
"Kalian membicarakan ku," tanya Marvin.
"Dia datang Nat, diam jarang beri tau dia kita sedang apa," kata Vino.
"Ayah kapan kau pulang, kalian senang sekali membicarakan ku." Marvin ikut naik ke atas kasur dan langsung memeluk Vino.
"Aku sangat merindukan mu yah, aku ingin selalu bersama mu," ucap Marvin.
"Kau seperti anak kecil Marvin, aku saja bosan bersama dengan ayah," kata Nathan.
"Ya karena kau sedari kecil bersama nya, sedangkan aku baru beberapa bulan bersama nya, itu pun dia sangat sibuk dan kami jarang berbicara bersama," ucap Marvin.
"Sudah berhenti lah berdebat, aku masih di sini tidak akan kemana-mana," kata Vino.
"Marvin ayah baru saja membicarakan diri mu dengan Vira, tente mu," ucap Vino.
"Kenapa yah, ada yang salah dengan ku," tanya Marvin.
"Kau tau aku rasa penyakit hiper mu itu sudah di rencanakan," jawab Vino.
"Rencanakan bagaimana, jelas kan dengan benar," ucap Marvin.
"Salah bukan di rencanakan tapi sudah takdir, karena Kevin kau kenal Kevin paman mu," kata Vino.
"Yang kemarin datang ke kamar ku, yang mengaku seorang hiper juga," ujar Nathan.
__ADS_1
"Iya aku ingat, bagaimana bisa karena dia, apa dia menyuntikkan sesuatu di burung ku," tanya Marvin.
"Tidak seperti itu Marvin, dulu ayah dan Kevin berselisih paham kami berdua bertengkar hebat karena keegoisan ayah Kevin bersumpah jika salah satu anak ayah pasti akan menjadi seorang hiper. Awal nya ayah tidak percaya karena Nathan baik-baik saja tapi saat kau datang ayah jadi teringat akan sumpah itu dan tadi baru ayah bahas dengan tante mu," jelas Vino.
"Mungkin ada hubungannya nya si, tapi jika tidak karena didikan ayah angkat Marvin yang salah Marvin tidak akan seperti ini,' ujar Nathan.
"Itu yang ayah katakan tadi semua sudah takdir, hal itu sudah tidak masalah lagi Marvin sudah menikah dan bebas menancap anu nya kapan saja," kata Vino.
"Aku kapan menikah yah, aku juga ingin seperti Marvin, sudah bisa enak-enak," tanya Nathan.
"Kau jangan menikah dulu, kau saja tidak benar mencari pasangan," ujar Marvin.
"Nah itu yang ingin ayah tanyakan, kenapa kau biasanya dekat dengan wanita itu," tanya Vino.
"Jadi bibir ini sudah tidak suci lagi, apa kau masih perjaka," tanya Vino.
"Kalau bibir ini jangan tanya lagi yah, sudah pasti sudah kena ke beberapa wanita, tapi kalau masalah anu ku aku berani jamin dia masih suci 100 persen," jawab Nathan.
"Itu yang aku harapkan, ingat Nathan kau mempunyai beban yang lebih berat dari pada Marvin. Kau tidak lupa tujuan awal ayah menyekolahkan mu sampai ke luar negeri," tanya Vino.
"Iya iya aku tidak akan melupakan nya, aku akan berusaha untuk mendapatkan jabatan itu sebelum aku menikah," kata Nathan.
"Semangat Nat, kau orang yang hebat aku yakin kau pasti bisa," ujar Marvin.
"Mulai besok kalian berdua akan masuk ke Vins grup," kata Vino.
__ADS_1
"Ayah aku, aku juga tapi aku tidak tau apa-apa tentang bisnis," ucap Marvin.
"Tenang ada Nathan dan yang lainnya, kau akan belajar di sana," kata Vino.
Sementara itu Calvin berjalan masuk ke dalam kamar Piter, ia tidak jadi tidur lagi karena teringat jika ia membawa Piter ke rumah ini.
"Calvin kau lama sekali," ucap Piter.
"Ada apa, kau lapar," tanya Calvin.
"Iya aku lapar, aku juga bingung harus berbuat apa di sini," jawab Piter.
"Ya sudah ayo kita sarapan, pasti sudah banyak makanan enak di meja makan," ucap Calvin.
Saat sedang berjalan ke arah ruang makan, mereka berdua berpapasan dengan Alka yang sedang membawa anak nya.
"Wah anak mu semakin menggemaskan Alka," kata Calvin.
"Kau sudah pulang, sejak kapan," tanya Alka.
"Kemarin malam, oh iya perkenalkan dia adik ku," ucap Calvin.
"Adik mu, jangan bercanda kau anak tunggal," kata Alka.
"Iya aku memang anak tunggal mommy ku, tapi dia anak dari ayah kandung ku jadi tetap saja dia adik ku," ucap Calvin.
__ADS_1