Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 22


__ADS_3

"Jadi kami berdua harus melakukan nya." Tanya Calvin.


"Jika ingin hamil ya harus seperti itu, aneh kenapa orang tua kalian berdua bisa menikah kan bocah polos seperti mereka berdua." Jawab Dokter.


Setelah berkonsultasi ke dokter mereka berdua langsung pulang ke rumah, di dalam mobil Calvin dan Nila tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing. Calvin tidak habis pikir mommy nya meminta sebuah cucu, padahal diri nya tidak pernah memikirkan hal itu sedikit pun sebelum nya.


Sedangkan Nila bingung harus berbuat apa, ia masih belum siap melakukan hal itu saat ini, apalagi diri nya dan Calvin belum memiliki perasaan. Nila takut Calvin meminta hak nya setelah ini dan mau tidak mau ia harus melayani suami nya.


"Kak, Nila." Ucap mereka berdua secara bersama.


"Kamu duluan." Kata Calvin.


"Hmmm tidak, kakak dulu saja."


"Aku di rumah saja, cepat katakan apa yang ingin kamu katakan." Tanya Calvin.


"Aku juga di rumah saja kak." Jawab Nila.


Amanda dan Alka saling menatap, mereka tau Calvin dan Nila sedang dalam kebingungan.


"Jika kalian ingin membicarakan hal itu, bicara saja kami tidak papa. Mana tau kami bisa membantu." Ujar Amanda.


"Tidak kak, tidak ada." Ucap Nila.


Sesampainya di rumah Calvin dan Nila langsung berjalan menuju kamar. Mereka berdua tetap diam karena masih bingung dengan pikiran mereka masing-masing.


Calvin melemparkan diri nya ke atas kasur dengan kasar. "Aku benar-benar pusing." Ucap Calvin.


"Kenapa kak, apa perlu minum obat." Tanya Nila.


"Hmmm tidak perlu, aku memang mempunyai penyakit bawaan kepala ku mudah sakit." Jawab Calvin.

__ADS_1


"Sakit bawaan apa kak."


"Aku juga tidak tau sampai sekarang, aku belum pernah memeriksakannya ke dokter secara intensif."


"Kenapa tidak di periksa kan, mommy kakak sudah mengetahui nya." Nila duduk di dekat Calvin.


"Dia hanya sibuk dengan pekerjaan nya, mana mungkin dia memperhatikan ku." Ucap Calvin.


"Sebaiknya kita periksa kan kak, nanti jika terjadi sesuatu bagaimana." Kata Nila.


"Tidak Nila, aku tidak papa. Kamu jangan khawatir pada ku, aku hanya perlu istirahat." Ucap Calvin.


Nila menarik selimut ke atas tubuh Calvin, Calvin cukup terkejut dengan apa yang di lakukan Nila, Nila benar-benar sangat perhatian pada nya. Pada saat ingin melangkah pergi Calvin menarik tangan Nila sampai Nila jatuh ke atas tubuh nya.


"Kak." Ucap Nila.


"Aku bingung Nila, aku tidak mungkin melakukan bersama mu, aku tidak ingin menyakiti mu. Apalagi memaksa mu melakukan nya bersama ku."


"Aku tidak akan tersakiti, aku istri mu kak. Kamu berhak atas tubuh ku." Kata Nila.


"Kamu mau melakukan nya bersama ku."


"Jika kakak meminta nya, aku tidak mungkin melarang nya." Ucap Nila.


"Tapi aku belum bisa, itu terlalu cepat untuk ku. Kita melakukan nya secara perlahan." Kata Calvin.


"Hehehe kita sepemikiran kak, sebenarnya aku juga belum siap." Ucap Nila.


Calvin membalik tubuh Nila di bawa dan tubuh nya di atas. Perlahan ia mendekati bibir Nila, nila memejamkan mata nya saat bibir Calvin menempel di bibir nya. Karena mereka benar-benar masih polos mereka berdua hanya menempelkan bibir itu tanpa berbuat apapun.


"Apa yang harus aku lakukan." Batin Calvin.

__ADS_1


Calvin kembali menaikkan kepala nya, karena bingung harus berbuat apa. "Kata orang berciuman itu enak tapi tidak ada rasa apapun." Batin Calvin.


"Kamu tau cara berciuman." Tanya Calvin.


"Tidak kak, aku tidak tau." Jawab Nila.


"Aku juga tidak tau, bagaimana kita bisa berciuman kalau tidak tau cara nya." Ucap Calvin.


"Kita harus belajar, aku ke kamar Nathan dulu." Calvin bangkit dari atas tubuh Nila.


Nathan sedang berkemas karena lusa ia akan pergi ke luar negeri bersama saudaranya. Ini keinginan nya sejak lama tetapi baru bisa terwujud berkat kakek nya.


"Nathan." Ucap Calvin yang langsung masuk ke dalam kamar.


"Ada apa." Tanya Nathan.


"Kau mau kemana, kenapa berkemas."


"Aku akan pergi ke luar negeri, kau jaga adik ku dengan baik. Jangan sakiti dia."


"Aku tidak ada teman lagi selain diri mu di rumah ini, dan kau mau pergi." Ucap Calvin.


"Hahaha ada adik ku yang selalu menghibur mu."


"Nathan apa kamu mempunyai Video anu." Tanya Calvin.


"Anu apa, oww kau mau menonton film itu."


"Hehehe iya, kau ada tidak." Kata Calvin.


"Kak Alka pernah memberikan nya pada ku, ambil laptop di laci itu." Ucap Nathan.

__ADS_1


"Baik lah terimakasih nathan." Calvin sangat senang mendapatkan Video yang akan membimbing nya.


__ADS_2