
Calvin mulai menyentuh benda milik Nila, walaupun masih terbungkus dengan rapi. Ia bisa merasakan jika hal ini adalah suatu yang nikmat.
Tangan Calvin bergerak membuka kaca mata milik Nila yang berwarna pink mudah itu. Perlahan tapi pasti Calvin membuka nya sambil merebahkan tubuh Nila. Pandang mereka saling bertemu, menatap satu dengan lainnya, dan saling mengagumi.
"Dia benar-benar cantik, aku sangat senang dan nyaman berada di dekat nya." Batin Calvin.
"Pria setampan ini apa bisa aku dapatkan, apa dia mencintai ku. Aku merasa ada yang berbeda dengan diri ku saat menatap nya." Batin Nila.
Kepala Calvin turun menyelusuri leher jenjang Nila, ia melakukan kan nya persis dengan Video yang ia tonton tadi. Kepala Calvin berhenti tepat di benda milik Nila yang sudah tampak mengencang, dengan ragu-ragu Calvin mulai menciumnya.
Tubuh Nila seperti tersengat listrik, rasa nya benar-benar luar biasa. Apalagi saat Calvin mulai berani melahap dua benda milik nya. Nila sampai mendorong kepala Calvin agar melakukan nya lebih dalam.
Begitu juga dengan Calvin, benda milik Nila terasa begitu nikmati. Ia sangat menyukai nya dan tidak mau berhenti melakukan nya di benda itu.
Setelah beberapa menit berlalu ntah mengapa mereka berdua sudah mulai saling mencium. Bibir mereka saling bertemu dan mereka sudah bisa melakukan hal yang di namakan ciuman. Ciuman itu benar-benar panas karena mereka sudah terbawa oleh nafsu yang membara.
Menit demi menit berlalu kegiatan mereka semakin memanas. Tubuh Nila terasa bergetar dan Nila terasa ingin mengeluarkan sesuatu.
"Kak." Nila menekan kepala Calvin, Calvin hampir terdesak saat Nila mendorong kepala nya karena benda milik Nila cukup besar dan tak lama Nila mengeluarkan sesuatu yang membuat nya lemas. Padahal Calvin belum menyentuh bagian bawa milik nya.
"Kamu kenapa." Tanya Calvin.
"Aku lemas." Jawab Nila. Ia merasa ada sesuatu yang mengalir keluar di bagian inti nya.
"Apa aku datang bulan, tapi biasa nya sakit kenapa ini tidak." Ucap Nila.
__ADS_1
"Datang bulan itu apa." Tanya Calvin.
"Tidak ada kak, aku akan memeriksa." Jawab Nila.
"Jadi aku bagaimana, aku belum puas." Ucap Calvin.
"Kak kita tidak boleh melakukan nya saat aku sedang datang bulan." Kata Nila.
"Periksa saja di sini." Ucap Calvin.
"Aku malu kak." Kata Nila.
"Buat apa malu, aku sudah melihat tubuh mu, hanya bagian bawa saja, anggap saja sekalian aku melihat nya." Tangan Calvin bergerak membuka pakaian yang tersisa.
"Basah." Ucap Calvin.
Calvin benar-benar terkejut saat melihat bagian inti milik Nila, sama seperti di video yang ia lihat berwarna pink mudah.
"Tidak, jadi ini apa." Batin Nila.
Calvin kembali mendekati bibir Nila dan mencium nya dengan lembut. Dan Nila sudah bisa membalas ciuman itu, tangan nya juga mulai naik ke atas leher Calvin.
"Sayang, aku akan memulai nya." Ucap Calvin.
"Aku menyerahkan diri ku untuk mu." Nafas Nila sudah tidak beraturan.
__ADS_1
Calvin mulai membuka seluruh pakaian yang terpisah, dan mulai melakukan pemersatuan.
"Kak." Nila mencengkram kuat tubuh Calvin, ia merasa sangat sakit saat ada sesuatu yang baik Calvin ingin memasukan nya.
"Hmmm, susah sekali." Calvin tidak menyangka sesulit ini padahal di Video terasa begitu mudah.
"Kak sakit sekali hiks hiks hiks." Nila sudah tidak kuat dan menangis.
Calvin tidak tega melihat Nila menangis ia menghentikan kegiatan nya. "Sudah kita lakukan lain kali." Calvin mencium wajah Nila.
"Maaf kak." Kata Nila.
"Tidak papa sayang." Calvin menarik selimut dan memeluk Nila dengan erat.
"Kak ada yang mengganjal."
"Hmmm itu milik ku, jangan banyak bergerak atau dia akan semakin bangun." Ucap Calvin.
"Tapi aku tidak mengantuk kak, bagaimana aku bisa diam." Kata Nila.
"Bagaimana kalau kita liburan, ke pantai." Ujar Calvin.
"Iya kak aku setuju." Ucap Nila.
Setelah membersihkan diri mereka langsung keluar kamar untuk meminta izin pada Vino dan Citra. Mereka berdua di izin kan asalkan tidak pergi berdua. Nila mengusulkan kak Amanda dan Vino dan Citra menyetujui nya.
__ADS_1
Amanda sempat ragu untuk mengiyakan keinginan Nila, dan akhirnya ia mau karena ia pikir dengan bersama-sama Alka dan Calvin dapat akur.