
Kembali seperti semulah...
Siang berganti malam, suasana di kediaman keluarga stiven kembali normal seperti biasa nya, aldy dan ariska masi terlihat tertidur sambil berpelukan, tak lama ariska terbangun dari tidur nya....
"Ciptaan yang sempurna..." batin ariska saat melihat wajah aldy dari dekat...
"Apa yang kulakuan, kami berbuat dosa..." ucap ariska dan mendorong tubuh aldy sampai terjungkal ke bawah kasur....
"Brukk.... aaaauuuu...." suara aldy terjatuh dari atas kasur...
"Ma.. maaf..." ucap ariska yang merasa bersalah...
"Maksud kamu apa..." ucap aldy dan bangkit berdiri...
"Tidak ada, apa yang kita lakukan..." ucap ariska...
"Kau lupa atau pura-pura lupa, siapa yang menyuruh ku menemani mu..." ucap aldy...
"Maaf..." ucap ariska...
"Sudahlah anggap saja kejadian ini tidak perna terjadi..." ucap aldy dan pergi meninggalkan ariska...
Aldy keluar dari kamar ariska dengan perasaan yang kesal, ia berjalan keluar kamar dan menuju ruang keluarga...
"Tu dia, orang nya..." ucap iqbaal...
"Dari mana ka..." ucap bella dengan tatapan seribu arti...
"Enak ni..." ucap aldy dan mengambil jus milik stiven...
"Cetak... biasan minuman orang di serobot mulu..." ucap stiven sambil menyentil dahi aldy...
"Ka, dari mana..." ucap bella...
"Ya... paling dari kamar teman kamu..." ucap stiven...
"Apa itu benar ka..." ucap bella...
"Yap benar..." ucap aldy dengan datar dan duduk di sofa...
"Apa yang kau lakukan dengan nya, ingat kalian belum sah..." ucap stiven...
"Tidak ada..." ucap aldy santai...
"Serius ka..." ucap bella...
"Tidak ada adik ku sayang..." ucap aldy...
"Jangan pernah berbuat macam-macam dengan nya ka..." ucap bella...
"Kamu udah kayak bunda aja..." ucap aldy...
"Selamat malam semua..." ucap ariska datang dari arah belakang...
"Malam ris, gimana udah enakkan belum..." ucap bella...
"Udah bell, makasi ya atas semua nya..." ucap ariska...
"Iya ris sama-sama..." ucap bella...
"Kalau gitu aku pamit pulang dulu..." ucap ariska...
"Jangan dulu ris, meding kamu nginap dulu di sini..." ucap bella...
"Tidak bell, aku sudah terlalu banyak merepotkan mu..." ucap ariska...
"Tidak ada yang di repotkan disini ris..." ucap bella...
"Sudahlah biarkan dia pulang, jangan memaksa nya..." ucap aldy...
"Ka, bukan nya di tahan malah di suruh pulang..." ucap bella...
"Iya bell, aku pulang saja..." ucap ariska...
"Tidak ada penolakan, lebih baik sekarang kita makan malam..." ucap bella dan langsung menarik tangan ariska menuju ruang makan...
"Hey gadis cantik, kamu yang kuat ya..." ucap indah...
"Terimakasih tan..." ucap ariska...
"Nama kamu siapa..." ucap yasmin...
"Ariska tan..." ucap ariska...
"Panggil bunda saja..." ucap yasmin...
"Bunda apa-apaan si, semua orang di suruh panggil bunda..." ucap aldy...
"Jangan dengarkan ucappan nya, dia hanya cemburu..." ucap yasmin...
"Iya bun..." ucap ariska...
"Ayo duduk semua..." ucap wijaya...
"Ariska kamu duduk samping bunda sini..." ucap yasmin...
__ADS_1
"Iya bun..." ucap ariska...
"Terus aku duduk dimana..." ucap aldy...
"Dimana-mana, masi banyak kursi yang kosong..." ucap bella sinis menatap kakak nya itu...
"Sayang suapi ya..." ucap stiven...
"Iya sayang..." ucap bella...
"Manja amat si..." ucap aldy...
"Terserah kami dong..." ucap bella...
"Ariska udah punya pacar..." ucap yasmin...
"Belum bun, ariska tidak ingin pacaran kalau sudah nemu yang cocok dan pas ingin langsung nika saja..." ucap ariska...
"Bagus dong, tu aldy singgel langsung nika saja dengan nya..." ucap yasmin...
"Uhukuhukuhuk..." aldy terbatuk saat mendengar ucappan dari yasmin, ia langsung teringat janji nya dengan kakek...
"Minum ka..." ucap ariska sambil menyodorkan segelas air...
Tanpa berfikir panjang ia langsung mengambil gelas itu dan meneguknya hingga habis...
"Kenapa al..." ucap yasmin...
"Enggak bun, aldy pamit dulu, ada yang kelupaan..." ucap aldy dan pergi meninggalkan meja makan...
"Oh iya viona mana bal..." ucap indah...
"Dia sedang tidak enak badan mah..." ucap iqbaal...
"Dia udah makan bal..." ucap indah...
"Sudah mah..." ucap iqbaal...
"Nanti setelah makan, kamu bawakan buah ya, biasanya dia kalau tidak enak badan suka makan buah..." ucap indah...
"Iya mah, iqbaal sudah siap ko..." ucap iqbaal...
Iqbaal pun mengambil nampan dan mengambil beberapa jenis buah dan langsung pergi masuk kedalam kamar...
"Seperti nya, viona hamil..." ucap stiven...
"Aku juga berfikir seperti itu mas..." ucap bella...
"Asik dong, kita panen cucu..." ucap wijaya...
Sesampai di kamar, iqbaal langsung menghampiri viona yang sedang berbaring di atas kasur...
"Dek..." ucap iqbaal...
"Iya ka, sudah selesai makan malam nya..." ucap viona...
"Sudah dek, gimana perut nya udah enakkan belum..." ucap iqbaal...
"Lumayan ka, udah tidak terlalu mual lagi..." ucap viona...
"Ini ada buah, mau buah apa..." ucap iqbaal...
"Jeruk ka..." ucap viona...
Iqbaal pun mengupaskan jeruk untuk viona...
"Ini di makan..." uca0 iqbaal...
"Suapi ka..." ucap viona...
"Tumben manja begini..." ucap iqbaal dan dengan telaten menyuapi viona...
"Terimakasih ka, selalu ada untuk ku..." ucap viona sambil memeluk iqbaal dengan erat...
"Kamu kenapa si dek, tumben banget manja begini..." ucap iqbaal...
"Emang gak boleh..." ucap viona...
"Boleh dong, malahan kakak sangat senang..." ucap viona...
"Ka, buka baju nya dong..." ucap viona...
"Lah kenapa..." ucap iqbaal heran...
"Enggak tau, pengen aja..." ucap viona...
Tanpa banyak bicara iqbaal pun berdiri dan membuka baju nya, setelah membuka baju ia kembali berbaring di samping tubuh viona...
"Tubuh yang indah..." ucap viona sambil mengusap tubuh iqbaal...
"Jangan dek, geli kamu akan membangunkan ular yang sedang tertidur..." ucap iqbaal...
"Jangan bergerak..." ucap viona dan menciumi dada bidang milik iqbaal tanpa henti...
"Hentikan geli..." ucap iqbaal yang tidak bisa menahan kegeliin nya...
__ADS_1
"Mulai sekarang, kalau tidur jangan menggunakan baju lagi..." ucap viona...
"Kenapa, dingin dek..." ucap iqbaal...
"Aku akan menghangatkan mu..." ucap viona dan memeluk iqbaal dengan erat...
Sementara itu si pemeran utama di novel ini yang tak lain dan tak bukan adalah bella dan juga stiven sedang berada di dalam kamar nya...
"Sayang..." ucap bella memeluk stiven dari belakang yang sedang menganti pakainya...
"Iya, kenapa..." ucap stiven...
"Tidak ada, aku hanya ingin memeluk mu..." ucap bella...
"Biarkan aku memakai baju dulu..." ucap stiven...
"Tidak, aku ingin kamu tidak mengenakan baju dan celana, cukup pakai celana pendek saja..." ucap bella...
"Tapi kan dingin sayang..." ucap stiven...
"Ya sudah kalau tidak mau..." ucap bella melapaskan pelukkannya dan berjalan menuju ranjang...
"Kamu kenapa si..." ucap stiven yang heran dengan kelakuan istri nya...
"Tidak..." ucap bella dan langsung membaringkan tubuh nya kaatas kasur dengan posisi membelakangi stiven...
Stiven yang menyadari istri nya sedang ngambek langsung menuruti keinginan bella, dan langsung naik keatas kasur...
"Sayang...." ucap stiven...
"Hmmm..." ucap bella...
"Balik badan dong, aku nya di angguri ni..." ucap stiven...
"Hmmm..." ucap bella dan membalik badan nya...
Bella yang melihat stiven menuruti keinginan nya langsung memeluk tubuh stiven dengan erat...
"Aku suka kamu begini..." ucap bella...
"Sayang, rencana anak kita ingin di beri nama siapa ya..." ucap stiven...
"Kita saja belum tau jenis kelamin nya..." ucap bella...
"Kita bagi tugas, kalau anak kita cowok aku yang beri nama tapi kalau anak kita cewek kamu yang beri nama..." ucap stiven...
"Kalau anak kita kembar cowok dan cewek..." ucap bella...
"Kita bagi rata, kamu cewek nya dan aku cowok nya..." ucap stiven...
"Boleh juga, ambilkan aku pena kertas dan juga kotak..." ucap bella...
"Sebenar..." ucap stiven dan mencari barang yang bella maksud...
"sayang, aku tidak menemukan kotak nya..." ucap stiven...
"Ada di dalam lemari, dekat baju-baju ku..." ucap bella...
Tak lama stiven kembali sambil membawa barang yang di minta bella...
"Ini sayang..." ucap stiven...
"Sekarang kita berkhayal kalau anak kita kembar cowok dan cewek dulu, kamu cari satu nama untuk cowok dan aku cari untuk cewek..." ucap bella...
"Baiklah, tapi jangan lupa menggunakan nama vins..." ucap stiven...
"Iya aku tau..." ucap bella...
Mereka pun berfikir secara keras untuk mencari nama anak mereka, satu jam berlalu akhirnya mereka menemuakan nama yang cocok untuk anak mereka...
"Sudah belum mas..." ucap bella...
"Sudah..." ucap stiven...
"Sekarang kamu lipat kertas itu dan masukan kedalam kotak..." ucap bella...
Setelah memasukan kertas tersebut kedalam kotak bella langsung menutup kotak tersebut...
"Simpan kotak ini, dan buka jika anak kita sudah lahir..." ucap bella...
"Kenapa harus nunggu lahir..." ucap stiven...
"Sudah jangan banyak bicara, letakkan kotak tersebut di tempat semula..." ucap bella...
Stiven pun kembali meletakan kembali kotak tersebut...
"Apa ada kotak lagi..." ucap bella...
"Sepertinya tidak ada..." ucap stiven...
"Kalau tidak ada, berati lain kali saja kita buat nama untuk anak kita kalau anak kita dua-dua nya cowok atau cewek..." ucap bella...
"Iya, aku pun sudah mengantuk..." ucap stiven...
Stiven pun kembali naik keatas ranjang untuk tidur, bella memeluk tubuh suami nya dengan erat memberikan rasa hangat, tak lama mereka pun terlelap....
__ADS_1
Jika episode ini dobel lagi, author tidak tau kenapa sebab nya, author aja bingung kenapa bisa begini...