Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 196


__ADS_3

"Kau sangat perhitungan tuan," ucap Sisil.


"Hahaha aku bercanda, ayo jika ingin membeli sesuatu," kata Calvin.


"Tidak ada yang ingin aku beli, oh iya susu untuk anak mu sudah habis lebih baik kita belikan dia susu, dan makanan bayi, aku akan memberikan nya makan," ucap Sisil.


"Jadi lah ibu yang baik untuk nya," kata Calvin sambil mengecup dahi Sisil.


"Calvin jangan asal mencium ku ini sangat memalukan," ucap Sisil.


"Hehehe maaf, setelah membeli susu dan makanan untuk nya, kita juga harus makan, ayah dan Marvin sudah menunggu di restoran bawa," kata Calvin.


"Dia ayah mertua mu kan, kenapa dia sangat baik pada mu, aku tidak pernah melihat hubungan menantu dan anak bisa sedekat itu," ucap Sisil.


"Aku juga tidak tau, perhatian nya pada ku mengalir begitu saja, dulu aku juga tidak dekat dengan nya, kami pernah bertengkar tapi setelah pertengkaran itu aku jauh lebih dekat dengan nya. Bahkan bisa di katakan aku lebih dekat dengan ayah mertua ku di banding kan dengan ayah kandung ku," kata Calvin.


"Ow begitu, aku jadi lebih tertarik pada mu, kau benar-benar pria yang misterius," ucap Sisil.


Calvin tau jika Sisil sedang ingin mengorek informasi dari nya, ia yakin tuannya Sisil sudah meminta Sisil untuk mencari tau semua tentang nya dan keluarga nya.


"Siapa tuan mu, aku jadi penasaran ada masalah apa dia dengan keluarga ku," batin Calvin.

__ADS_1


Setelah membeli susu dan makanan bayi untuk Marcel mereka langsung pergi ke tempat Vino dan Marvin berada.


"Lihat yah, mereka berdua seperti keluarga yang sempurna," ucap Marvin saat melihat Calvin dan Sisil berjalan mendekat.


"Kau benar, andai saja Nila tidak mengalami hal buruk pasti Calvin dan Nila sangat bahagia saat ini."


"Kalian membicarakan ku," tanya Calvin.


"Kau terlalu percaya diri, aku hanya sudah sangat merindukan cucu ku," jawab Vino.


"Hahaha aku tidak percaya pasti kalian berdua sedang membicarakan ku," ucap Calvin.


"Sudah jangan berlebihan rasa percaya diri mu, kalian mau pesan apa," tanya Marvin.


"Ciah sayang, hey pak bucin kau sudah melupakan Nila anak ku," tanya Vino.


"Hahaha dia mirip Nila, tidak masalah aku memanggilnya sayang."


"Ya ya ya, jika sudah bucin sangat sulit di tebak," kata Vino.


"Aku spaghetti saja," ucap Sisil.

__ADS_1


"Marvin spaghetti dua," kata Calvin.


"Kau pikir aku pelayan, tunggu sebentar setelah pesanan kami datang baru kalian memesan makanan kalian," ucap Marvin.


Calvin mengambil anak nya dari Vino, ia sangat suka memakaikan bibir tipis mikir Marcel yang sangat menggemaskan.


"Sisil maaf kau sadar tidak anak Calvin sangat mirip dengan mu," ucap Marvin.


"Iya aku sadar, dan aku sudah membicarakan hal ini dengan Calvin," kata Sisil.


"Jadi kapan kalian berdua menikah," tanya Vino.


"Secepatnya yah, aku sudah ingin punya anak lagi," jawab Calvin.


"Kau besarkan dulu Marcel dengan baik, baru punya anak lagi," ujar Marvin.


"Diam jangan iri, kau kapan punya anak," tanya Calvin.


"Aku masih menunda nya, mungkin satu tahun lagi," jawab Marvin.


"Keputusan yang baik, hamil di usia muda memang memiliki banyak resiko seperti istri ku," ucap Calvin yang langsung teringat Nila.

__ADS_1


"Jangan sedih lagi Calvin sudah ada Sisil dan Marcel di sini," kata Vino.


__ADS_2