
"Sayang bangun sayang," ucap Calvin yang benar-benar sudah lemas.
"Calvin sudah Calvin, sudah ada anak mu di sini," Vino memeluk Calvin, Vino tau ini sangat berat untuk Calvin bukan hanya Calvin dia juga merasakan kesedihan yang teramat dalam, putri satu-satu nya telah kembali ke yang maha kuasa.
"Tidak yah, aku tidak bisa hidup tanpa nya, kenapa ini terjadi pada ku yah, kenapa."
"Dengarkan ayah, semua sudah takdir Calvin, semua orang akan kembali ke tempat nya. Nila mempercayai mu untuk merawat anak kalian, jangan sia-siakan perjuangan Nila selama ini Calvin," ucap Vino.
Vino benar-benar harus tegar saat ini, sikap nya yang tenang berbanding terbalik dengan perasaan nya sangat sangat hancur, hati nya menjerit menangis merasakan rasa sakit yang teramat luar biasa.
"Sayang anak ayah, ayah tau ini yang terbaik untuk kamu, tuhan ingin kamu tenang di sana, maafkan ayah sayang maafkan kesalahan ayah, maaf Nila maafkan ayah," Vino berusaha menahan air mata nya tetapi percuma saat rasa sakit kehilangan anak nya sangat lah besar.
"Calvin memeluk anak nya, wajah tampan anak nya sangat mirip dengan Nila, tangisan Calvin membuat anak nya yang semula tertidur menjadi menangis seolah-olah anak itu tau perasaan daddy saat ini.
__ADS_1
Kepergian Nila benar-benar membuat luka yang amat dalam di keluarga Vins, mereka benar-benar tidak menduga hal ini terjadi, karena Nila selalu tampak sehat sebelum nya.
Semua berjalan sangat cepat, Calvin masih terus menangis di atas makam istri nya, ia sama sekali tidak bisa meninggal istri nya sendiri di tempat ini, Vino sudah berulang kali membujuk Calvin agar pulang ke rumah.
"Calvin ayo pulang anak mu membutuhkan mu Calvin," ucap Vino.
"Tidak yah, aku tidak mau meninggal kan istri ku." Calvin masih memeluk kuburan istri nya.
Dengerin segala macam pertimbangan akhirnya Calvin mau pulang bersama Vino, ia terus memeluk Vino dengan air mata yang terus mengalir dengan deras. Hidup nya benar-benar terasa sangat hancur.
Sesampainya di rumah Vino membawa Calvin masuk ke dalam kamar nya untuk beristirahat. Calvin mengambil bayi mungil itu yang belum ia beri nama.
"Aku ingin memberi nama anak ku Marcel ya, nama keluarga ku, apa boleh," tanya Calvin.
__ADS_1
"Itu hak mu Calvin, lakukan yang terbaik menurut mu," jawab Vino
Calvin mengusap wajah Marcel dengan sangat lembut, wajah Marcel benar-benar mengingat kan nya pada sosok wanita yang sangat ia cintai..
"Seharusnya kamu ada di sini, sayang ada bersama anak kita, kenapa kamu pergi sayang, kenapa," batin Calvin.
"Sudah Nathan, berhenti menangis, aku tau ini sangat berat untuk kita, tapi dengan kau seperti ini adik kita tidak akan tenang, biarkan dia pergi dengan tenang Nathan," ucap Marvin.
Kepergian Nila juga membuat syok para sepupu nya di Korea, mereka ingin sekali pergi melihat Nila untuk yang terakhir kali nya. Tetapi tidak bisa karena di kehalang pendidikan.
"Dimana pun kamu, aku tau kamu bahagia di sana. Aku berjanji akan menjaga anak kita dengan sangat baik, Terima kasih sayang untuk semua nya," ucap Calvin.
"Meninggal nya sangat sulit, tapi aku tidak memiliki pilihan lain, kita tetap akan bahagia meskipun sudah tidak bersama." Nila
__ADS_1