
Sedikit berubah.
Citra mulai tidak tenang sebentar lagi waktu jam pulang kantor tiba tetapi vino masi tidak menampakkan batang hidung nya. Ingin sekali citra menghubungi vino namun apalah daya nya yang tidak mempunyai hp.
Citra meletakkan kepalah nya di atas meja kerja nya, ia menutup mata nya untuk menenang kan fikiran nya yang kacau.
"Sampai kapan aku harus begini." batin citra.
Tanpa sadar citra tertidur dengan posisi seperti itu. Vino sedang dalam perjalanan pulang ia fikir citra sudah pulang bersama daddy nya atau dengan taksi. Sesampainya dirumah vino sama sekali tidak melihat keberadaan citra. Ia sedikit curiga kalau citra belum pulang.
"Vin, kamu ko baru pulang. Citra mana.?" ucap bella.
"Hmmm, citra tadi tempat sahabat nya mom, ini vino mau jemput tadi vino pulang sebenar mau ngambil sesuatu." elak vino.
"Oww begitu, jemput sana sudah mau gelap loh." ujar bella.
"Iya mom, vino berangkat dulu." ucap vino.
Sementara itu citra mulai membuka mata nya, berapa kali citra mengedip-ngedipkan mata nya untuk menyesuaikan cahaya di ruangan itu.
"Sepi sekali." ucap citra saat melihat di sekeliling ruangan itu.
Citra bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan keluar dari ruangan vino. Citra sudah tidak melihat satu orang pun di lantai atas ini, saat melihat jam di dinding betapa terkejut nya citra karena jam sudah menunjukan pukul 8 malam.
Saat ingin masuk kedalam lift tiba-tiba listrik di kantor tersebut mati yang membuat citra ketakutan.
"Aaaaakkk." teriak citra.
Citra melangkahkan kaki nya mundur kebelakang hingga ia merapat ke dinding, ia duduk di tempat itu sambil menahan tangis nya. Kantor itu benar-benar gelap sekali tidak ada sedikit pun penerangan.
Vino telah sampai di vins grup, saat ia ingin masuk kedalam vino di beritahu oleh satpam jika listrik di 5 lantai paling atas mati karena kesalahan teknis. Vino yang mendengar itu langsung berlari masuk kedalam vins grub, ia hanya bisa menggunakan lift sampai lantai 70. 5 lantai sisa nya ia harus naik menggunakan tangga darurat.
Tanpa Fikir panjang vino mengambil hp nya dan menyalahkan lampu flash di hp, setelah itu ia langsung berlari naik menggunakan tangga darurat. Satu-satu nya sifat yang tidak stiven turun kan pada vino adalah penakut, vino tidak seperti daddy nya yang sangat penakut.
Citra sudah tidak bisa menahan tangis ya, lantai itu terasa sangat sepi dan menakutkan hanya tangisan nya lah yang terdengar di lantai itu. Vino telah sampai di lantai paling atas, samar-samar vino mendengar suara perempuan yang sedang menangis. Ia mengikuti kearah sumber suara hingga menemukan citra yang sedang menutup wajah nya sambil manangis.
__ADS_1
Citra yang menyadari ada sorot lampu perlahan membuka mata nya, ia menatap kearah sorot lampu tersebut walaupun terasa sangat silau. Vino berlari mendekati citra dan memeluk nya dengan erat, citra pun membalas pelukan itu sambil menangis, ia fikir ia akan terjebak di lantai ini sampai pagi.
"Jangan takut aku ada disini." ucap vino.
Citra melepaskan pelukan itu, perlahan ia menghapus air mata yang memenuhi mata nya sejak tadi.
"Aaakkkuu takut." ucap citra dengan suara yang gemetar.
Vino memegang tangan citra dengan erat dan menuntun nya untuk ikut turun dengan nya menggunakan tangga darurat, vino merasakan tubuh citra yang gemetaran pertanda ia benar-benar sangat takut.
"Jangan menoleh kemana pun, cukup tatap wajah ku." ucap vino.
Citra mengikuti langkah kaki vino, ia sama sekali tidak menoleh kearah mana pun. Mata nya hanya melihat kearah wajah vino dan jalan yang berada di depan nya.
Saat sudah melewati 5 lantai yang mengalami kerusakan listrik, akhirnya mereka berdua sampai di lantai yang listrik nya masih normal, vino menatap kearah wajah citra yang sembab akibat menangis cukup lama. Di dalam hati nya ia merasa bersalah karena meninggal kan citra begitu saja.
"Ayo." ucap vino dengan masi memegang erat tangan citra.
Di dalam perjalanan pulang citra mengambil tisu untuk mengusap wajah nya yang terlihat sangat kacau, ia juga memberikan sedikit sentuhan make up agar wajah nya tidak terlihat sembab.
Citra langsung menoleh kearah wajah vino yang terlihat merasa bersalah, bibir citra sedikit tersenyum karena mendengar kan permintaan maaf dari vino yang terlihat tulus.
"Untuk." ucap citra.
"Karena telah meninggal kan mu begitu saja, aku fikir kamu sudah pulang kerumah dengan daddy jadi aku tidak menjemput mu. Dan ini bukan murni kesalahan ku." ucap vino.
"Iya iya kamu tidak salah." ucap citra.
"Sudah kuduga aku memang tidak bersalah, kenapa kamu tidak pulang bersama daddy.?" ujar vino.
"Karena aku menunggu mu sampai aku ketiduran." jawab citra.
"Untuk yang ini iya aku salah." ujar vino.
"Ternyata kamu bisa merasah bersalah juga ya." ucap citra.
__ADS_1
Vino mengambil kotak yang berada di dekat nya, dan memberikan nya pada citra.
"Ini untuk mu." ucap vino sambil memberikan kotak itu.
"Apa ini." tanya citra.
"Buka lah jika ingin mengetahui isi kotak itu." ujar vino.
"Tidak, aku ingin membuka nya di rumah." ucap citra.
Semampai nya dirumah mereka berdua langsung masuk kedalam rumah yang ternyata mereka berdua telah di tunggu oleh stiven dan bella di ruang keluarga.
"Kalian berdua dari mana saja si." ucap bella dengan nada yang khawatir.
"Maaf mah, ini salah citra." ucap citra.
"Yasudah sekarang kalian berdua masuk kedalam kamar dan segara mandi setelah itu makam malam." ujar bella.
"Iya mah." jawab citra.
Vino dan citra langsung naik kekamar mereka berdua, di dalam kamar vino langsung merebahkan dirinya keatas kasur. Berbeda dengan citra yang langsung mengambil pakaian nya lalu masuk kedalam kamar mandi.
35 menit berlalu citra keluar dari kamar mandi dengan wajah yang segar, berbeda dengan vino yang masih terlihat lesu dan lemas.
"Mandi ka." ucap citra.
Tanpa menjawab vino meletakkan hp nya dan langsung masuk kedalan kamar mandi, sedangkan citra masuk kedalam ruang ganti untuk menyiapkan pakaian ganti suami nya.
Citra duduk di meja rias yang baru di belikan bella yang sudah berisi berbagai macam perlengkapan wanita, di dalam laci meja itu juga terdapat banyak perhiasan yang harga nya sangat mahal.
Pakain di dalam lemari nya juga sudah bertambah banyak, di dalam ruangan ganti sudah bertambah satu lemari yang berisi tas dan sepatu-sepatu mewah yang membuat citra tercengang.
"Apa ini semua milik ku." ucap citra.
Di rumah nya dulu ia tidak pernah hidup semewah ini walaupun keluarga nya termasuk orang kaya.
__ADS_1
Ayo dong saran visual yang cocok, kata nya pada bosan dengan artis korea.