
"Ahhkkkkk sakit." Ucap Amanda.
Alka yang sedang bermain di atas langsung panik seketika, ia pikir perut Amanda akan meledak karena tusukan nya.
"Sayang sudah aku bilang, apa perut mu akan meledak." Tanya Alka.
"Tidak sayang seperti nya aku mau melahirkan, Ahhkkkkk sakit sekali." Jawab Amanda.
"Melahirkan, ahhkkkkk." Teriak Alka.
Amanda langsung di larikan ke rumah sakit, Aska dan Vino menggelengkan kepala nya saat tau apa yang Alka dan Amanda lakukan sebelum nya. Mereka berdua saja sudah tidak berani henyentuh istri mereka saat usai 7 bulan, berbeda dengan Alka yang masih bermain di detik-detik terakhir.
Alka yang awal nya malas masuk ke dalam ruang bersalin terpaksa harus masuk. Bagaimana ia bisa menolak lagi, yang ia hadapin sekarang dua papah mertua nya yang bisa membunuh nya hidup-hidup sekarang juga.
"Sayang tahan sebentar." Ucap Alka, tangan kanan mengusap dahi Amanda, sedangkan tangan kiri nya di cengkram sangat kuat oleh Amanda.
__ADS_1
Pembukaan berlangsung sangat cepat, dokter saja sampai heran dan mengacungkan jempol pada Alka dan Amanda, Alka sendiri hanya bisa nyengir sambil menaikan satu alis nya, ia sedikit bangga karena yang ia lakukan selama ini untuk berguna juga.
"Ahhkkkkk." Teriak Alka saat Amanda mengigit tangan nya, belum lagi wajah dan rambut nya tidak lepas dari tangan Amanda.
"Kenapa malah Alka yang berteriak." Ucap Aska.
"Hahaha mungkin dia terkena kekejaman ibu melahirkan." Kata Vino.
Sementara itu di rumah Calvin menangis sambil memeluk istri nya, ia tadi sempat melihat Amanda yang ke sakitan saat di bawa ke rumah sakit, ia sama sekali tidak tega harus melihat Nila merasakan sakit seperti yang Amanda rasakan.
"Sudah sayang, tidak papa. Itu hal normal untuk calon Ibu yang mau melahirkan, dan kamu jangan khawatirkan hal itu." Ucap Nila.
"Sssttt kamu tidak boleh begitu, semua nya akan baik-baik saja." Ucap Nila sambil mengusap rambut suami nya.
Menenangkan Calvin menangis adalah hal yang sangat sulit, Calvin akan berhenti menangis saat dirinya sudah merasa lelah dan kehabisan air mata.
__ADS_1
"Sudah lelah." Tanya Nila.
"Sayang aku Khawatir pada mu, kenapa kamu malah meledek ku." Rengek Calvin.
"Iya iya maaf sayang, sudah ayo bersiap kita akan melihat kak Amanda dan dedek bayi nya." Ucap Nila.
Ada yang melahirkan ada juga yang sedang berusaha membuat nya, Marvin melanjutkan kegiatan nya karena Wulan sudah tidak merasakan mual dan sakit lagi, dan itu membuat Marvin sangat senang.
"Sudah ayo mandi kita harus ke rumah sakit." Ucap Marvin dan langsung menggendong Wulan masuk ke dalam kamar mandi.
Terdengar suara tangisan bayi laki-laki yang menandakan buah cinta antara Alka dan Amanda sudah lahir, wajah nya sangat dominan mirip dengan Alka hal itu membuat Alka merasa sangat bangga.
Rasa sakit yang Amanda rasakan hilang seketika saat mendengar suara tangisan bayi nya, begitu juga dengan Alka yang tersenyum dengan lebar saat melihat bayi tampan nya.
"Sayang anak kita sudah lahir, sayang." Teriak Alka.
__ADS_1
Setelah membersihkan tubuh bayi mungil itu, dokter langsung memberikan bayi itu pada Alka, Alka tersenyum saat menggendong bayi kecil nya dan tak lama ia menyerahkan bayi itu pada Amanda.
Maaf sedikit lagi, author masih di luar kota.