Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 151


__ADS_3

"Kita dimana," tanya Calvin.


"Kita akan bergabung dengan teman-teman ku, jangan khawatir Calvin aku ada bersama mu, aku akan menjaga mu Calvin," jawab Piter.


Mereka berdua keluar dari mobil dan langsung bergabung dengan teman-teman Piter, banyak minuman beralkohol di sini, bukan hanya itu banyak juga wanita yang memakai baju kurang bahan di malam hari.


"Piter," ucap Calvin.


"Tetap bersama ku, kita tidak akan lama," kata Piter yang berusaha meyakinkan Calvin.


Calvin selalu duduk di samping Piter, ia di kenalkan oleh Piter dengan teman-teman nya, tetapi seperti biasa nya Calvin menolak bersentuhan dengan wanita.


"Dia sangat anak rumahan Piter," ucap Jack.


"Kalian tau, dia anak bangsawan kalian tau gedung Marvel grup ini pewaris nya, kalian tidak sebanding dengan nya," kata Piter sambil menepuk pundak Calvin.


Calvin sangat merasa tidak nyaman, ia masih membiarkan Piter minum bersama teman-teman nya, karena menurutnya itu masih hal yang wajar, walaupun ia sangat tidak suka alkohol Calvin pernah meminum nya sampai mabuk karena ulah Alka.


Sampai tiba teman-teman Calvin memberikan barang haram untuk Piter, Piter yang sudah terpengaruh Alkohol langsung mengambil nya.


Calvin tau hal yang ingin dilakukan Piter sudah di luar batas, ia mengambil barang haram itu dan langsung menginjak-injak nya.

__ADS_1


"Calvin," bentak Piter.


"Kau sudah kelewatan, aku memberi mu uang bukan untuk barang ini, ayo kita pulang," kata Calvin.


Calvin menarik paksa Piter, tetapi tangan Piter di tahan oleh seorang wanita dan langsung menarik Piter sampai mereka berdua jatuh ke atas sofa.


Wanita itu mencium bibir Piter dengan sangat agresif, dengan senang hati Piter membalas ciuman itu. Calvin benar-benar geram dengan wanita ia mendekati nya dan langsung kembali menarik Piter.


"Jangan dekati saudara ku, kau wanita kotor," ucap Calvin.


"Calvin aku ingin bersenang-senang," kata Piter.


"Kau diam, ayo kita pulang," ucap Calvin.


"Calvin aku mau muntah," ucap Piter.


"Diam, tunggu sampai rumah," kata Calvin.


Sesampainya di rumah Calvin menyeret paksa Piter menuju kamar nya, di dalam kamar Calvin melemparkan Piter ke dalam kamar mandi.


"Kau benar-benar gila Piter," ucap Calvin yang sangat kesal.

__ADS_1


Calvin mengganti pakaian nya dengan pakaian baru, Ia menunggu Piter keluar dari kamar mandi, terapi setelah sekian lama menunggu, Piter tidak keluar dari kamar mandi, Calvin memutuskan melihat Piter yang tidak Keluar-keluar dari kamar mandi.


"Ah sial, kenapa aku memiliki saudara seperti nya," ucap Calvin saat melihat Piter yang sudah pingsan dengan di penuhi muntah.


Dengan berat hati Calvin membersihkan semua nya, setelah semua nya bersih ia membanting Piter ke atas kasur dan langsung tidur tanpa memakaikan Piter pakaian.


"Ayah aku tidak enak hati membiarkan Calvin bersama ayah nya," kata Vino.


"Kenapa begitu, dian seperti nya sangat bahagia bisa bersama ayah nya," Ucap Stiven.


"Bukan begitu yah, negara ini berbeda dengan negara kita, aku takut Calvin salah pergaulan," kata Vino.


"Anak manja dan cengeng seperti nya tidak akan salah pergaulan, biarkan dia bersama ayah kandung nya untuk beberapa saat," ucap Vino.


Pagi hari nya Calvin terbangun dari tidurnya, tangan nya tidak sengaja memukul sesuatu yang berdiri di samping nya.


"Aaahhhkkk sakit," Teriak Piter.


"Piter," ucap Calvin dan langsung membuka mata nya lebar-lebar.


"Kau memukul masa depan ku," ucap Piter.

__ADS_1


"Maaf aku tidak sengaja," kata Calvin.


__ADS_2