
Penyelamat citra part 2.
Tubuh arya jatuh ke lantai seketika. Kaki dan tangan nya mendadak tidak bisa ia gerakan dan sakit yang amat luar biasa.
Pasukan dari arya terpukul mundur dan memelih pergi dari tempat itu, begitu juga dengan adrian tanpa stiven dan yang lainnya sadari ia melangkah menjauh dari tempat itu.
Kini hanya tinggal arya lah yang sudah tidak berdaya di tempat itu. Ia hanya tergeletak di lantai merasakan sakit yang amat luar biasa.
"Kau hanya salah paham ikut la dengan kami." ucap aldy.
"Ikut kemana, kita akan mati bersama di tempat ini." ucap arya sambil memencet tombol di tangan kanan nya.
"Ti..tit..tit.." bom yang berada di tubuh Citra berbunyi.
"Citra." teriak vino.
Vino dan iqbaal berlari menghampiri citra, kurang dari 5 menit bom yang ada di tubuh citra akan meledak. Dengan ketegangan vino dan iqbaal berusaha menonaktif kan bom itu.
"Percuma itu bukan bom biasa." ucap arya.
"Berapa lama kalian bisa menyelesaikan itu." tanya stiven.
"Ntahlah ini sangat rumit." jawab iqbaal.
"Kita akan mati bersama." ucap arya dengan suara yang megelergar.
Mereka semua tidak ada yang meperdulikan arya mereka fokus dengan bom yang berada di tubuh citra.
"Kalian semua pergi lah, selamat kan diri kalian." ucap citra.
"Be aku mohon pergi lah, jangan perdulikan aku." ucap citra.
"Satu kata lagi aku dengar suara dari mulut mu. Akan ku pastikan malam ini tidak ada kata ampun untukmu." ucap vino.
"Be." ucap citra sambil menangis.
"Bal cepat, 2 menit lagi." ucap aldy.
"Vin biarkan bom nya, fokus bagaimana cara melepaskan bom itu dari tubuh citra. Aku beri waktu 45 detik." ucap iqbaal.
__ADS_1
Vino tanpa banyak bicara langsung menuruti perkataan dari iqbaal, kini ia fokus untuk melepaskan bom itu. Iqbaal menghubungi jamal dan andy agar segera membawa helikopter mendekat kearah tempat itu.
Jamal dan andy yang sudah mendapat kan perintah langsung bergerak secepat mungkin. Vino hampir berhasil melepaskan bom itu, dan dengan sekali sentakan bom itu terlepas. Vino langsung melemparkan bom itu kedekat arya.
"Kita pergi sekarang, bom itu akan segera meledak." ucap iqbaal.
Vino langsung menggendong citra membawa nya keluar dari tempat itu, diikuti stiven dan yang kainnya tanpa memperdulikan arya yang berada di dalam tempat itu. Helikopter sudah menunggu mereka di depan gedung itu, dan mereka semua langsung naik karena waktu sudah tidak banyak lagi.
Baru beberapa detik mereka mengudara "Buuuuuummmmmmmmm." bom itu meledak dan menghancurkan gedung itu menjadi berkeping-keping beserta arya di dalam nya.
Vino memeluk citra dengan erat ia sangat bersyukur telah menyelamkan citra dari orang yang ingin menyakiti nya.
Sesampai nya di rumah citra kembali di periksa oleh dokter karena takut terjadi apa-apa dengan nya, sedangkan yang lainnya berkumpul di ruang keluarga untuk menenangkan tubuh mereka.
"Ini sangat menyenangkan." ucap iqbaal.
"Stive seperti nya mantan asisten mu perlu kau tugasnya menjadi mafia." ucap devan.
"Bukannya dia hebat, itu makanan sehari-hari nya dulu saat bersama ku." ucap stiven.
Andy dan caitlin berada di taman, mereka duduk berdua di kursi taman dengan caitlin yang terus menerus memeluk andy dengan erat.
"Seharus nya aku yang takut kehilangan kendali, lihatlah tubuh mu sangat erat memeluk ku." ucap andy.
"Aku tidak peduli, ini membuat ku nyaman." ujar caitlin.
"Apa mau ku bobol sekarang." bisik andy.
"Sayang." ucap caitlin sambil mencubit perut andy.
"Ayolah, junior ku memerlukan sarang nya." ucap andy.
"Tidak, aku ingin melakukan saat kita sudah sah." ucap caitlin.
"Tapi kapan." tanya andy.
"Lusa kita akan menikah, mamah dan bunda mu takut kita berbuat lebih." jawab caitlin.
"Baiklah, aku saran kan kamu meminum jamu untuk melayani ku di malam pertama nanti." ucap andy.
__ADS_1
Citra dan vino sudah berada di dalam kamarnya, mereka berdua merebahkan tubuh mereka di atas kasur sambil berpelukan.
"Aku mencintaimu." ucap vino.
"Apa buktinya." tanya citra.
Vino mencium leher citra hingga menimbulkan bekas kepemilikan.
"Ini bukti nya, tidak ada yang boleh menyentuh dan melakukan ini pada mu." ucap vino.
"Aku perlu bukti lainnya." ucap citra.
Vino bangkit dari ranjang dan berjalan membuka lemari, ia mengambil surat perjanjian yang mengakibatkan masalah yang amat sangat rumit.
"Kamu tau apa ini." tanya vino.
"Tau, surat yang membuat ku sampai seperti ini." jawab citra.
Vino merobek surat itu dan membuang nya ketempat sampah yang berada di dalam kamar.
"Aku tidak butuh 90 hari untuk mencintai mu." ucap vino sambil berjalan kembali mendekat kearah citra.
"Maaf aku terlambat menyadari perasaan ku pada mu." ucap vino.
"Sejak kapan kamu mencintai ku." tanya citra.
"Ntalah aku juga tidak dapat memastikan nya, ntah itu saat aku meminta hak ku atau saat aku melaksanakan ijab qobul. Yang aku tau sekarang aku sangat mencintai mu." ucap vino.
"Aku juga sangat mencintai mu, maaf telah mengecawa kan mu." ucap citra.
"Kamu tidak pernah mengecewakan ku." ucap vino.
"Berkat kebodohan ku, mungkin kita terlambat mempunyai anak." ucap citra.
"masih si terlambat kan bukan tidak bisa. Tenang saja aku akan berusaha semaksimal mungkin, kita akan melakukan pembuatan anak tiga kali sehari." ucap citra.
Sempontan citra langsung memegang alat kelamin nya, satu hari sekali saja sudah membuat nya kelelahan apa lagi 3 kali sehari.
__ADS_1
Mampir kisah cinta vira dan kevin.