
"Nathan, aku mohon bangun nat, maafkan aku nat aku mohon bangun nat, hiks.. hiks.. hiks.." Marvin terus menangis sambil memeluk jenazah itu.
Marvin tidak menyangka Nathan pergi secepat itu dari nya, banyak yang ingin mereka lakukan bersama tetapi semua itu percuma saja karena Marvin pikir Nathan sudah pergi meninggalkan nya.
"Nathan aku mohon nat, aku akan mengirim video nya, berbagai macam gaya, ayo nat bangun nat," ucap Marvin yang masih enggan melepaskan pelukan itu.
Sementara itu Vino kebingungan karena Marvin tidak ada di ruangan tempat Nathan dirawat, hany ada Nathan yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur.
Tadi Vino dan Marvin mendapatkan informasi yang salah, Nathan sudah di pindahkan dari UGD bukan masih berada di UGD.
"Pasti dia masih menunggu Nathan di sana," ucap Vino.
Vino berjalan menuju UGD untuk mencari keberadaan Marvin, ia menaikan satu alis nya saat melihat Marvin menangis sambil memeluk jenazah.
"Anak itu," ucap Vino dan langsung berjalan mendekati Marvin.
"Ayah,Nathan ayah, ayah Nathan yah," ucap Marvin yang masih banjir air mata.
"Kau gila, sebelum menangis dan memeluk lihat dulu siapa dia," Vino menarik Marvin pergi dari tempat itu.
"Ayah Nathan ayah, kenapa dengan mu," ucap Marvin.
"Yang kenapa itu kau, dia bukan Nathan," kata Vino yang sukses membuat Marvin kebingungan.
"Itu adik mu, dia selamat hanya kaki nya patah," ucap Vino.
"Nathan," Marvin berlari dan langsung memeluk Nathan.
__ADS_1
"Aku bersyukur kau masih hidup, aku pikir kau sudah mati, kau belum menikah belum merasakan enak-enak," ucap Marvin.
Sementara itu Nathan yang sedang terpengaruh obat bius masih tertidur dan tidak tau apa yang terjadi.
"Ada korban dalam kecelakaan itu yah," tanya Marvin.
"Apa yang kalian lakukan, kenapa ada wanita di dalam mobil Nathan, wanita itu koma," ucap Vino.
"Itu teman dating nya Nathan yah, mungkin mereka mau pulang dan kecelakaan," kata Marvin.
"Kalian akan ayah hukum karena masalah ini, besok ayah dan Calvin akan ke Eropa kau bertugas mengantikan ayah untuk mengurus semua tentang Nathan," ucap Vino.
"Iya yah, aku akan bertanggung jawab sampai Nathan sembuh," kata Marvin.
Keesokan harinya Citra dan yang lainnya panik saat tau Nathan kecelakaan, ia pikir Nathan kecelakaan bersama Marvin karena mereka berdua pergi pamit bersama. Sesampainya di rumah sakit Citra dan yang lainnya langsung masuk ke dalam ruangan tempat Nathan di rawat.
"Bunda, jangan marah," kata Nathan.
"Kenapa bisa begini, dimana kakak dan ayah mu," tanya Citra.
"Marvin sedang mencari makan, ayah lagi di toilet, bunda kaki ku patah, untuk berjalan normal seperti biasa nya akan lama," jawab Nathan.
"Kenapa bisa kecelakaan, kau mabuk atau apa," tanya Citra.
"Tidak papa bunda, aku hanya bermain wanita," jawab Nathan.
"Plak." Citra menampar wajah Nathan.
__ADS_1
"Sudah mulai nakal ya, mau main dengan api," ucap Citra.
"Tidak bunda maaf, aku salah," kata Nathan.
"Jika belum kecelakaan belum bisa di katakan bisa membawa mobil kau hebat boy," ucap Alka.
"Apakah itu benar, harus kecelakaan dulu," tanya Nathan.
"Iya harus begitu, Calvin apa kau sudah kecelakaan," tanya Alka.
"Sudah," jawab Calvin.
"Kalian sudah datang, Calvin sudah kau bawa barang mu," tanya Vino.
"Kita mau kemana yah, aku tidak mau jauh dari istri ku," tanya Calvin.
"Kita akan ke Eropa, kau tidak merindukan Marvel grup," ucap Vino.
"Tapi istri ku bagaimana, apa lama di sana," tanya Calvin.
"Ayah aku ikut, aku mau ke Eropa," ujar Nathan.
"Eropa mu di rumah sakit bersama Marvin, jangan aneh-aneh kami berdua tidak akan lama," kata Vino.
"Sayang aku pergi dulu, untung tadi malam aku sudah minta jatah, kamu baik-baik bersama anak kita," ucap Calvin sebelum pergi.
Tak lama Vino dan Calvin pergi meninggalkan rumah sakit dan langsung pergi ke bandara karena waktu yang di berikan Erwin tidak lama, ia ingin cepat-cepat bertemu dengan anak kandung nya Calvin bocah manja otak mesum.
__ADS_1