
Jangan bermain-main dengan ku...
Stiven dan iqbaal yang telah sampai di tempat yang mereka tujuh, mereka turun dari mobil dan di sambut oleh beberapa penjaga tempat itu, stiven dan iqbaal melangkah kaki nya menuju ruangan untuk memberi pelajaran lalat penganggu...
"Buka penutup mata nya..." ucap stiven...
Iqbaal pun maju untuk membuka penutup mata si lalat itu...
"Stiven..." ucap kiki...
"Kau mengenal ku..." ucap stiven...
"Tentu aku mengenal mu, kau suami dari bella..." ucap kiki...
"Kalau kau tau aku suami dari bella, kenapa kau mengganggu nya..." terika stiven...
"A... aku..." ucap kiki lirih...
"Aku tak butuh alasan mu..." tariak stiven...
"A.. aku terpaksa..." ucap kiki...
"Itu bukan urusan ku, kau tau siapa yang berani ber urusan dengan keluarga vins, bagaimana nasib nya..." ucap stiven dengan nada yang menekan...
"Tut... tut... tut..." suara hp stiven bergetar...
"Hallo sayang, ada apa..." ucap stiven...
"Kamu dimana, cepat pulang..." ucap bella...
"Ada apa, apa terjadi sesuatu..." ucap stiven...
"Cepat pulang penting..." ucap bella dan mematikan sambungan telfon...
"Kita pulang sekarang bal, dan jangan lupa siksa dia karena berani memeluk dan mencium istri ku..." ucap stiven...
"Baik tuan.. kalian dengar kan lakukan sekarang..." ucap iqbaal...
Iqbaal dan stiven pun keluar dari tempat itu dan langsung menuju rumah, sesampainya di rumah stiven langsung berlari menuju kamar untuk melihat bella...
"Ada apa sayang, apa ada yang sakit atau apa..." ucap stiven...
"Tidak ada..." ucap bella...
"Terus kenapa kamu menyuruh ku untuk pulang..." ucap stiven...
"Aku hanya merindukan mu dan ingin memeluk mu..." ucap bella...
"Hanya itu..." ucap stiven...
"Iya, apa kamu keberatan..." ucap bella...
"Jelas tidak sayang, aku juga sangat merindukan mu..." ucap stiven dan berbaring di samping bella lalu memeluk nya....
"Terimakasih aku sangat mencintai mu..." ucap bella...
"Hy anak dedy, baik-baik disana ya..." ucap stiven sambil mengelus perut bella yang rata...
"Mereka kuat seperti ku mas..." ucap bella....
"Aku percaya itu sayang..." ucap stiven dan mencium bella...
Mereka pun memutuskan untuk tidur, mereka tertidur sambil berpelukan...
__ADS_1
Kediaman mahendra...
"Dasar bodoh..." ucap lia...
"Nia juga tidak menyangka kalau tuan stiven tidak mempercayai bukti yang kita siapkan..." ucap nia...
"Sekarang kita harus apa, tuan stiven pasti sangat marah, dan kamu tau perusahaan kiki sudah di ambang kebangkrutan..." ucap lia...
"Nia juga gak tau mah, nai takut..." ucap nia...
"Tut.. tut... tut..." suara hp milik nia...
"Hallo, iya dengan saya sendiri..." ucap nia dalam sambungan telfon...
"Apa bagiaman bisa, hallo.. hallo.. hallo..." ucap nia dalam sambungan telfon...
"Ada apa nia..." ucap lia...
"Nia di pecat mah dari perusahaan tempat nia bekerja..." ucap nia...
"Bagaimana ini, tuan stiven tidak main-main. Kita bisa hancur nia..." ucap lia...
Hp nia kembali bergetar ia menerima pesan dari kampus, nia pun membuka pesan itu, betapa terkejut nya dia saat membaca pesan itu...
"Apa bagaimana bisa..." teriak nia...
"Ada apa lagi..." ucap lia...
"Aku di keluarkan dari kampus hanya melewati pesan..." ucap nia...
"Oke kita harus tetap tenang jangan sampai papah mengetahui ini semua..." ucap lia...
"Tenang bagimana mah, nia udah gak punya pekerjaan dan di keluarkan pihak kampus..." ucap nia...
"Mamah benar, kita harus tetap tenang..." ucap nia...
Waktu sudah berganti, siang berubah menjadi malam, stiven dan bella telah siap membersikan diri, mereka pun memutuskan untuk beranjak menuju ruang makan...
"Tumben belum ada orang..." ucap bella...
"Kita terlalu cepat sayang..." ucap
"Kita tunggu saja mereka..." ucap bella...
Tak lama viona, indah dan wijaya datang di susul iqbaal di belakang mereka...
"Tu mereka sudah datang..." ucap stiven...
"Malam semua..." ucap bella...
"Malam..." ucap mereka kompak...
"Kalian begitu kompak..." ucap bella...
"Hanya kebetulan, tumben kalian cepat..." ucap indah...
"Kami sudah sangat lapar..." ucap bella...
"Ya sudah mari kita makan..." ucap wijaya....
"Mas suapin, tapi pakai tangan langsung ..." ucap bella...
"Tangan sayang..." ucap stiven...
__ADS_1
"Iya, aku tak mau pakai sendok..." ucap bella...
"Yasudah aku mencuci tangan terlebih dahulu..." ucap stiven...
"Sejak kapan kakak mau makan pakai tangan..." ucap viona...
"Sejak kami makan tempat kang mamat..." ucap bella...
"Dimana itu ka..." ucap viona...
"Di pinggir jalan arah ke toko, lain kali kakak aja kamu kesana..." ucap bella...
Stiven yang telah selesai mencuci tangannya kembali duduk di samping bella, ia mengambil piring milik bella dan mulai menyuapi bella secara perlahan...
"Kamu juga sambil makan mas..." ucap bella...
"Iya sayang..." ucap stiven...
"Aduh romantis nya, berasa nonton drakor..." ucap viona...
"Kalau mamah berasa mudah lagi..." ucap indah...
"Mamah mau papah suapin mah..." ucap wijaya...
"Pah sadar umur, sudah mau punya cucu lo..." ucap indah...
"Saya jadi kepengen cepat nika..." ucap iqbaal dengan polos nya...
Sontak semua mata langsung tertuju pada iqbaal...
"Ada apa, kenapa kalian menatap ku..." ucap iqbaal...
"Emang kau sudah memiliki pacar bal..." ucap stiven...
"Belum..." ucap iqbaal...
"Bagaimana asisten iqbaal mau punya pacar, orang kerjaan nya ngekor mulu di belakang kakak..." ucap viona...
"Bagiaman kamu menika dengan dini frend..." ucap bella...
"Tidak aku tidak mau, dia terlalu cerewet..." ucap iqbaal...
"Ah payah kamu frend..." ucap bella...
"Sudah jangan memojokkan iqbaal seperti itu, biaran dia memilih pendamping hidup yang pas untuk nya..." ucap wijaya...
"Tapi kapan, umur mu saja sudah berkepalah 3 bal..." ucap stiven...
"Pasti akan ada waktunya tuan, kapan pun itu..." ucap iqbaal...
"Bagaimana kalau dengan viona..." ucap indah...
"Aku setuju..." ucap stiven...
"Mah, ko ada-ada aja si, viona belum mau nika, kalau viona mau nika viona bakal cari sendiri..." ucap viona..
"Iya.. iya.. mamah cuma becanda..." ucap indah...
Terimakasih sudah mampir...
Author juga Punya pengumuman penting,
Author udah buat satu judul novel lagi yang berjudul Iqbaal & dara (bukan cunta biasa) dan Ex-(boy) frend.. jangan lupa mampir ya...
__ADS_1