
"Sayang." Tangan Calvin bermain di atas perut Nila untuk membangun kan istri nya.
Nila hanya menggeliat tanpa membuka mata nya, karena Nila sangat lelah akibat bermain dengan Calvin malam tadi. Nila meletakkan kepala nya di atas dada bidang Calvin sambil memeluk nya, posisi ini benar-benar nyaman bagi Nila.
"Sayang, ini sudah siang, ayo bangun." Ucap Calvin.
"Hmmmm." Gumam Nila.
"Sayang bangun atau kita akan bermain lagi." Ucap Calvin.
"Ha apa aku sudah bangun sayang." Nila mengedip ngedip kan mata nya.
"Hahahaha kamu kenapa, takut bermain dengan ku lagi." Tanya Calvin.
"Milik ku sangat sakit, kamu sangat kasar." Jawab Nila.
"Sakit, apa masih sangat sakit." Tanya Calvin.
Nila menganggukkan kepala nya sambil menunjukkan wajah imut nya.
"Sakit sayang." Jawab Nila.
"Maaf, aku kasar atau milik ku yang terlalu besar? "
"Milik mu besar dan kuat." Bisik Nila.
"Hahaha jangan menggoda ku sayang, kita kesiangan pasti mereka semua bertanya-tanya kenapa kita belum keluar kamar."
"Tubuh ku." Nila melihat tubuh nya yang penuh dengan bercak merah.
"Kenapa, kamu tidak suka, dengan tanda itu."
"Bukan begitu sayang, sudah-sudah sekarang bantu aku ke kamar mandi." Ucap Nila.
"Baik lah, kita mandi bersama." Calvin menggendong Nila masuk ke dalam kamar mandi.
"Dimana Calvin, kenapa aku belum melihat nya." Batin Alka.
"Sayang, apa kamu melihat Nila." Tanya Amanda.
"Tidak, Calvin juga belum menampakkan batang hidung nya, seperti nya mereka belum keluar kamar." Jawab Alka.
__ADS_1
"Apa mereka berdua melakukan malam pertama m." Ucap mereka berdua dengan kompak.
"Sayang, kita satu pemikiran, akhirnya si bocah polos itu bisa juga melakukan nya." Kata Alka.
"Kamu yang mengajari nya sayang? "
"Dia hanya banyak bertanya dengan ku, kamu tau kamu begitu cepat dengan padahal aku dengan nya baru beberapa hari baikan." Ucap Alka.
"Calvin orang yang baik kan sayang." Kata Amanda.
"Dia baik, manja, sikap gengsi nya sangat besar. Aku juga baru tau jika Calvin bukan orang sembarang tadi kata kak Andy, Calvin berasal dari keluarga marvel keluarga yang sangat terpandang. Bahkan aku harus berhati-hati pada nya, jangan sampai membuat nya marah." Ucap Alka.
"Tidak heran, kenapa dia sangat di jaga oleh banyak pengawal."
"Kak sakit pelan-pelan jalan nya." Ucap Nila.
"Jika manja seperti ini kamu sangat lucu." Kata Calvin.
Calvin membantu Nila memakai kan pakaian nya, sedangkan diri nya sudah bisa memakai pakaian sendiri alias tidak ada yang membantu karena Nila nya.
"Setelah berpakaian, baru lah mereka berdua keluar dari kamar untuk sarapan walaupun hari sudah menjelang siang.
"Itu mereka." Ucap Amanda.
"Iya ada apa, nanti akan akan menemui ku." Kata Calvin.
Ternyata di lantai dasar sudah ada dokter dan orang dari keluarga Marvel yang sedang menunggu Calvin, Vino cukup terkejut dengan kehadiran mereka semua. Setelah mendengar penjelasan dari dokter baru lah Vino dapat memahaminya.
"Aku tidak mengetahui jika menantu ku sedang sakit." Batin Vino.
"Siapa mereka, kenapa ramai sekali." Tanya Nila.
"Aku mengenali nya, kita sarapan dulu setelah itu kita menemui mereka." Jawab Calvin.
Setelah selesai sarapan, Calvin dan Nila bergabung dengan yang lainnya, Calvin tidak habis pikir jika mommy nya sangat cepat mengirim kan dokter, pasti pengawal nya kemarin yang menceritakan tentang diri nya kemarin.
"Ikut dengan anda." Tanya Calvin.
"Iya tuan, pemeriksaan untuk kepala anda tidak sembarangan. Hanya sebentar setelah itu kita kembali lagi ke sini." Jawab Dokter.
"Pergi lah, aku akan menunggu mu, beri aku ketenangan." kata Nila.
__ADS_1
Calvin dan dokter serta beberapa orang dari keluarga Marvel meninggal kan rumah Vino menggunakan helikopter.
"Apa suami nya sakit parah Nila." Tanya Vino.
"Tidak tau yah, hanya saja ia sering mengeluh kan rasa sakit di kepala nya." Jawab Nila.
"Apa sampai demam, atau sejenis nya. Dulu paman mu Kevin juga mengalami hal yang sama dan dia menderita kanker otak."
"Tidak sampai demam, hanya saja ia sering melupakan sesuatu." Kata Nila.
Setelah satu jam berlalu Calvin datang kembali ke rumah Vino, tetapi wajah nya seperti orang yang ketakutan. Calvin langsung memeluk Nila dengan sangat erat.
"Maafkan aku." Calvin menangis di dalam pelukan Nila.
"Ada apa kak, kenapa." Tanya Nila.
"Mungkin saya yang akan menjelaskan nya." Ujar Dokter.
Vino memanggilnya yang lainnya karena seperti nya penjelasan dari dokter cukup serius, setelah semua berkumpul baru lah dokter menjelaskan apa yang terjadi pada Calvin.
"Calvin menderita penyakit yang cukup langkah dan bisa di katakan berbahaya untuk keselamatan nya. Sebenarnya kami ingin merahasiakan penyakit ini pada Calvin atau kalian semua. Tapi Calvin sudah mengetahui nya dan percuma saja kami merahasiakan nya."
"Sakit apa dok." Tanya Alka.
"Ensefalitis." Jawab dokter.
"Apa itu dok." Tanya Nila.
"Kasus yang ringan mungkin tidak menimbulkan gejala atau memiliki gejala seperti flu ringan. Kasus yang berat dapat mengancam jiwa. Penanganan medis segera diperlukan untuk gejala seperti kebingungan, halusinasi, kejang, lemas, dan kehilangan kemampuan mengindera.
Mungkin tidak menunjukkan gejala, namun orang dapat mengalami:
Area nyeri: otot
Otot: kontraksi otot ritmik, koordinasi bermasalah, otot lemas atau gaya jalan tidak stabil
Seluruh tubuh: demam, kehilangan selera makan, kelelahan atau malaise
Kognitif: disorientasi, kebingungan mental atau tingkat kesadaran berubah
Gastrointestinal: mual atau muntah
__ADS_1
Psikologis: berhalusinasi atau penurunan kesadaran
Juga umum: iritabilitas, kejang, sensasi sentuhan berkurang atau sensitif terhadap cahaya, sakit kepala, leher kaku"