Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 184


__ADS_3

"Bagaimana yah, apa sudah ketemu," tanya Vino.


"Kau kira gampang mencari seseorang tanpa petunjuk," ucap Stiven.


"Kau benar-benar bodoh, ntah dimana otak mu. Sudah paman katakan jangan percaya dengan orang baru," kata Iqbaal.


"Maaf paman, aku tidak tau jika akan seperti ini," ucap Vino.


"Apa ulah si pelatih Noya itu," tanya Andy.


"Iya an, dia yang membawa Nathan pergi," jawab Vino.


"Aku menemukan nya, ahh mereka kira aku bodoh," ucap Iqbaal.


"Hey kau tidak terlalu memaksa otak mu kan, ingat kau sudah tua," kata Stiven.


"Jangan bercanda ayo cepat. Kau mau kehilangan cucu mu lagi," ucap Iqbaal.


Mereka semua langsung pergi ke tempat Nathan dan Marvin di sekap. Iqbaal memang sangat jago dalam hal melacak seseorang.


"Marvin, jangan lakukan itu Marvin," ucap Nathan.


"Jika aku yang mengorbankan diri ku, kau mau kehilangan keperjakaan mu. Kau mau aku di salahkan lagi oleh ayah," kata Marvin.

__ADS_1


Marvin pergi ke salah satu kamar bersama dengan Noya. Di dalam kamar Noya langsung menyerang bibir Marvin dan dengan kegilaan nya dengan **** Marvin langsung membalas ciuman itu.


"Aku ingin buang air dulu," ucap Marvin.


"Kau Benar-benar luar biasa. Cepatlah aku menunggu mu," kata Noya.


"Cih bibir nya tidak ada rasa manis sama sekali," ucap Marvin sambil mencuci mulut nya dengan air.


Marvin mencari sesuatu yang bisa membantu nya ke luar dari sini. Marvin melihat paku yang cukup besar dan langsung tau apa yang harus ia lakukan.


"Kau habis di tangan ku wanita busuk," ucap Marvin.


Marvin kembali ke luar dari kamar mandi, tanpa banyak bicara Marvin kembali menyerang Noya, ia ingin membuat Noya lengah. Agar muda menyerang nya.


"Apa itu," ucap Noya.


Marvin kembali mencium bibir Noya agar Noya tidak memperdulikan di sekitar nya. Ia tau pasti suara tembakan itu berasal dari keluarga nya.


"Berhenti atua anak mu akan mati." Mereka menggunakan Nathan untuk menghentikan Vino dan yang lainnya.


"Cih aku paling tidak suka di situasi seperti ini," ucap Iqbaal.


Dengan terpaksa Vino dan yang lainnya langsung berhenti bergerak. Vino benar-benar tidak terima melihat tubuh Nathan yang sudah terluka.

__ADS_1


Marvin sudah sampai di atas dua bukit milik Noya, ia merasa sangat bangga dengan kemampuan nya yang sangat mudah membuat wanita bertekuk lutut pada nya.


"Ahhhkkkkk," teriak Noya saat paku yang Marvin bawa menancap di tubuh nya.


"Kau tau tubuh mu tidak enak," kata Marvin dan terus menusuk tubuh Noya. Tangan nya bergerak memukul pundak Noya sampai Noya jatuh pingsan.


Marvin merapihkan kembali pakaian nya sebelum keluar dari ruangan itu, karena adik nya sudah bangun karena wanita gila itu.


"Aku membutuhkan ini," Marvin mengambil pistol milik Noya.


"Ayah tolong aku yah," ucap Nathan.


"Iya Nat, tenang lah. Ayah pasti menyelamatkan mu," kata Vino.


Iqbaal tersenyum saat melihat Marvin yang jalan mengendap ngendap sambil membawa pistol.


"Satu dua tiga."


Dorr... Satu tembakan melesat ke arah pria yang sedang mengancam Nathan.


Dengan cepat Iqbaal dan yang lainnya kembali mengambil senjata mereka dan langsung membabat abis semua musuh mereka.


"Ayah," Nathan langsung berlari ke arah Vino.

__ADS_1


__ADS_2