Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 81


__ADS_3

"Lepas, kenapa kalian menculik ku." Teriak Calvin.


"Ada orang di culik bertanya." Jawab seseorang.


"Aku mengenal suara mu, kamu siapa." Calvin ingin menarik topeng yang menutupi wajah orang di samping nya.


"Jangan lancang kau, atau akan memasukkan mu ke kolam buaya."


"Jangan istri ku sedang hamil, nanti saja setelah istri ku melahirkan." Ucap Calvin.


"Orang seperti mu bisa membuat anak, apa kau tau cara nya."


"Jelas bisa, aku jago dalam urusan ranjang, kau tidak tau cara nya, ah padahal tinggal masukan saja." Kata Calvin.


"Cih.. Anak seperti mu tau urusan ranjang."


"Hiks.. Hiks..Hiks.. Lepaskan aku, aku mohon hidup ku sudah terlalu rumit." Calvin menangis sambil memegang tangan orang di depan nya.


Sementara itu Vino meminta semua orang berkumpul di ruang keluarga termasuk Tiara, misi rahasia nya akan segera selesai, misi yang sama sekali tidak ada orang yang mengetahui nya selain diri nya sendiri.


"Ayah, cari suami ku." Nila memeluk Vino.


"Sayang apa yang kamu harapan dari si cengeng itu, dia hanya bisa menangis, minta jatah bukan, sudah nanti ayah cari kan suami yang lebih keren dari nya." Ucap Vino.


"Tidak mau, aku hanya mau dia, dia memang cengeng tapi sifat cengeng nya itu sangat menggemaskan, mana mungkin ada laki-laki seperti dia lagi." Tolak Nila.

__ADS_1


"Papah kau kenapa, bukan nya kau sangat dekat dengan Calvin, tapi semua nya bisa berubah dalam sekejap, aku tau kau masih sangat menyayangi Calvin."


"Ah kau sok tau, aku menyayangimu, kau saja yang tidak tau." Kata Vino.


"Papah jangan menggoda ku."


"Hahaha lihat Amanda suami mu tersipu malu." Ucap Vino.


"Vino, kau terlihat sangat santai sekali, kenapa dengan mu." Tanya Andy.


"Aku harus bagaimana an, menangis, berteriak apa yang harus aku lakukan."


"Bukan begitu, kau tidak seperti biasa nya saja, ada yang aneh dengan diri ku." Kata Andy.


"Terus maksud mu mengumpulkan kami semua karena apa." Tanya Aska.


Tak lama Calvin kembali masuk ke dalam rumah yang membuat semua orang terkejut kecuali Vino.


"Sayang kau kembali." Ucap Nila.


"Kau jahat." Calvin langsung memeluk Vino.


"Hahaha kau sudah tau semua nya, sudah jangan menangis seperti ini." Vino memeluk Calvin dengan sangat erat, akhirnya ia bisa memeluk menantu yang sangat ia sayangi.


"Apa maksud semua ini." Ucap Alka.

__ADS_1


Tiara yang tau posisi nya sedang tidak bagus langsung ingin melarikan diri, sayang nya di sekeliling nya sudah banyak penjaga tentu saja dia tidak bisa melarikan diri lagi.


"Kenapa kau seperti ini, aku sampai memukul mu." Calvin masih tidak melepaskan pelukan dari Vino.


"Anggap saja sebagai pembalasan karena aku pernah memukul mu." Ucap Vino.


"Maaf yah, aku tidak bermaksud memukul mu, aku sangat menyesal yah."


"Apa akting ku bagus, kau sangat takut kehilangan ku, aku yang lebih takut Calvin, aku sangat takut kau benar-benar membenci ku dan pergi dari sini." Ucap Vino.


"Apa sudah selesai momen berpelukan nya." Ucap Stiven.


Mereka semakin terkejut dengan kedatangan Stiven, termasuk Tiara yang merasa posisi nya sangat terancam.


"Mana jalang itu, seret di ke sini." Ucap Stiven.


"Eh apa yang kalian lakukan, aw sakit." para penjaga tadi langsung menarik Tiara dan melemparkan nya ke lantai.


"Oh jadi wanita ini." Ucap Stiven.


"Apa yang sebenarnya terjadi aku masih tidak mengerti." Ujar Alka.


"Nanti aku jelaskan, kalian semua pasti masih sangat bingung. Tiara ini jalang yang menyamar dan ingin menghancurkan keluarga kita, dia ingin memecah bela keluarga ini." Kata Vino.


Stiven menarik Tiara secara kasar dan mencengkram wajah Tiara dengan cukup kuat, sampai Tiara merasakan sakit di wajah nya.

__ADS_1


"Kau kira keluarga ku bodoh, permainan tuan mu benar-benar menjijikkan, aku menghancurkan pekerjaan nya di sana dan ia ingin membalaskan dendam nya di sini. Dia kira semudah itu." Ucap Stiven.


"Bawa dia ke markas, paksa dia berbicara dan mengakui semua nya, pancing agar Abraham mau keluar dari tempat nya." Ucap Stiven dengan sangat tegas.


__ADS_2