
"Besar sekali," batin Calvin.
"Pelan-pelan, ciuman mu terlalu ganas," ucap Sisil
"Kau bukan seperti wanita penghibur, sekarang aku sudah benar-benar bernafsu. Tiga bulan lebih aku tidak mengeluarkan benih ku, sekarang aku ingin melakukan nya dengan mu," kata Calvin.
Calvin mulai merangkak naik ke atas tubuh Nila, sambil membuka baju nya dan membuangnya ke sembarang arah. Sisil menelan air ludah nya dengan kasar saat melihat bentuk tubuh Calvin, karena ini yang Sisil harapkan selama ini, pria bertubuh atletis bukan buncit.
"Tutup mulut mu sayang," ucap Calvin sambil membuka kancing baju Sisil.
Mata Calvin terbelalak saat melihat bukit indah yang masih tertutup dengan kaca mata berwarna merah nya. Ukuran nya hampir 2 kali lebih besar di banding kan milik Nila.
"Cup," Calvin mencium bagian atas bukit itu.
"Dia Nila," ucap Calvin. Calvin yakin sangat hafal dengan tubuh istri nya, walaupun mengalami perubahan Calvin masih melihat tanda tai lalat yang memang cukup banyak di bagian perut Sisil seperti istri nya dulu.
"Maaf aku tidak tau kenapa aku memiliki banyak tai lalat kecil seperti itu," ucap Sisil.
"Aku suka," kata Calvin sambil menarik kaca mata Nila sambil memperlihatkan dua benda yang ingin sekali Calvin lahap.
__ADS_1
Dengan cepat Calvin langsung melahap dua benda itu, Calvin benar-benar melahap nya dengan sangat rakus seperti bayi yang sudah lama tidak mendapat kan asi.
"Uhuk uhuk uhuk." Calvin tersedak karena terlalu berusaha memasukan semua nya ke dalam mulutnya padahal sama sekali tidak maut.
Tubuh Sisil menegang, tangan nya meremas kuat seprai karena merasakan sensasi yang luar biasa. Saat sedang enak-enak nya tiba-tiba Sisil merasakan ada yang mengalir di bawa sana.
"Maaf tuan, maaf sekali. Aku datang bulan," ucap Sisil.
"Bagaimana bisa, aku sudah sangat bernafsu dan kau harus tanggung jawab," kata Calvin.
"Tapi kita tidak bisa melakukan nya saat aku datang bukan," ucap Sisil.
"Mana tidak ada, tidak ada tanda merah," ucap Calvin.
"Mungkin belum tembus," kata Sisil.
"Mana ada seperti itu, aku laki-laki dewasa dan aku tau problem seperti ini," ucap Calvin sambil kembali menurunkan pertahanan terakhir Sisil.
"Calvin," ucap Sisil.
__ADS_1
"Tidak ada Sisil, wah kau berhutan aku harus membela hutan ini," kata Calvin sambil mendekati sarang baru nya itu.
"Bagaimana mungkin," Tanya Sisil.
"Mungkin itu cairan pelumas, dan milik ku sudah bisa masuk ke dalam," jawab Calvin.
Saat itu juga Calvin langsung membuka semua pakaian nya, mata Nila langsung terpejam saat melihat milik Calvin yang sudah sangat gagah.
"Pelan ahh sakit," ucap Sisil.
"Sakit kata mu, seharusnya tidak," kata Calvin sambil mendorong milik nya sangat kuat.
"Akkhhhh sakit," teriak Sisil.
"Kau Nila bukan Sisil, aku dapat merasakan nya, maaf sayang maafkan ku," Calvin mendiamkan milik nya di dalam sana. Dan setelah Sisil tenang akhirnya Calvin mulai menggerakkan pinggul nya untuk menggapai surga dunia.
"Nila kau Nila, sayang aku mencintaimu sayang," ucap Calvin.
Setelah beberapa jam akhirnya Calvin mengeluarkan benih nya di dalam sana, mata Sisil terbelalak dan langsung ingin mendorong Calvin karena ia tau hal itu sangat di larang tuan nya. Calvin malah menakan milik nya lebih dalam agar benih nya masuk secara sempurna.
__ADS_1
"Kau Nila," ucap Calvin dan jatuh di atas tubuh Sisil.