
"Wah kau sudah bertemu dengan ayah kandung mu," tanya Alka.
"Sudah aku sudah bertemu dengan nya, aku sangat senang bisa bertemu dengan keluarga dari ayah ku," jawab Calvin.
"Oh iya aku Alka, bos nya Calvin dia anak buah ku," ucap Alka.
"Aku Piter, salam kenal," kata Piter.
"Jangan percaya dengan nya, aku bos nya dia anak buah ku," ucap Calvin dan pergi meninggalkan Alka.
Piter menaikkan pundak nya dan ikut berjalan di samping Calvin. Di ruang makan sudah banyak sekali orang yang sedang sarapan pagi, rumah Vino memang sebagai tempat berkumpul para sahabat ataupun keluarga.
"Aska jangan kau ambil makanan ku," ucap Andy.
"Diam, berbagai pada ku tidak membuat mu miskin," kata Aska.
"Itu makanan khusus untuk ku, kau memang selalu mencari masalah pada ku," ucap Andy.
"Bruk." Vino memukul meja yang membuat semua orang terdiam seketika.
"Bisa kah kalian berdua berhenti bertengkar untuk sesaat, aku baru saja pulang dan ingin menikmati makanan ku," ucap Vino.
"Lihat Vino sudah marah, ayolah berikan makanan ku," kata Andy.
"Kita potong bagi dua bagaimana," tanya Aska.
__ADS_1
"Terserah mu," jawab Andy yang tidak ada pilihan lain.
Piter cukup terkejut melihat keluarga Calvin yang benar-benar terasa sangat hangat, tetapi ia langsung tertegu saat semua orang memperhatikan nya.
"Calvin bantu aku," bisik Piter.
"Sayang siapa dia," tanya Nila.
"Perkenalkan dia adik ku, anak dari ayah kandung ku, untuk sementara waktu dia tinggal di sini sebelum ayah ku datang untuk menjemput nya," ucap Calvin.
Setelah mendengar ucapan dari Calvin mereka semua melanjutkan kegiatan makan mereka.
Siang hari nya Calvin membawa Piter ke dalam kamar Nathan karena mereka sudah berjanji untuk bermain game bersama. Sekaligus ingin mengakrabkan Piter dengan Marvin dan juga Nathan.
"Jangan canggung dengan kami, anggap saja rumah sendiri," ucap Marvin.
"Iya aku sudah baik-baik saja," jawab Nathan.
Nathan mengambil hp nya yang berbunyi, ia melihat panggilan video call dari tante nya Vira.
"Halo tan," ucap Nathan.
"Nathan bagaimana bisa kau kecelakaan, kau mulai nakal ya," kata Vira.
"Hehehe maaf tan, sudah takdir ku begini." Nathan menunjukkan diri nya yang duduk di kursi roda.
__ADS_1
"Kau pasti sembuh, tetap bersemangat, kau melihat adik sepupu mu," tanya Vira.
"Wah iya aku ingin melihat nya, dimana bayi mungil itu," ucap Nathan.
Vira mengarahkan kamera hp nya pada anak nya, ada dua bayi di sana yang membuat Nathan sedikit bingung.
"Yang mana tan, aku bingung," ucap Nathan.
"Nanti kau akan tau setelah aku membawa nya ke sana, kami sedang berkumpul," kata Vira.
"Dimana paman Mark," tanya Nathan.
"Kau mencari ku," tanya Mark yang mengambil alih hp Vira.
"Kau tidak mencari ku Nathan." Kevin muncul di samping Mark.
Tiba-tiba panggilan terputus, Nathan berusaha menghubungi lagi tapi tidak bisa juga yang membuat Nathan kesal.
"Ah sial," ucap Nathan.
"Ada apa Nat," tanya Marvin.
"Panggilan nya terputus begini jika beda negera," jawab Nathan.
Piter cepat akrab dengan Marvin dan Nathan, mereka berempat menghabiskan waktu bersama-sama.
__ADS_1
"Nathan kau mau pergi ke Vins grup dengan keadaan mu seperti ini," tanya Marvin.
"Yang bermasalah kaki ku, bukan kepala ku, aku tetap bisa berpikir, jika aku tidak pergi kau pasti akan bingung di sana," jawab Nathan.