
Kembali pulang.
Amanda terbangun dari tidur nya karena merasa terganggu dengan suara yang sedikit bersisik.
"Yah." ucap amanda sambil mengusap mata nya.
"Kamu bangun sayang." ucap vino.
Amanda hanya menganggukkan kepala nya dan memeluk vino dengan erat dan vino Mengusap-ngusap rambut amanda memberikan rasa tenang dan nyaman pada amanda.
"Anak mu sayang." tanya citra.
"Bukan pah, dia anak panti yang menganggap kami sebagai orang tua nya." jawab citra.
"Amanda." panggil citra.
Amanda turun dari gendongan vino dan berjalan mendekati citra. Citra menggendong amanda untuk di perkenalkan oleh abraham.
"Amanda salam sama kakek." ucap citra.
"Kakek Amanda punya kakek." tanya Amanda.
"Iya ini kakek Amanda." jawab citra.
Amanda melirik kearah abraham ia sedikit takut saat ingin berkenalan dengan abraham. Abraham yang menyadari Amanda takut pada nya langsung merentang kan tangan nya agar Amanda Seyfried ikut dengan nya.
"Sini sama kakek." ucap Abraham.
Sambil tersenyum Amanda ikut merentangkan tangan nya dan ikut dalam gendongan Abraham.
"Cucu kakek pintar." ucap Abraham.
"Car, apa bisa kita selesai kan malam ini juga masalah jk grup." ujar vino.
"Bisa vin, kita kesana sekarang." ucap caren.
"Ayo lebih cepat lebih baik, kita juga sudah terlalu lama meninggal kan perusahaan kita." ujar jamal.
Caren jamal dan vino langsung menuju jk grup untuk menyelesaikan masalah yang terjadi, mereka juga sudah menelfon stiven dan devan untuk menyuntikan dana ke jk grup. Stiven dan devan yang percaya dengan anak mereka langsung saja menuruti kemauan mereka.
"Apa kalian berdua akan tinggal bersama papah." tanya Abraham.
__ADS_1
"Tidak pah, kami sudah memilki seorang suami tidak mungkin kami meninggal kan mereka." jawan citra.
"Iyah pah, tapi papah tenang saja kami akan rutin melihat papah." ujar putri.
"Papah tidak menetap di sini kan, papah mempunyai ramah di kota kan." tanya citra.
"Punya sayang, papah tidak menetap disini, sudah menemukan kalian berdua sudah lebih dari cukup untuk papah, yang terpenting kalian berdua sering menjenguk papah." ucap Abraham.
"Iya pah, kami bersyukur masih ada ka caren. yang merawat papah." ucap putri.
"Iya sayang, papah yakin suami kalian sangat mencintai dan menyayangi kalian berdua." ucap Abraham.
"Iyah papah tidak perlu khawatir. Suami kami sangat mencintai kami, begitu juga dengan keluarga nya. Mereka menerima kami apa adanya tanpa memandang siapa kami dan dari mana kami berasal." ucap citra.
"Syukur lah papah yakin mamah kalian bahagia di sana karena anak ke sayangnya telah tumbuh dengan sangat cantik." ucap Abraham.
"Bunda, Amanda mengantuk." ucap Amanda.
"Ayah masih pergi sayang kita tidak mungkin pulang ke panti sendiri." ucap citra.
"Kenapa harus ke panti bukannya ini rumah kalian juga. Pergi lah ke kamar atas banyak kamar kosong di sana. bawa cucu kakek tidur." ucap Abraham.
"Iyah pah." ucap citra.
"Selamat malam sayang, mimpi indah." ucap Abraham dan juga ikut mencium pipi Amanda.
"Kamu ikut put." tanya citra.
"Tidak cit, aku bersama papah dulu disini." ucap putri.
Citra berjalan naik ke lantai dua untuk menidurkan kan amanda, ia masuk ke salah satu kamar yang tidak di kunci.
"Seperti nya ini kosong." ucap citra.
Citra membuka pintu kamar itu dan masuk kedalam nya dan benar saja kamar itu tampak kosong seperti tidak pernah di tiduri orang terapi tetap bersih karena rajin di bersihkan.
Citra memeluk amanda dengan erat sambil menyajikan sebuah lagi, setelah amanda terlelap citra ikut memejamkan matanya dan tak lama ia tertidur.
Sementara itu di kantor cabang jk grup vino dan yang lainnya langsung memeriksa apa yang sebenarnya terjadi. Dan berkat kepintaran mereka tak membutuhkan waktu lama akhirnya dalang di balik masalah itu di temukan yang tak lain adalah tangan kanan caren selama ini.
"Ini pelajaran untuk mu car, jangan terlalu percaya dengan orang lain." ucap vino.
__ADS_1
"Iya vin, terimakasih telah membantu kami." ucap caren.
"Kau juga mal, kalian memang ada ipar yang sangat luar biasa." ucap caren.
"Tidak masalah car, kami akan selalu membantu mu selagi kami masih mampu." ucap jamal.
"Kami juga sudah memikirkan suatu hal yang memerlukan persetujuan mu." ucap vino.
"Apa vin." tanya caren.
"Aku dan vino ingin mengajak jk grup masuk ke dalam grup perusahaan VAM." ucap jamal.
"VAM." tanya caren.
"Iya VAM, itu gabungan dari vins grup, Adiwijaya grup dan Moonly grup, jika salah satu perusahaan ada dalam masalah VAM lah yang akan menyelidiki dan menyelesaikan nya." ucap vino.
"Apa jk grup pantas masuk kedalam sana." ujar caren.
"Tentu, kita sekarang saudara. Jika kau setuju aku akan menghubungi paman iqbaal untuk mengurusnya, dia pemimpin grup itu." ucap vino.
"Iya aku setuju vin." ucap caren
"Bagus, kalian hanya tinggal tanda tangan surat persetujuan di kota nanti." ucap jamal.
"Ayo kita pulang sekarang, biang kerok dari masalah ini serahkan pada orang suruhan ku. Mereka tau tempat yang pas untuk seorang penghianat." ucap vino.
Mereka pulang ke rumah karena memang waktu sudah Larut. Sempai nya di rumah, putri memberitahukan vino jika citra sudah tidur. Vino langsung naik ke lantai dua tempat citra istirahat, saat masuk kedalam kamar vino melihat citra sudah tidur dengan nyenyak sambil memeluk amanda. Padahal ia ingin meminta jatah harian nya.
"Be." ucap vino sambil menggoyahkan wajah. citra.
"Be kamu sudah pulang." ucap citra sambil mengusap mata nya.
"Aku ingin." ucap vino.
"Be ada amanda." ujar citra.
"Kita bisa melakukan nya di sofa dan dengan tanpa suara." ucap vino.
"Be." ucap citra.
Vino menggendong citra dan membawa nya menuju sofa. Mereka berdua bermain di sofa dengan tampa suara sedikit pun.
__ADS_1
Ingat jangan lupa mampir karena kisah vino akan berlanjut di sini.