
"Calvin kenapa tidak membalas tangan Rebecca," tanya Erwin.
"Tidak papa, aku hanya tidak ingin menyakiti seseorang," jawab Calvin.
"Apa maksudnya, apa dia sudah memiliki seorang kekasih, tapi tidak heran si wajah nya sangat perfect," batin Rebecca.
"Kau tidur dengan Piter, tidak banyak kamar disini," ucap Erwin.
"Tidak perlu ayah, aku bisa pulang ke rumah ku, di sana ada ayah Vino dan kakek," kata Calvin.
"Kau tidak ingin tinggal bersama ayah untuk beberapa saat saja," tanya Erwin.
"Baiklah, dimana Piter," tanya Calvin.
"Dia ada di lantai dua, pintu kamar nya ada tulisan nya, kau bisa langsung masuk ke sana," jawab Elisabeth.
"Biar aku antar," ujar Rebecca.
"Tidak perlu, aku bisa sendiri," ucap Calvin dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Anak mu sangat mirip dengan mu sayang, tapi sifat kalian jauh berbeda, dia sangat dingin dan seperti nya sangat menjaga diri nya," kata Elisabeth.
"Maklum saja pewaris tunggal Marvel grup, dia di didik sangat ketat dari kecil," ucap Erwin.
Calvin mencari pintu kamar yang sesuai dengan yang dikatakan oleh Elisabeth, saat sudah menemukan nya Calvin langsung membuka nya betapa terkejut nya Calvin saat melihat Piter sedang berbuat apa di dalam sana.
__ADS_1
"Sayang ada orang," ucap seorang wanita.
"Maaf," Calvin kembali menutup pintu, jantung nya berdetak sangat cepat karena melihat sesuatu yang sangat hot.
"Sayang aku ingin menyuntik mu," batin Calvin.
Piter dan pacar nya langsung merapihkan diri mereka, Piter juga langsung mengganti selimut dan sprei agar tidak tertinggal sisa kegiatan bercinta mereka.
"Siapa sayang," tanya Elena.
"Dia anak ayah ku, aku lupa jika dia akan datang," jawab Piter.
"Sekarang kamu pulang ya, aku akan tidur dengan nya malam ini, nanti jika dia sudah pulang kita akan melanjutkan lagi, ingat pil itu, jangan sampai kamu hamil," kata Piter.
"Iya sayang." Mereka berdua berciuman sebagai salam perpisahan.
"Kau anak ayah kan, aku Piter." Piter memeluk Calvin sebagai salam perkenalan.
"Aku Calvin, senang bertemu dengan mu Piter." Calvin membalas pelukan itu karena Piter seorang pria tidak ada larangan di kamus nya untuk memeluk seorang pria.
"Maaf aku menganggu kegiatan mu," ucap Calvin.
"Duduk lah, tidak masalah aku bisa melakukan nya lagi di lain waktu, tapi untuk bertemu orang penting seperti mu itu sangat jarang terjadi," kata Piter.
"Kau bisa saja, apa dia istri mu," tanya Calvin.
__ADS_1
"Tidak dia hanya pacar ku," jawab Piter.
"Kalau pacar mu, kenapa kau sudah melakukan hubungan intim, kau tidak ingin mendapatkan jackpot saat menikah," tanya Calvin.
"Calvin kau hidup di negera mana, di sini sudah biasa melakukan hal seperti itu, dia hanya kesenangan waktu muda ku saja, nanti ketika aku sudah siap menikah aku akan mencari wanita baik-baik," jawab Piter.
"Apa wanita tidak ada harga nya di sini, itu sangat menyakitkan, aku beruntung tidak terpengaruh budaya sini," batin Calvin.
"Apa kau sudah menikah, melihat aura mu kau juga sudah sering melakukan nya," tanya Piter.
"Iya aku sudah menikah, aku menikah muda, dan sudah pasti aku sering melakukan," jawab Calvin.
"Pantas saja, maaf kamar ku tidak besar dan tidak banyak barang di sini, kau tidak membawa baju kan kau bisa memakai milik ku," kata Piter.
"Terima kasih," ucap Calvin.
"Benar kata ayah, dia benar-benar berbeda dengan yang kami, berwibawa dan memiliki aura yang sangat kuat, pantas saja ayah selalu membanggakan nya," batin Piter.
Malam hari nya, Calvin sedang membersihkan diri sedangkan Piter menyiapkan baju yang akan di pakai oleh Calvin.
"Pantas saja ayah membelikan ku semua nya, anak kesayangan nya akan datang," ucap Piter.
"Piter dimana aku harus berganti pakaian," tanya Calvin.
"Di kamar Rebecca, ya disini saja, mau dimana lagi. Kau malu dengan ku, kita sesama pria dan kita berasal dari benih yang sama," jawab Piter.
__ADS_1
"Aku tidak biasa," kata Calvin.
Saat di rumah ayah nya, ntah kenapa Calvin berubah menjadi Calvin yang sangat calem dan tidak banyak bertingkah seperti biasa nya.