
"Siapa yang melakukan ini yah, kita harus segera membunuh mereka, mereka sudah menyakiti orang-orang yang ku sayangi." Ucap Calvin.
"Sabar Calvin, pasti mereka bukan orang biasa, jangan ambil tindakan yang akan merugikan kita." Kata Vino.
"Pah, sebenarnya siapa yang mereka incar aku atau papah." Tanya Alka.
"Keluarga kita, jadi jangan ada yang keluar dari rumah tanpa pengawalan ketat." Jawab Vino yang terpaksa berbohong agar tidak menakuti Calvin.
Beruntung nya Vino dapat langsung di pulang kan, lagi pula keluarga Vins juga mempunyai dokter pribadi yang akan menjamin keselamatan Vino.
"Vino, kau baik-baik saja kan." Tanya Andy.
"Seperti yang kau lihat aku baik-baik saja, sudah jangan mengkhawatirkan aku." Jawab Vino.
"Alka, kenapa keluarga ini selalu dalam masalah." Tanya Calvin.
"Aku tidak tau Calvin, sejak dulu banyak sekali masalah di keluarga ini, banyak yang tidak suka dengan kekuasaan keluarga Vins." Jawab Alka.
"Kau tau keluarga ku yang paling berkuasa, tapi tidak seperti ini juga."
"Mungkin mereka belum menemukan momen yang tepat untuk menghancurkan keluarga mu, kau tau bisa saja kau yang di incar dan karena kau berada di keluarga ini jadi nya keluarga ini yang terkena imbas nya." Kata Alka.
"Apa yang kau katakan itu benar Alka, aku jadi merasa bersalah pada mu dan ayah." Ucap Calvin.
"Tidak Calvin kau tidak perlu merasa bersalah, karena ini bukan kesalahan mu." Kata Alka.
Sementara itu Abraham William salah satu mafia terkenal di dunia bawa tanah baru saja tiba di indonesia, tentu saja kedatangan nya di Indonesia bukan hanya sekedar berkunjung saja, tetapi karena ada suatu hal yang ingin ia kerjakan.
__ADS_1
Di Eropa sana posisi nya terdesak karena kepemimpinan Stiven di Marvel grup, Stiven sangat cepat memberantas orang-orang yang ingin menghancurkan Marvel grup. Termasuk Abraham yang mulai geram karena Stiven selalu saja menggagalkan rencana nya.
"Vino, Calvin apa hubungan mereka berdua." Tanya Abraham.
"Mereka hanya sebatas menantu dan mertua, Vino anak kesayangan dari Stiven orang yang mengusik anda, dan Calvin menantu kesayangan dari Vino, mereka berdua sangat dekat."
"Sangat menarik." Ucap Abraham sambil bertepuk tangan.
"Tiara." Bentak Calvin.
"Kau, kenapa kau berani masuk ke dalam kamar ku." Teriak Calvin yang membuat Tiara ketakutan.
Dengan cepat tangan Calvin melayang hampir menampar Tiara untung saja Alka datang mencegah itu. "Calvin." Alka berusaha menenangkan Calvin yang terlihat sangat marah.
"Alka lepas, aku ingin memukul wajah nya itu, dia jalang." Teriak Calvin.
Tiara langsung berlari meninggalkan Calvin dan Alka, sebelum Calvin benar-benar memukul nya.
"Kau jangan lari." Teriak Calvin.
"Ah sakit." Ucap Alka saat tangan nya yang terluka terkena sikut Calvin.
"Alka maaf, sakit ya." Calvin langsung membantu Alka duduk di sofa kamar nya.
"Berdarah Alka, bagaimana ini." Tanya Calvin yang sangat panik.
"Ambil kan aku kotak p3k." Jawab Alka sambil menahan sakit di tangan nya.
__ADS_1
"Alka maafkan aku." Wajah Calvin memerah menahan tangis nya.
"Calvin jangan menangis cepat ambil kan." Bentak Alka.
Calvin langsung berlari mencari kotak p3k yang Alka minta. Setelah menemukan nya ia langsung berlari mendekati Alka.
"Maaf Alka." Ucap Calvin.
"Aku tidak papa, sudah jangan menangis." Alka langsung mengobati luka nya.
"Maaf aku membentak mu, aku tidak papa jangan bersedih." .
"Mau aku bantu ke kamar mu." Tanya Calvin.
"Iya bantu aku, tapi ingat jangan mudah terbawa emosi lagi." Jawab Alka.
Calvin membawa Alka masuk ke dalam kamar, ia sangat merasa bersalah karena luka Alka kembali berdarah karena sikut nya.
"Istirahat lah, nanti aku akan membawakan mu ke makanan." Ucap Calvin.
"Sayang kenapa dengan mu, tangan mu." Tanya Amanda.
"Tidak papa sayang, tidak sengaja terkena sikut Calvin."
"Anak itu, pasti karena tingkah nya seperti anak kecil." Ucap Amanda.
"Tidak sayang, jangan marah pada nya, nanti dia menangis lagi." Kata Alka
__ADS_1