
Hampir saja...
"Bisa bapak jelaskan semua kejadian yang bapak tau..." ucap iqbaal...
"Baiklah akan bapak jelaskan semua yang bapak tau..." ucap pak ramli...
"Nama kamu yang sebenar nya sinta nak, anak dari kakak nya istri saya, 21 tahun yang lalu kejadian dimana keluarga kamu mengalami perampokan saat sedang perjalanan pulang dari rumah sakit, dalam kejadian itu kedua orang tua kamu meninggal dan mayat di buang ke dalam jurang, sedangkan kami fikir kamu juga sudah meninggal tetapi nasib berkehendak lain kamu di temukan oleh seseorang yang sangat luar biasa baik..." ucap pak ramli...
Viona yang mendengar cerita dari pak ramli kembali menagis di pelukan iqbaal, orang yang ingin ia jumpai selama ini ternyata sudah meninggal...
"Mungkin hanya itu yang bapak tau nak..." ucap pak ramli...
"Itu sudah lebih dari cukup pak..." ucap wijaya...
"Bal sebaik nya kamu ajak viona masuk kedalam mobil terlebih dulu..." ucap indah...
Iqbaal pun membawa viona masuk kedalam mobil, kondisi viona sangat tidak memungkikan jika ia berlama-lama di sini karena ia sedang hamil...
"Kamu harus kuat, ini takdir sayang..." ucap iqbaal sambil memeluk tubuh viona...
"Tapi kenapa ka, kenapa harus aku yang mengalami ini..." ucap viona...
"Kita tidak bisa mengatur takdir sayang, ini semua sudah jalan yang di berikan yang maha kuasa..." ucap iqbaal sambil memeluk viona di samping nya...
"Yasudah pak buk, kami pamit pulang dulu, lain kali kami akan datang lagi..." ucap wijaya...
"Terimakasih sudah merawat anak kakak saya dengan baik, semogah kalian semua di berikan keberkahan yang melimpah..." ucap istri pak ramli...
"Amin... Kami pamit..." ucap wijaya...
Mereka semua pun meninggal kan perdesaan tersebut dan langsung kembali ke rumah baru stiven dan juga bella...
Sementara itu di kediaman rumah baru, ariska tampak sedang mengemasi barang nya untuk di masukkan kedalam lemari, dan tiba-tiba aldy datang dari arah belangkang dan langsung memeluk ariska...
"Ka lepas..." ucap ariska sedikit terkejut...
"Tidak, aku nyaman dengan posisi seperti ini..." ucap aldy...
"Lepas ka, jika ada yang melihat kita berdua di kamar begini, bisa salah sangka..." ucap ariska...
"Tidak ada yang akan melihat kita sayang..." ucap aldy...
"Lepas ka, aku sedang merapikan pakaian ku..." ucap ariska...
"Jangan di masukan kedalam lemari, lusa kamu akan pindah ke kamar ku, itu akan membuat mu kerja dua kali..." ucap aldy...
"Terus pakaian ku di letakan dimana..." ucap ariska...
"Bawa tas mu, langsung kita masukkan kedalam kamar ku..." ucap aldy...
"Tidak, aku tidak masalah harus kerja dua kali..." ucap ariska...
"Tidak ada penolakan sayang..." ucap aldy dan langsung membawa koper ariska pergi...
"Ka tunggu..." teriak ariska...
Aldy pun membawa koper ariska menuju kamar nya yang terletak di lantai paling atas, di lantai ini hanya ada dua kamar satu untuk aldy dan yang satu lagi untuk stiven dan juga bella...
"Wah aku baru sadar rumah ini ada lift ya..." ucap ariska...
"Ini untuk mempermudah kamu ketika hamil jika ingin naik ke kamar..." ucap aldy...
"Udah ngomongi hamil aja, nika saja belum..." ucap ariska...
"Emang kalau mau hamil perlu nika ya..." ucap aldy dengan senyuman seribu arti...
"Perlu dong..." ucap ariska...
"Ayo masuk..." ucap aldy...
"Wah besar sekali kamar ini..." ucap ariska...
"Aku mendapatkan kamar ini, perlu perjuangan besar..." ucap aldy...
"Ha maksudnya..." ucap ariska...
"Stiven juga menginginkan kamar ini, untung aku punya berbagai macam alasan yang mendukung..." ucap aldy...
"Kalian selalu berebut hal yang tidak masuk akal..." ucap ariska...
"Sudahlah, ayo kita masuk ke ruang ganti..." ucap aldy...
"Untuk..." ucap ariska...
"Meletakkan pakain mu sayang..." ucap aldy dan menarik tangan ariska menuju ruang ganti...
"Dimana aku harus meletakan pakaian ku..." ucap ariska...
"Terserah kamu, semua lemari milik kita berdua..." ucap aldy...
Ariska membuka satu lemari dan betapah terkejutnya dia saat melihat isi lemari itu, ia pun langsung menutup lemari itu...
__ADS_1
"Kenapa di tutup..." ucap aldy...
"Aku salah membuka lemari, lemari itu berisi celana dalam mu semua..." ucap ariska...
"Salah bagaimana, pakain dalam memang di letakan di sini..." ucap aldy dan kembali membuka lemari itu...
"Kenapa di buka lagi..." ucap ariska dan langsung menutup mata nya...
"Buka mata mu sayang, kamu harus terbiasa bahkan sebentar lagi kamu akan sering memegang nya..." ucap aldy...
"Tapi tidak untuk sekarang..." ucap ariska...
"Ya sudah biar aku yang memasukan pakaian mu dalam ke lamari ini..." ucap aldy sambil membuka koper ariska...
"Jangan..." ucap ariska...
Semua sudah terlambat aldy sudah membuka koper nya dan mengambil salah satu benda keramat...
"Kaca mata ini sangat lucu..." ucap aldy sambil memegang nya...
"Kaca mata konon..." ucap ariska dan langsung menarik kaca mata itu...
"Kenapa kamu ambil, berikan pada ku agar aku tau ukuran pemilik nya..." ucap aldy...
"Mesum..." ucap ariska...
"Wah ternyata nya selerah kamu lucu ya..." ucap aldy dan mengambil barang keramat lainnya...
"Sayang jangan kamu pegang, sekarang kamu keluar biar aku yang menyusun ini semua..." ucap ariska...
"Aku akan membantu mu..." ucap aldy...
"Tidak kamu tunggu di sofa sana..." ucap ariska...
"Baiklah jika perlu bantuan panggil aku..." ucap aldy...
"Nasib punya calon suami mesum..." ucap ariska...
Aldy pun menuju sofa yang berada di dalam kamar itu, ia mengeluarkan hp yang berada di kantong nya dan menghubungi seseorang...
"Siapkan pakaian wanita untuk umur 24 tahun, dan kirim ke rumah saya sekarang..." ucap aldy dan langsung mematikan sambungan telfonnya...
Ariska masi terlihat menyusun pakian nya kedalam lemari, tak butuh waktu lama untuk menyusun pakaian nya karena jumlah pakaian nya hanya sedikit...
Setelah selesai menyusun pakaian itu ariska keluar dari ruang ganti dan manghampiri aldy....
"Sudah ka..." ucap ariska...
"Sebagain pakaian ku berada di rumah lama ku, aku belum sempat mengambil nya..." ucap ariska...
"Tidak perlu di ambil..." ucap aldy...
"Terus aku pakai dong..." ucap ariska...
"Pakai punya ku saja..." ucap aldy...
"Itu tidak lucu sayang..." ucap ariska...
"Siapa yang ingin melucu..." ucap aldy dan menarik tangan ariska menuju dekapannya...
"Aroma tubuh mu wangi sekali..." ucap ariska...
"Jelas dong, aku tidak memakai sabun mandi sembarangan..." ucap aldy...
"Kau begitu sombong, lepas aku ingin buang air kecil..." ucap ariska...
"Apa perlu aku antar..." ucap aldy...
"Tidak sayang..." ucap ariska dan bernajak menuju kamar mandi...
"Bersabar la, hanya perlu manahan dua hari lagi..." batin aldy...
Ariska yang berada di dalam kamar mandi tanpa sengaja menyenggol keran sampai keran air itu patah, hingga membuat air nya mengenai baju ariska hingga basah...
"Sayang, tolong..." teriak ariska...
Aldy yang mendengar teriakkan dari ariska langsung berlari menuju kamar mandi, di dalam kamar mandi aldy melihat ariska sedang menahan keran tersebut agar air nya tidak kemana-mana...
"Tolong aku..." ucap ariska...
aldy pun keluar dari kamar mandi untuk mangembil tali dan kantong plastik...
"Sayang capat...." teriak ariska yang pakainnya sudah basah kuyup...
Aldy kembali dengan membawa tali dan kantong plastik, ia langsung mengikat keran itu agar air nya tidak keluar lagi, butuh perjuangan untuk melakukan itu karena air yang keluar cukup deras...
"Sudah..." ucap aldy...
Kini pakaian mereka berdua basah kuyup akibat kejadian itu. Aldy melihat baju ariska yang tembus pandang membuat junior nya bangun seketika...
"Kamu sengaja melakukan hal ini kan..." ucap aldy...
__ADS_1
"Tidak, untuk apa aku sengaja melakukannya..." ucap ariska...
"Untuk menggoda ku..." ucap aldy dan medekati ariska secara perlahan...
Ariska yang di dekati aldy dengan tatapan yang tidak bisa di arti kan perlahan mundur hingga mentok di dinding kamar mandi...
"Sayang, apa yang ingin kamu lakukan..." ucap ariska...
"Kamu harus membayar nya sayang..." ucap aldy...
Tanpa aba-aba aldy langsung mencium bibir ariska, ariska tampak menolak tapi lama-lama ia terbawah susana juga, mereka pun saling membalas ciuman tersebut...
Stiven dan bella baru sampai di depan rumah, wijaya dan yang lainnya memutuskan untuk langsung pulang karena kondisi viona tidak memungkinkan...
"Dimana ka aldy dan ariska..." ucap bella...
"Perasaan ku tidak enak ni..." ucap stiven...
Mereka saling bertatapan sejenak untuk meyakinkan fikiran mereka, setelah benar-benar yakin bella dan stiven langsung berlari menuju lift untuk kekamar aldy...
Aldy sudah tidak bisa menahan semua nya, nafsu nya sudah di ubun-ubun kepalah tangan nya sudah bergerka kesana-sini merabah setiap inci tubuh ariska. Begitu juga dengan ariska ia tampak menerimah semua perlakuan yang di berikan aldy...
Aldy membawa ariska menuju ranjang dan menidurkan nya secara perlahan, saat ingin melepaskan pakianya tiba-tiba pintu kamar nya ada yang mengetuk dan meneriaki namanya...
"Aldy... Al.. Keluar..." teriak stiven...
"Ka, awas ya sempet terjadi hal yang tidak diinginkan akan ku laporkan bunda..." teriak bella...
Ariska yang tersadar mereka sudah bergerak cukup jauh langsung mondorong tubuh aldy dari atas tubuh nya...
Tampak ariska dan aldy sedang duduk di sofa dengan pakaian yang masi basah, stiven dan bella berdiri di hadapan mereka berdua dengan tatapan mematikan...
"Bisa kalian jelaskan ini semua..." ucap stiven...
"Ini semua tidak seperti yang kalian fikirkan..." ucap ariska...
"Tidak sesuai apanya, jelas-jelas kalian sedang berada di dalam kamar berdua dengan pakaian seperti ini dan lagi kenapa ranjang itu basah..." ucap bella menumpahkan kekesalannya...
"Iya.. ini sesuai dengan fikiran kalian..." ucap aldy santai...
"Ka..." ucap ariska...
"Mereka juga tau sayang, memang itu kan yang ingin kita lakukan..." ucap aldy...
"Cetak..." stiven menyentil dahi aldy dengan cukup kuat...
"Aaauuuww... Sakit bodoh..." ucap aldy...
"Seharus kau ku lempar dari atap rumah ini, baru beberapa jam kalian berada di rumah ini sudah ingin mengotori nya..." ucap stiven...
"Iya aku salah..." ucap aldy...
"Kalian memang salah, jika kami tidak cepat pulang ntah apa yang akan terjadi..." ucap bella...
"Ya kami berdua akan melakukan nya..." ucap aldy dengan santai...
"Cetak..." Stiven kembali menyentil dahi aldy...
"Berhenti melakukan itu..." ucap aldy...
"Akan ku laporkan pada bunda, dan lihat apa yang akan terjadi..." ucap bella...
"Kamu sangat pintar mengancam ku ya dek..." ucap aldy...
"Kenapa baju kelian berdua bisa basah seperti itu..." ucap stiven...
"Ini semua salah mu, kenapa kau membeli rumah jelek ini..." ucap aldy...
"Salah ku bagiamana kau sendiri yang memaksa memilih kamar ini..." ucap stiven...
"Sudah aku pusing dengan kelakuan kalian berdua, ris sekarang kamu turun dan ganti baju mu nanti kamu masuk angin..." ucap bella...
"Tapi baju ku berada di sini..." ucap ariska...
"Kalian berdua sungguh terlaluh, ayo ikut aku pakai pakaian ku saja, mas kamu urus kakak ipar mu ini..." ucap bella dan pergi meninggalkan kamar itu...
"Makannya punya otak tu di pakai jangan nafsu terus kau gedekan..." ucap stiven...
"Kenapa kau datang di waktu yang tidak tepat..." ucap aldy...
"Aku datang di waktu yang tepat oon..." ucap stiven...
"Sudahlah aku ingin menggantikan pakaian ku..." ucap aldy...
"Dia teralu lama menahan semua ini..." batin stiven...
Hay.. hay.. hay...
Maaf telat up, dari kemarin up nya susah sekali, tidak lolos review...
Jangan lupa mampir ke Iqbaal dan dara (bukan cinta biasa)
__ADS_1