
"Hanya berbicara." Ucap Citra.
"Cium boleh bunda." Tanya Marvin.
"Marvin, kalian belum pernah berbicara tapi kamu sudah mau mencium nya, jangan bunda tidak izinkan." Jawab Citra.
"Aku tidak boleh mencium bunda, apa aku bukan anak bunda." Tanya Marvin.
"Oh cium bunda, bunda pikir kamu mau mencium Wulan."
"Kalau itu pasti, cup." Marvin mencium pipi kanan Citra dan langsung masuk ke dalam kamar.
"Marvin." Ucap Citra.
"Wulan boleh aku berbicara dengan mu." Tanya Marvin.
"Boleh mas, tapi di luar saja, tidak enak di sini." Jawab Wulan.
"Tidak perlu di sini saja, kita mau menikah kalau terjadi sesuatu aku pasti bertanggung jawab." Kata Marvin dan dengan santai nya duduk di samping Wulan.
"Kamu sudah tau akan dari bunda." Tanya Marvin.
"Sudah mas, aku sudah tau semua nya, tapi aku ingin lebih mengenal mas Marvin lebih dekat lagi." Jawab Wulan.
"Aku di panggil mas, rasa nya aneh, tapi tidak masalah." Ucap Marvin.
"Umur kamu berapa." Tanya Marvin.
"19 tahun." Jawab Wulan.
__ADS_1
"Hmmmm lebih tua satu tahun dari aku." Ucap Marvin, tangan Marvin mulai bergerak merangkul pinggang Wulan.
"Mas." Wulan sangat terkejut dengan apa yang di lakukan Marvin, ia sangat takut jika Marvin melakukan hal yang sama seperti kemarin.
"Kenapa kamu tau aku seorang hiper sex." Tanya Marvin.
"Apa itu, aku tidak tau." Tanya Wulan.
"Kamu tidak tau, berarti itu kejutan untuk mu, bersiap lah untuk malam pertama kita, cup." Marvin mengecup bibir Wulan dan pergi meninggalkan Wulan yang mematung karena ulah Marvin.
"Semudah itu ciuman pertama ku hilang." Batin Wulan.
Elisa sedang mencari keberadaan kakak nya dengan bertemu dengan teman-teman Marvin, bukan nya mendapatkan informasi Elisa malah menjadi bahan godaan mereka.
"Kamu seksi sekali." Ucap Arif.
"Aku sedang mencari kak Marvin, apa kak Marvin ada di sini atau kalian tau dia sedang dimana." Tanya Elisa.
"Terimakasih informasinya." Ucap Elisa.
"Minum lah dulu, nanti kami akan membantu ku mencari Marvin." Kata Arfi.
"Hmmm hanya sedikit." Ucap Elisa.
Marvin berjalan mendekati Nathan yang sedang termenung, ia rasa Nathan sedang galau karena pacar nya selingkuh dari nya.
"Hey kau kenapa." Tanya Marvin.
"Aku sedang apa, tidak tau. Oh iya aku sudah di minta untuk kembali ke Korea, kita akan berpisah."
__ADS_1
"Kenapa tidak lanjut di sini saja, aku juga mau kuliah di sini." Ucap Marvin.
"Tidak bisa Marvin, aku harus pergi, tapi aku tidak ingin berpisah dengan mu." Kata Nathan.
"Demi masa depan mu pergi lah, aku akan mendukung mu di sini, aku yakin Nathan kau akan menjadi orang sukses penerus ayah."
"Kau membuat ku sedih." Ucap Nathan.
"Sudah buat apa kau sedih, bukan nya kau pergi setelah pesta ulang tahun kita. Masih ada waktu Nathan." Kata Marvin.
"Bagaimana, apa sudah mendapatkan bibir nya." Tanya Nathan.
"Jelas sudah lah, mana mungkin tidak. Aku masih lama menikah nya, padahal aku sudah tidak tahan." Ucap Marvin.
"Sabar Marvin, sebentar lagi ingat malam pertama Video." Kata Nathan.
"Enak saja, mana mungkin aku memperlihatkan tubuh istri ku, kau bagaimana si."
"Hahaha tidak papa demi saudara kembar mu ini, aku ingin tau bagaimana cara bermain mu." Kata Nathan.
"Cara bermain ku kasar, hahaha sudah lah jangan membicarakan nya adik ku mudah sekali bangun"
"Semenjak dekat dengan mu, otak ku berubah menjadi mesum." Ucap Nathan.
"Nat, kau tau kenapa ayah sangat dekat dengan Calvin." Tanya Marvin.
"Itu sudah lama, Calvin tidak memiliki ayah, mommy nya juga sudah meninggal jadi ayah memberikan perhatian lebih pada Calvin, kau pasti tidak menyangka jika Calvin bukan orang biasa." Jawab Nathan.
"Maksud mu." Tanya Marvin.
__ADS_1
"Dia pewaris tunggal Marvel grup, perusahaan mereka benar-benar sangat besar dan lagi proses pemindahan. Bahkan lebih besar dari Vins grup." Jawab Nathan.