Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 87


__ADS_3

"Kau tau apa yang kau lakukan tidak benar." Ucap Vino.


"Apa kau tuli dan pikun, sudah aku katakan jangan ikut campur dalam urusan ku. Orang tua ku saja tidak peduli dengan ku."


"Siapa orang tua mu, kenapa kau bisa mengatakan seperti itu." Tanya Vino.


"Kau tidak perlu tau siapa orang tua ku, jika dia peduli pada ku kenapa dia meninggal kan ku di rumah sakit, apa aku anak yang tidak diinginkan nya, cih sudah pasti seperti itu. Dia hanya senang membuat nya tanpa mau bertanggung jawab dengan hasil nya." Jawab Marvin.


"Jadi kau sekarang hidup sendiri." Tanya Vino.


"Tidak aku bersama ayah tiri ku, sudah stop mengulik kehidupan ku." Ucap Marvin.


"Marvin ikut bersama ku, aku akan membuat hidup mu lebih baik." Kata Vino.


"Ikut dengan mu, kau saja tidak tau dimana sekarang, jangan sok perhatian pada ku. Ingat aku musuh mu jadi setelah kau sembuh aku langsung yang akan membunuh mu." Ucap Marvin.


"Aku bisa minta tolong."


"Apa itu jangan merepotkan ku." Ucap Marvin.


"Keluarga ku pasti sedang mencemaskan ku, mereka pasti sedang panik. Anak ku sedang hamil, menantu ku sangat cengeng, dan istri ku memiliki trauma. Tolong beri tau mereka aku baik-baik saja, ada orang baik yang menyelamatkan ku."


"Tidak mau, itu bukan urusan ku." Ucap Marvin.

__ADS_1


"Marvin tolong." Kata Vino.


"Ah kau sangat merepotkan ku, bagaimana aku bisa memberitahu mereka, jika aku menghubungi mereka aku akan di lacak dan di tangkap." Ucap Marvin.


"Kau tidak kau merawat ku bukan? Kenapa kau tidak mengantarkan ku pulang, setelah aku sembuh kau bisa membunuh ku." Kata Vino.


"Kenapa aku tidak memikirkan nya, aku repot-repot merawat mu, dan jika orang tua ku tau aku bisa mati di buat nya, bagus aku memulangkan ku. Tapi kau harus berjanji jangan katakan pada keluarga mu jika aku terlibat dalam kecelakaan mu."


"Kau sudah menyelamatkan ku dan sudah merawat ku bagaimana aku bisa mengatakan hal itu." Ucap Vino.


Marvin memikirkan jika yang di katakan Vino adalah hal yang benar padahal Vino sudah memikirkan banyak rencana agar Marvin bisa ikut dengan nya. Vino ingin Marvin memiliki hidup yang baik, ia memiliki sebuah perasaan aneh pada anak yang bernama Marvin ini.


Marvin membawa Vino masuk ke dalam mobil nya, pantas saja Vino merasa sangat sepi di rumah ini, ternyata rumah yang ia tempati bersama Marvin berada di tengah hutan, ia tidak tau bagaimana bisa ada rumah cukup besar di tengah hutan.


"Jangan banyak tanya Vino." Jawab Marvin.


Vino terkekeh saat melihat Marvin yang begitu kesal dengan nya, saat melihat Marvin ia merasa melihat diri nya saat seusia Marvin yang berbeda hanya diri nya sudah memiliki karir yang bagus di dunia model.


"Marvin kau tidak mau menjadi model." Tanya Vino.


"Model, model majalah dewasa aku mau. Beri aku wanita yang cantik dan seksi." Jawab Marvin.


"Apa otak mu sudah rusak, model seperti ku dulu." Ucap Vino.

__ADS_1


"Tidak mau, model hanya pekerjaan wanita."


"Kau pemakai berang haram juga." Tanya Vino.


"Aku tidak memakai nya hanya aku ikut menjual nya ayah tiri ku mafia." Jawab Marvin.


"Kau tau jika kau tertangkap oleh daddy ku kau bisa langsung mati."


"Aku tidak peduli, yang aku pikir kan hanya uang, kau pikir ayah ku memberikan aku uang secara percuma." Ucap Marvin.


Setelah kurang lebih dua jam perjalanan mereka berdua sampai di depan rumah Vino, semua anggota keluarga berlari keluar saat satpam memberitahu jika Vino pulang bersama seseorang.


Marvin keluar dari mobil dan berjalan membuka pintu belakang untuk mengambil kursi roda. Mata mereka semua terpanah pada Marvin.


"Vino." Ucap Mereka semua saat melihat Vino di bantu keluar oleh Marvin.


Andy, Aska dan yang lainnya langsung berlari mendekat untuk membantu Marvin mengeluarkan Vino dari mobil. Mereka semua sangat senang melihat Vino kembali dengan keadaan hidup meskipun banyak luka di tubuh nya.


"Ayah." Ucap Nathan sambil mencium tangan ayah nya.


"Nathan kau kembali." Vino mengusap rambut Nathan.


"Vino aku pergi." Ucap Marvin.

__ADS_1


"Tidak kau tetap di sini, Andy Aska bawa dia masuk jika tidak mau paksa dia." Kata Vino.


__ADS_2