Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 54


__ADS_3

"Ampun sayang." Rengek Citra.


"Tidak ada kata ampun, jika Calvin sakit lagi bagaimana, apa kamu tidak memikirkan hal ini." Tanya Citra.


"Sayang ampun, aku tidak akan melakukan nya lagi, bukan sepenuhnya salah ku Andy dan Aska yang memaksa Calvin minum."


"Sudah, inti nya tidak ada jatah malam ini." Citra pergi meninggalkan Vino.


"Sayang, jangan seperti ini." Ucap Vino.


Sedari tadi Calvin menahan tawa nya saat mengintip ayah nya yang sedang terkena amukan. Ia tidak menyangka seorang Vino sangat bucin dan takut pada istri nya.


"Apa aku akan seperti itu juga, tapi seperti nya tidak Calvin tidak menerima perintah dari siapapun." Batin Calvin sambil mendekati Vino.


"Ayah." Panggil Calvin.


"Kau, kau mengintip ku." Tanya Vino.


"Hehehe, kenapa laki-laki bisa sangat takut pada wanita. Ayah terlihat menakutkan dan gagah di luar sana tapi di depan bunda ayah seperti permen kapas."


"Kau juga akan merasakan apa yang kurasakan." Ucap Vino.


"Oh tidak mungkin, aku tidak akan seperti itu." Kata Calvin.


"Kita lihat saja nanti, kenapa kau menemui ku, ada apa kau belum puas membuat ayah mu di hukum."


"Bukan seperti itu, aku hanya ingin bertanya apa ketika istri sedang hamil boleh melakukan hubungan suami istri secara rutin."


"Boleh, tapi tidak boleh kasar, dan harus ada persetujuan dari istri mu." Kata Vino.


"Satu lagi apa boleh aku meminta mobil, pakai uang ku saja, aku tidak tau membeli mobil yang bagus dimana."

__ADS_1


"Mobil, bukan nya di rumah ini banyak mobil, kenapa mau cari mobil lagi." Tanya Vino.


"Mobil pribadi pasti beda yah, boleh tidak aku tidak tau harus meminta nya pada siapa."


"Iya nanti akan ku carikan, anggap saja hadiah karena kau telah memberikan ku cucu." Kata Vino.


"Kalau memberikan mu cucu itu mah kesukaan ku." Ucap Calvin.


"Sayang." Alka memegang perut nya yang terasa sangat sakit.


Alka berjalan mencari Amanda untuk meminta bantuan karena perutnya terasa sangat sakit, tapi sedari tadi ia tidak menemukan istri nya.


"Alka, kau kenapa." Tanya Calvin.


"Calvin bantu aku, perut ku sakit sekali." Alka menyadarkan tubuh nya ke tubuh Calvin.


"Kenapa bisa sakit."


Calvin langsung membantu Alka masuk ke dalam. kamar nya. Di dalam kamar Calvin juga memberikan obat dan air mineral sesuai yang Alka minta.


"Terimakasih." Ucap Alka


"Sama-sama, kenapa kau punya penyakit radang usus." Tanya Calvin.


"Sebenarnya aku sudah cukup lama memiliki nya karena kebiasaan buruk ku selalu bergadang dan jarang sekali makan. Tapi akhir-akhir ini penyakit ini semakin parah, puncak nya saat di Korea sana." Jawab Alka.


"Jadi karena aku, kau sakit."


"Apa yang kau katakan, tidak lah. Aku sakit karena kebiasaan buruk ku, bukan karena kau." Kata Alka.


"Aku memang selalu menyusahkan orang lain." Ucap Calvin.

__ADS_1


"Tidak bodoh, aku malah senang memiliki saudara ipar seperti mu, kau asik dan tidak mudah baper. Dulu aku dan Nathan sama sekali tidak akur tapi semenjak kami berdua menjaga mu di Korea kami berdua jadi sangat dekat dan akur. Itu karena mu."


"Hahaha aku juga senang bergabung dalam keluarga asik ini, oh iya apa saat ini Amanda masih ngidam." Tanya Calvin.


"Tidak, dia juga kalau ngidam tidak yang aneh aneh, hanya selalu meminta jatah setiap malam." Jawab Alka.


"Hihihi seperti nya Nila akan seperti itu juga." Ucap Calvin.


"Apa Nila ngidam juga." Tanya Alka.


"Dia juga seperti Amanda tapi hanya sekali. Setelah itu tidak lagi, semoga kedepannya seperti itu lagi." Jawab Calvin.


"Calvin aku ingin sedikit mengungkit masa lalu kita. Aku ingin bertanya apa dulu kau mencintai Amanda.".


"Kalau dulu iya, karena kami selalu bersama aku memilki perasaan lebih pada nya, bahkan saat aku tau kau sudah membobol nya aku tidak mempermasalahkan itu, tapi kau tenang saja itu hanya masa lalu, sekarang orang yang aku cintai hanya Nila seorang" Jawab Calvin.


"Aku tau itu. Sampai sekarang aku saja menyesal telah melakukan hal buruk pada Amanda."


"Sudah masa lalu biarlah berlalu, sekarang kalian berdua saling mencintai, jadi tidak ada yang perlu disesalkan."


"Kau benar." Kata Alka.


"Sebelum aku pergi, aku ingin menyatakan suatu hal pada mu." Ucap Calvin.


"Hal apa." Tanya Alka.


"Amanda pernah mencium ku." Calvin langsung berlari keluar dari kamar Alka.


"Calvin." Teriak Alka.


Note : Seperti nya kelanjutan cerita Vira dan Kevin akan author tulis di apk hijau

__ADS_1


__ADS_2