Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 98


__ADS_3

Hasil dari tes DNA sudah berada di tangan Vino, Vino mengumpulkan semua orang untuk memberikan pengumuman hasil dari tes DNA ini.


"Sejak kapan kau melakukan tes ini Vin." Tanya Andy.


"Sejak kemarin, tapi aku sudah yakin sejak pertama kali aku bertemu dengan nya, jika dia anak ku." Jawab Vino.


"Mereka berdua saja tidak ada yah." Ucap Calvin.


"Oh iya, sayang kamu panggil mereka berdua." Kata Vino.


"Bagaimana perasaan mu Calvin sebentar lagi ada anggota baru di keluarga ini, kau tenang saja kau berada di tempat yang spesial di hati ayah."


"Aku tau itu tapi pasti ayah lebih sayang pada anak kandung ayah, aku hanya menantu." Ucap Calvin.


"Tidak ada perbedaan nya Calvin, kau tetap Calvin nya ayah." Kata Vino yang tau jika Calvin pasti sedang cemburu.


"Sayang, kamu mau punya kakak baru." Ucap Calvin.


"Kita belum tau hasil nya sayang, tapi aku rasa dia benar-benar kakak ku, itu alasan nya aku suka menatap nya." Ucap Nila.


"Pantas saja, tapi kamu juga tidak boleh terlalu dekat dengan nya, kalian tetap ada batasnya." Kata Calvin.


"Iya sayang ku." Ucap Calvin.


Citra tersenyum melihat kedua orang yang ia cintai sedang tertidur dengan sangat lelap. Jika tidur begini mereka berdua sudah seperti kakak adik yang sangat akur padahal jika bangun mereka seperti kucing dan tikus.


"Kompres siapa yang sakit." Ucap Citra.


"Nathan, Marvin bangun." Citra menggoyangkan tubuh Nathan dan Marvin.


"Hmmm bunda." Ucap Marvin.


"Siapa yang sakit sayang, kenapa tidak memberitahu bunda." Tanya Citra.


"Sakit, oh itu Nathan tadi malam dia demam." Jawab Marvin.

__ADS_1


"Nathan bangun sayang." Ucap Citra.


"Iya bun, sebentar."


"Kamu sakit." Tanya Citra.


"Sudah tidak bun, Marvin telah merawat ku." Jawab Nathan.


"Marvin, sudah berterimakasih pada Marvin."


"Sudah bunda, ada apa." Tanya Nathan.


"Ayo kalian berdua ikut bunda, ada yang ingin ayah kalian sampai kan." Ucap Citra.


"Bunda ayah ku." Kata Nathan.


"Ayo cepat." Citra menarik Marvin dan Nathan.


"Kami hanya menggunakan ini." Tanya Marvin.


"Itu mereka berdua, mereka benar-benar seperti kakak adik." Ujar Aska.


"Iya ka, kau benar." Saut Andy.


"Hey, kalian kira rumah ini hotel bisa bangun seenaknya." Kata Vino.


"Ada apa yah." Nathan mendekati Vino dan kembali tidur sambil memeluk Vino.


"Hey bangun dasar kebo." Ucap Vino.


Sedangkan Marvin duduk di samping Citra, ntah kenapa saat melihat Vino dan Nathan yang sangat dekat membuat diri nya sangat cemburu.


"Ada bunda di sini." Ucap Citra sambil tersenyum pada Marvin.


"Iya bun." Marvin membalas senyuman dari Citra.

__ADS_1


"Kalian berdua dengar, ayah sudah mencocokkan DNA ayah dan Marvin, Nathan dan Marvin juga." Ucap Vino.


"Ayah apa maksud nya." Tanya Nathan.


"Maksud nya, ayah ingin membuktikan jika Marvin saudara kembar kamu dan anak ayah, apa kau sama sekali merasa ikatan dengan Marvin." Tanya Vino.


"Ayah, saudara kembar ku sudah tidak ada, ayah jangan aneh-aneh." Ucap Nathan.


"Nathan diam, ayah juga belum tau hasil nya, kita lihat dulu." Kata Vino.


Vino mulai membuka lipatan kertas itu, mata nya terbelalak saat melihat hasil nya.


"Maaf Marvin." Ucap Vino.


"Sudah aku bilang ayah, dia bukan saudara kembar ku." Kata Nathan.


"Tidak papa, kamu tetap anak bunda." Citra memeluk Marvin dengan sangat erat.


Vino bangkit dari atas sofa, ia berjalan menghampiri Marvin.


"Kemari lah." Ucap Vino.


Marvin mengusap air mata nya dan berdiri sejajar dengan Vino.


"Maafkan ayah." Vino memeluk Marvin.


"Maksud nya." Tanya Marvin.


"Maafkan ayah yang tidak bisa menjaga mu, kau anak ku, aku ayah mu." Jawab Vino.


"Aaayah." Tubuh Marvin lemas seketika. Ia tidak menyangka jika Vino benar-benar ayah nya.


"Sayang jadi Marvin benar-benar anak kita." Tanya Citra.


"Iya sayang Marvin anak kita." Jawab Vino.

__ADS_1


"Sayang kamu anak bunda." Citra ikut memeluk Marvin.


__ADS_2