
(maaf kalau tidak sesuai keinginan kalian)
Kenapa mirip dengan ku...
Viona dan bella yang mendengar suara langkah kaki langsung menatap ke arah sumber suara tersebut, bella dan viona terkejur saat melihat wajah aldy, begitu juga dengan aldy ia sangat terkejut ketika melihat wajah bella...
"Deg..." jantung mereka seakan berhenti berdetak, mereka saling menatap sampai beberapa detik...
"Ka, kenapa kalian begitu mirip..." ucap viona...
Bella tidak menanggapi ucappan dari viona, ia masi tetap menatap mata aldy seakan ia memiliki ikatan batin yang sangat kuat...
"Ka..." ucap viona dengan sedikit berterika...
"Iya ada apa..." ucap bella dan langsung mengalihkan pandangan nya kearah lain...
"Kenapa kalian begitu mirip..." ucap viona...
"Aku juga tidak tau, aku perna baca artikel bahwa di dunia ini kita memiliki kemiripan wajah dengan orang lain..." ucap bella...
"Apa itu benar..." ucap viona...
"Aku tak tau viona, yang ku tau sekarang aldy memiliki tatapan yang begitu tajam dan dingin, seperti kakak mu dulu..." ucap bella...
Aldy tampak memandangi bella dengan teliti, ia masi terheran melihat kemiripan wajah mereka...
"Kenapa wajah kami begitu mirip, bahkan dia sangat mirip dengan bunda..." batin aldy...
"Se.. selamat datang tuan..." ucap bella yang memecahkan ketegangan di antara mereka....
Aldy tidak menjawab ucappan dari bella, ia perlahan mendekati bella dan viona lalu duduk di depan mereka dengan wajah yang super duper tidak bisa di artikan...
"Saya perwakilan dari..." belum bella menyelesaikan ucappan nya aldy langsung memotong ucappan dari bella...
"Dimana tuan mu stiven, oh apa dia sudah tidak punya nyali untuk menemui ku..." ucap aldy dengan nada yang menekan...
"Bukan begitu tuan..." ucap bella...
"Atau dia sudah tidak mempunyai wajah karena perusahaan nya bangkrut..." ucap aldy...
"Jadi tuan sudah mengetahui nya, apa jangan-jangan ini ulah anda..." ucap viona...
"Jaga omongan mu gadis kecil, aku memang membenci stiven tetapi aku tidak akan melakukan hal serendah itu..." ucap aldy dengan nada yang meninggi...
Viona dan bella yang mendengar ucappan aldy yang mulai meninggi langsung terdiam seketika, jantung mereka berdetak lebih cepat...
"Maaf tuan, adik saya kurang sopan..." ucap bella...
"Siapa nama mu..." ucap aldy...
"Saya tuan..." ucap viona...
"Bukan, setan..." ucap aldy...
"Vi.. viona tuan..." ucap viona...
"Viona, bukannya kau adik nya stiven, maksud saya adik angkat nya stiven..." ucap aldy...
__ADS_1
"Iya tuan, ada benar..." ucap viona...
"Maaf tuan, seperti nya itu tidak penting di untuk di bahas, langsung saja tujuan saya kesini ingin....
"Meminta bantuan ku, untuk membantu vins grub agar tidak bangkrut..." ucap aldy yang memotong ucappan dari bella...
"Dasar manusia rendahhan, apa dia tidak bisa meminta nya langsung ke pada ku, ooo aku tau apa dia takut menjumpai ku karena perbuatan masah lalu nya..." ucap aldy dengan nada merendahkan...
"Anda hanya salah paham..." ucap bella...
"Jangan pernah ikut campur dalam masalah itu..." ucap aldy...
"Tapi benar, anda hanya salah pahan..." ucap bella...
"Diam..." teriak aldy sambil memukul meja...
Bella langsung terdiam tanpa bersuara sedikit pun, ternyata aldy lebih menakutkan dari sifat suami nya dulu...
"Maaf..." ucap bella...
"Tut... tut... tut...." suara hp milik aldy...
Aldy pun menjauh dari bella dan viona untuk mengangkat sambungan telfon tersebut...
"Ka bagaimana ini, sepertinya dia tidak akan membantu kita..." ucap viona...
"Tenang la..." ucap bella...
Tak lama aldy kembai mendekati bella dan juga viona...
"Saya mohon tuan, hanya anda harapan kami..." ucap viona...
"Dengar, jangan kan kalian stiven sendiri yang berlutut di hadapan ku, aku tetap tidak akan perna membantu nya sedikit pun..." ucap aldy dengan nada yang tinggi dan pergi meninggalkan bella dan viona...
Bella yang melihat aldy ingin pergi langsung berlari dan memeluk kaki aldy sambil memohon...
"Saya mohon tuan, bantu kami..." ucap bella sambil memeluk kaki aldy...
Aldy yang melihat bella memeluk kaki nya, ntah mengapa ada perasaan tidak tega di hati nya namun ia langsung berusaha menghempaskannya...
"Lepas kan kaki ku..." ucap aldy...
"Saya mohon tuan, bantu kami..." ucap bella sambil menagis...
"Apa sebegitu penting vins grub di mata mu, sehingga kau rela berlutut di hadapan ku..." ucap aldy dengan nada yang sinis...
"Sangat penting tuan lebih penting dari harga diri ku..." ucap bella sambil menangis...
Aldy yang melihat bella managis di kaki semakin tidak tega melihat nya, ia mendorong bella dari kaki hingga bella terhempas dari kaki aldy, aldy yang malihat bella sudah tidak ada di kaki nya langsung segera berjalan menjauhi bella sebelum perasaan aneh nya datang lagi...
"Ka bella..." ucap viona dan langsung berlari membatu bella berdiri....
"Tuan tunggu..." ucap bella sambil berusaha berdiri walapun kaki nya terasa nyerih...
"Ka sudah, dia tidak ingin membantu kita..." ucap viona...
"Tidak viona, aku yakin dia pasti mau membantu kita..." ucap bella dan berlari mengejar aldy...
__ADS_1
"Tunggu ka..." ucap viona dan berlari mengejar bella....
Aldy sudah tampak menjauh mendekati jalan raya, bella terus berlari mendekati aldy, saat di tenga jalan naas nya ia terjatuh dan kaki nya terluka...
"Ka ada mobil..." terika viona dan berusaha berlari sekencang mungkin...
Bella yang melihat mobil medekati nya dengan kecepatan cukup tinggi, ia berusaha berdiri tetapi tidak bisa kaki nya terasa behitu nyeri...
"Aaaaaaaakkkkkm....." teriak bella....
"Bell... Bellaaaaaaa...." teriak stiven yang tiba-tiba terbangun dari tidur panjang nya...
Indah, iqbaal dan wijaya yang melihat nya langsung berlari mendekati stiven...
"Stive... kau sudah sadar..." ucap indah...
Stiven tidak menanggapi indah, otak dan perasaan nya terus di penuhi nama bella, ia melihat kanan dan kiri untuk mencari bella, namun ia tidak menemukan nya...
"Mah bella dimana..." ucap stiven....
"Bella...." ucap indah ragu...
"Dimana, bella dimana..." ucap stiven...
"Bella sedang tidak ada disini stive, dia ada di luar..." ucap wijaya...
"Aku harus mencari nya..." ucap stiven dan berusaha bangkit dari situ, tetapi tubuh nya tidak kuat untuk melakukan itu...
"Stive, tenang nanti pasti bella kembali kesini..." ucap indah...
"Mah perasaan ku tidak enak, aku mau bella segera kesini mah..." ucap stiven dengan air mata yang menetes di pipi nya...
"Tenang stive, nanti bella mamah telfon, sekarang kamu istirahat dulu ya..." ucap indah...
"Enggak mah, aku mau ketemu bella..." ucap stiven...
"He bodoh, cari bella sekarang..." teriak stiven menatap ke arah iqbaal...
Iqbaal tidak bergerak dari tempat nya ia membalas tatapan stiven dengan tatapan seduh, stiven yang merasa ada yang tidak beres kembali berontak...
"Katakan dimana bella..." teriak stiven...
"Bella sedang berada di new york..." ucap wijaya karena menurut nya percuma menutupi semua nya, ikatan mereka terlalu kuat...
"Apa new york, aku harus menjemput nya..." ucap stiven kaget dan berusaha bangkit...
"Stive tenang la..." ucap indah dan memeluk nya dengan kencang...
"Mah.. perasaan ku tidak enak aku, harus menjemput nya..." ucap stiven...
"Stive, Bella kesana demi kita semua, kamu harus tenang..." ucap indah dengan masi memeluk stiven...
Stiven tidak bergemi dari pelukan indah, ia menangis di perluakan indah sambil menangis menumpahkan semua yang di rasa kannya...
Maaf cuma hp sikit, author mau sekolah.. hehehe...
Maaf banyak typo ntar author edit, buru-buru soal nya...
__ADS_1