, cepat berikan."
"Aku serius Calvin, kau tampan, kaya raya hidup mu sangat sempurna, aku bukan wanita Seperti apa yang kau pikirkan."
"Aku bilang aku tidak peduli." Calvin mulai terbawa emosi. Seperti biasa jika emosi nya naik kepala nya akan terasa pusing.
"Aaahhh." Calvin memegang kepala nya.
"Calvin, kau tidak papa." Amanda mendekati Calvin.
"Tidak, aku tidak papa. Jangan membuat ku marah Amanda, aku sulit mengontrol emosi ku dan lagi aku memilki kekurangan di otak ku, kepala ku akan terasa sakti jika aku mulai kehilangan kontrol." Ucap Calvin.
"Maaf, aku tidak bermaksud membuat mu marah." Amanda memeluk Calvin karena merasa bersalah.
__ADS_1
"Tidak papa, aku tau aku tidak pantas untuk mendekati mu." Ucap Amanda.
"Tidak begitu." Amanda mengambil HP Calvin dan langsung mengetik nomor nya.
"Terimakasih." Calvin membalas pelukan dari Amanda.
Tak lama makanan mereka berdua datang, dan mereka berdua langsung menyantap makanan itu karena sudah sangat lapar.
"Calvin, seperti nya nanti sore aku akan pulang ke rumah." Kata Amanda.
"Kenapa pulang, bukan nya kamu masih ingin bersama ku." Tanya Calvin.
"Tidak Calvin, aku harus pulang. Aku tidak enak dengan orang tua ku." Jawab Amanda.
"Aku akan mengantarkan mu pulang." Ucap Calvin yang sebenarnya merasa sangat sedih.
"Kau teman wanita pertama ku, dan aku sangat nyaman berada di dekat mu. Jika kau pulang ke rumah kita akan sulit bertemu." Jawab Calvin.
"Tidak Calvin, kita pasti masih sering bertemu. Rumah ku terbuka dengan lebar untuk mu." Kata Amanda.
Selesai makan mereka berdua memutuskan untuk pergi ke pantai terdekat. Calvin sudah berniat untuk mengatakan perasaan nya pada Amanda, walaupun ia baru bertemu dengan Amanda ia sudah yakin kalau ia sudah jatuh hati pada sosok Amanda.
Mereka berdua larut dalam keceriaan, bermain air laut, membuat Istana pasir hal kecil seperti itu sudah membuat mereka berdua sangat senang.
"Terimakasih Calvin, telah membuat hari-hari ku sangat menyenangkan." Amanda memeluk Calvin dengan erat.
"Amanda, aku ingin mengatakan sesuatu pada mu." Ucap Calvin.
__ADS_1
"Apa itu." Tanya Amanda.
"Seperti nya aku memiliki rasa pada mu, aku mencintaimu Amanda." Jawab Calvin.
"Kau serius, itu cinta bukan obsesi ingin memiliki." Tanya Amanda.
"Iya Amanda aku mencintaimu, apa kamu tidak bisa merasakan detak jantung ku yang selalu tidak beraturan saat di dekat mu." Calvin memegang tangan Amanda dan meletakkan nya di dada nya.
Amanda tersadar yang di katakan Calvin jujur apa ada nya, tapi ia merasa tidak layak untuk Calvin setelah Alka merusak nya.
"Kau tau sebenarnya aku juga merasa nyaman dengan mu." Kata Amanda yang membuat Calvin tersenyum.
"Tapi aku tidak bisa menerima cinta mu, aku bukan wanita yang layak untuk mu, aku sudah rusak Cal." Amanda menahan tangis nya.
Calvin meletakan kepala Amanda di atas dada bilang nya. "Sebenarnya aku tidak peduli kamu wanita yang sempurna atau tidak, tapi jika kamu belum bisa menerima ku, aku tidak masalah, aku tau kamu mempunyai alasan yang kuat menolak ku." Kata Calvin.
Amanda tidak bisa menahan tangis nya, ingatan nya pada saat Alka merusak nya mulai memenuhi otak nya.
"Amanda, sudah jangan menangis, kita masih bisa menjadi seorang sahabat."
"Alka aku membenci mu." Teriak Amanda dalam batin nya.
"Cinta tidak harus saling memiliki, melihat orang yang kita sukai tersenyum sudah cukup membuat cinta itu terasa bahagia." Calvin membuat senyuman di bibir Amanda dengan tangannya.
Amanda mengecup pipi Calvin secara tiba-tiba, yang membuat Calvin terkejut karena ini pertama kali nya Calvin mendapat kan ciuman dari seorang wanita selain keluarga nya.
Sangking terkejut nya Calvin sampai jatuh ke pasir, dengan wajah yang sangat bahagia. Amanda menahan tawa nya saat melihat tingkah aneh brondong nya..
__ADS_1
"Amanda kamu mencium ku." Ucap Calvin sambil memegang wajah nya.