Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 127


__ADS_3

Vino benar-benar mengurung Marvin di dalam ruang bawa tanah selama dua hari, ia hanya memberikan air putih dan beberapa buah agar Marvin tidak mati. Vino melakukan hal itu agar Marvin mengerti jika peraturan nya adalah hal yang mutlak, dan pasti akan mendapatkan hukuman yang sangat berat. Ia juga ingin Marvin menyadari kesalahan yang di lakukan nya adalah kesalahan besar.


Nathan sudah pulih dan saat ini tangan nya sudah siap menghajar pengkhianat yang sangat membuat nya marah.


"Nat." Ucap Marvin saat melihat Nathan.


"Bruk." Satu pukulan mendarat di wajah Marvin dan hal itu tidak membuat Nathan puas.


Nathan melayang kan kaki sampai membuat Marvin terpental menghantam tembok yang sangat keras.


"Kau pikir aku main-main dengan perkataan ku, aku tidak akan memaafkan manusia seperti mu, kau sudah baik di temukan oleh ayah ku dan ayah ingin merubah mu lebih baik tapi apa yang kau lakukan, kau benar-benar menjijikkan Marvin, mulai detik ini jangan pernah berbicara dan menganggap ku adik mu lagi, aku ingin cepat-cepat pergi ke Korea agar tidak melihat wajah mu lagi." Ucap Nathan dan pergi meninggalkan Marvin.


Tak lama Vino kembali masuk ke dalam sambil membawa beberapa petugas medis. "Sudah puas, sudah mengerti kesalahan mu apa, sudah tau jika melanggar peraturan ku akan mendapatkan apa." Tanya Vino.


Marvin hanya bisa diam sambil menundukkan kepala nya, tubuh nya benar-benar sudah terasa sangat sakit akibat pukulan dari Nathan tadi.


"Bawa dia, besok ulang tahun nya, aku tidak peduli dengan wajah nya yang lebam, itu akan membuat semua orang tau jika anak ini sangat nakal dan susah untuk di atur, aku hanya ingin dia bisa berdiri dengan tegak dan tidak mempermalukan ku." Ucap Vino dan pergi meninggalkan Marvin bersama dua tenaga medis.


Anak-anak dari Korea sudah tiba di Indonesia, mereka bersama-sama langsung ke rumah Nathan, tanpa pulang ke rumah karena orang tua mereka sudah berada di sana.


"Kita sambut anak dari Jamal dan Putri, Leo." Ucap Kevin yang seolah-olah menjadi host.

__ADS_1


Dengan mengembangkan senyuman Leo langsung masuk ke dalam, ia berjalan mendekati kedua orang tua nya.


"Mamah sangat merindukan mu sayang." Ucap Putri.


"Yang selanjutnya, terkenal sebagai playboy kampus, suka memberikan harapan setelah itu menghilang siapa lagi jika bukan Rey anak dari Aska dan Anggun."


"Paman aku bukan playboy, aku hanya pria dengan sejuta pesona." Ucap Rey.


"Anak itu sama sekali tidak mirip dengan ku, dari mana dia mendapatkan rasa percaya diri itu." Kata Aska.


"Bunda." Rey langsung berlari memeluk Anggun dan ayah nya Aska.


"Ayah aku sudah jauh lebih tampan dari mu." Ucap Rey.


"Aku anak mu, lihat kita mirip tapi aku lebih tampan dari mu." Jawab Rey.


"Perhatian semua kita sambut yang selanjutnya, si kutu buku, banyak pesona tetapi dingin pada setiap wanita, ini dia Evans anak dari Andy dan Caitlin."


"Terimakasih atas pujian mu paman." Ucap Evans.


Dengan gaya cool nya Evans mendekati Andy dan Caitlin hanya dia yang tidak memeluk ke dua orang tuanya, ia hanya mencium tangan Andy dan Caitlin.

__ADS_1


"Dingin seperti mu an." Ujar Jamal.


"Dan yang terakhir, ah aku tidak perlu menjelaskan dia siapa, dia tuan putri yang sangat cantik, dan dia yang termuda di sini, dia adalah..."


"Aku tuan putri nya, Cherry si suara lembut dan cantik." Ucap nya dengan gaya khas seperti Vira.


"Ayah aku sangat merindukanmu." Cherry langsung memeluk Kevin.


"Rindu padahal kita sering bertemu, kau saja yang terlalu manja." Ucap Kevin.


"Kalian sudah datang." Ucap Nathan si tuan rumah.


"Oh my good, kakak tampan ku." Cherry langsung berlari memeluk Nathan.


"Kau masih sama seperti anak kecil Cher." Ucap Nathan sambil membalas pelukan dari Nathan.


"Hay semua." Ucap Nila yang datang bersama Calvin.


"Wah Nila sudah hamil, bagaimana dia bisa hamil, kau hebat." Ucap Leo.


"Tentu bisa bodoh, dia pasti melakukan hubungan suami istri." Ujar Evans.

__ADS_1


"Nila kau pergi meninggalkan ku, padahal aku yang ingin melamar mu." Ucap Rey.


Calvin yang mendengar itu langsung naik pitam, rasa nya Calvin ingin membakar orang yang mengatakan hal itu pada Nila.


__ADS_2