Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 55


__ADS_3

Periksa ke dokter...


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit, akhir nya mereka sampai di rumah sakit milik keluarga vins...


"Wah... besar kali rumah sakit ini, pemilik nya pasti sangat kaya..." ucap bella...


"Tentu ka, sangat kaya dan dingin..." ucap viona...


"Kau kenal siapa pemilik rumah sakit ini viona..." ucap bella...


"Orang nya ada di samping mu bell..." ucap indah...


"Kamu mas..." ucap bella sambil menatap bella...


"Tentu, ini juga milik mu sayang..." ucap stiven...


"Ternyata suami ku sekaya itu, kenapa aku tak menyadari nya..." ucap bella...


"Sekarang kamu sudah sadar kan..." ucap stiven...


"Sudah-sudah sebaik nya kita lekas masuk..." ucap wijaya...


Mereka pun masuk kedalam dan langsung menuju keruangan yang sudah di siapkan oleh pihak rumah sakit...


"Selamat datang tuan dan nona.." ucap lisa dokter yang di percaya menangani bella...


"Iya dok, tolong periksa kandungan anak mantu saya..." ucap indah...


"Baik buk.. Silahkan berbaring disini nona..." ucap lisa...


"Baik dok..." ucap bella...


Bella pun berbaring di tempat yang telah disediakan, kemudian doktet lisa memeriksa nya...


"Ada keluhan apa nona..." ucap lisa...


"Hanya mual dan pusing dok, dan yang sangat aneh adalah perasaan saya dan suami saya sangat terhubung, kami selalu memiliki keinginan yang sama..." ucap bella...


"Saya tidak hamil kan dok..." ucap stiven...


"Tidak tuan, anda laki-laki bagaimana bisa hamil..." ucap lisa...


"Bagus la, saya tidak hamil..." ucap stiven...


Setelah melewati berbagai pemeriksan lusi pun telah selesai memeriksa bella...


"Baiklah sudah selesai nona, mari ikut saya..." ucap lusi...


"Bagimana dok dengan kandungan istri saya..." ucap stiven...


"Sehat tuan, dia sangat kuat..." ucap lusi...


"Kuat seperti kita sayang..." ucap stiven...


"Tapi masi kuat kan aku mas..." ucap bella...

__ADS_1


"Iya kamu sangat kuat, aku sangat senang jika kita bermain..." ucap stiven...


"Bisa gak kalian serius dulu..." ucap indah...


"Lanjut dok..." ucap wijaya...


"Usia kandung nya sudah dua minggu, bulan depan kalian bisa datang kembali..." ucap lusi...


"Dok apa kita harus menuruti kemauan ibu hamil..." ucap iqbaal...


"Sebaiknya begitu tuan, agar si ibu tidak tertekan dan stres..." ucap lusi...


"Kalau suami nya dok..." ucap viona...


"Sebaiknya juga nona pasti anak dan ayah memiliki ikatan batin..." ucap lusi...


"Wah.. sepertinya kita harus siap siaga selama 24 jam..." ucap wijaya...


"Kenapa begitu tuan..." ucap lusi...


"Anda tidak tau dok, kalau pasangannya fenomenal ini sangat kompak dalam hal apapun..." ucap indah...


"Saya ingin menyampaikan informasi penting tuan, tapi informasi ini belum bisa di bilang akurat..." ucap lisa...


"Apa dok..." ucap bella...


"Dari pemeriksaan tadi dan gejala yang kalian rasakan, seperti nya bayi kalian kembar...." ucap lusi...


"Apa itu banar, bayi kami kembar..." ucap bella...


"Sayang bayi kita kembar..." ucap stiven sambil memeluk bella...


"Kita punya cucu kembar mah..." ucap wijaya...


"Iya pah, mamah senang sekali..." ucap indah...


"Dok, saat istri saya hamil apakah kami bisa melakukan nya..." ucap stiven...


"Bisa tuan, tapi untuk saat ini jangan dulu, bersabar la untuk minggu..." ucap lusi...


"Baiklah..." ucap stiven lemas...


Setelah pemeriksan selesai mereka memutuskan untuk langsung pulang kerumah...


"Apa kalian tidak menginginkan sesuatu sebelum kita sampai rumah..." ucap indah...


"Bella belum menginginkan apa pun mah..." ucap bella...


"Aku juga belum..." ucap stiven...


"Baiklah..." ucap indah...


35 menit berlalu mereka telah sampai dirumah, sebelum menuju kamar masing-masing mereka memutuskan untuk berkumpul di ruang keluarga untuk berbincang sesuatu...


"Stive sebaik nya kalian tidur di lantai 2 saja, lebih dekat dengan ruang makan dan lebih dekat jika ingin keluar rumah..." ucap wijaya...

__ADS_1


"Iya pah, stive juga berfikir seperti itu, bagaimana sayang..." ucap stiven...


"Aku setuju mas demi anak kita..." ucap bella....


"Dan sekarang kita bahas pesta pernikahan kalian, apa ingin tetap lanjut..." ucap indah...


"Bella ikut baik nya aja mah..." ucap bella...


"Lebih baik lanjut mah, kita bisa minta tim yang mamah bentuk untuk mempersiapkan nya dirumah, jadi kita tidak perlu keluar sana sini..." ucap stiven...


"Mamah setuju, kalian tenag saja, mamah akan mempersiapkan nya dengan baik..." ucap indah...


"Yasudah sebaik nya kita kembali ke kamar untuk beristirahat, dan kamu bal sebaik nya untuk sekarang kamu menginap disini..." ucap wijaya...


"Baik tuan..." ucap iqbaal...


"Bal siapkan mobil kita akan pergi sebentar..." ucap stiven...


"Mau kemana mas..." ucap bella...


"Sebenar sayang, ada urusan kantor..." ucap stiven...


"Baiklah, aku tunggu kamu dikamar..." ucap bella...


"Jika ada sesuatu cepat telfon aku..." ucap stiven...


"Iya mas..." ucap bella dan pergi menuju kamar...


Sementara itu stiven dan iqbaal menuju ke suatu tempat untuk memberi pelajaran lalat kecil...


"Bal, tekan perusahaan milik mahendra..." ucap stiven...


"Baik tuan..." ucap iqbaal...


"Apa kamu tau tentang saudara tiri bella..." ucap stiven...


"Tau tuan saya sudah menyelidiki nya, ia sekarang bekerja manjadi salah satu model di anak perusahaan kita, dan ia juga sedang menempuh pendidikan di kampus milik keluarga tuan..." ucap iqbaal...


"Bagus, pecat dia sekarang dan keluarkan dia dari kampus..." ucap stiven...


"Baik tuan..." ucap iqbaal...


"Dan si lalat busuk itu bagaimana..." ucap stiven...


"Kami sudah menekan perusahaan nya hingga di ambang ke bangkrutan tuan, dan dia sekarang berada di markas..." ucap iqbaal...


"Itu balasan untuk kalian karena sudah bermain-main dengan ku..." ucap stiven...


Maaf baru up author lagi gak enak badan...


Oh iya author sama sekali tidak paham dengan pemeriksan kandungan jadi kalau ada kesalahan author minta maaf...


Author juga Punya pengumuman penting,


Author udah buat satu judul novel lagi yang berjudul Iqbaal & dara (bukan cunta biasa) jangan lupa mampir ya...

__ADS_1


__ADS_2