
Siapa dia...
"Coba kamu ingat-ingat suara siapa itu..." ucap bella...
Viona pun berusaha mengingat nya tetapi nihil, ia masi tidak bisa mengingat suara itu...
"Aku masi tidak bisa mengingat nya ka, tapi aku yakin aku perna bertemu dengan orang itu..." ucap viona...
"Sudahlah jangan di paksa..." ucap bella...
"Bagaimana ini ka, aku takut dengan ancaman itu..." ucap viona...
"Tenang, mungkin itu hanya orang asing, jangan kamu fikirkan..." ucap bella untuk menenangkan viona padahal hati nya begitu gelisah...
"Apa kita laporkan ke kantor polis ka..." ucap viona...
"Jangan...jangan bicarakan hal ini pada siapapun, cukup aku dan kamu saja yang tau..." ucap bella...
"Tapi ka..." ucap viona...
"Sudahlah, kamu sedang hamil jangan banyak memikirkan sesuatu, sebaiknya kamu istirahat..." ucap bella....
"Baiklah ka, kalau ada apa-apa cepat kabari aku ya ka..." ucap viona...
"Iya kamu tenang saja, tidak akan pernah terjadi apa-apa..." ucap bella...
"Iya ka, aku keluar dulu..." ucap viona dan pergi meninggalkan bella...
Setelah viona pergi bella langsung memikirkan kejadian di jalan tadi dan ancaman dari hp milik nya, hati bella terasa gelisah memikirkan hal ini. Ia takut terjadi apa-apa pada diri nya dan juga bayi yang ada di dalam perut nya...
"Semoga tidak terjadi apa-apa..." ucap bella dan berusaha untuk tertidur...
Waktu berganti menjadi sore, stiven dan yang lainnya baru saja pulang dari kantor, tampak viona dan ariska menyambut mereka di ruang keluarga...
"Bella mana..." ucap stiven...
"Ka bella sedang istirahat di kamar..." ucap viona...
"Apa dia baik-baik saja..." ucap stiven...
"Tidak tau ka, dari tadi aku tidak melihat nya. Terakhir kami mengobrol di kamar..." ucap viona...
"Stive sebaiknya kau lihat keadaan adik ku, sepertinya dia sedang banyak fikiran..." ucap aldy...
Stiven pun langsung berjalan menuju kamar nya, di dalam kamar ia melihat bella yang sedang terlelap dari tidur nya. Perlahan stiven mendekati bella dan ikut berbaring di samping nya...
"Sangat cantik..." ucap stiven sambil mengusap wajah bella...
Sementara itu aldy membawa ariska menuju taman untuk membicarakan tentang pernikahan nya minggu depan, mereka duduk di bangku panjang yang terdapat di taman itu..
"Ada apa ka..." ucap ariska...
"Panggil aku sayang..." ucap aldy...
"Sa.. sayang..." ucap ariska...
"Iya panggil aku sayang..." ucap aldy dan meletakan kepalah nya di paha ariska...
"Ada apa sayang..." ucap ariska sambil mengusap wajah tampan aldy...
"Kamu ingin pesta pernikahan yang seperti apa..." ucap aldy...
"Aku ikut kamu saja, yang penting kita bahagia..." ucap ariska...
"Jawaban kamu tidak memuaskan ku..." ucap aldy...
"Aku sudah bersyukur mendapat laki-laki setampan, baik dan seluar biasa kamu, tanpa harus pesta pun aku pasti sudah bahagia..." ucap ariska...
"Kenapa berhenti..." ucap aldy...
"Berhenti apa nya..." ucap ariska...
"Tangan kamu..." ucap aldy...
__ADS_1
"Ohhh ini..." ucap ariska kembali mengusap wajah aldy...
"Rasa nya tidak sama..." ucap aldy...
"Terus aku harus apa..." ucap ariska...
"Cium..." ucap aldy...
"Tidak, kita belum menikah..." ucap ariska...
"Hanya cium tidak lebih..." ucap aldy...
"Tidak sayang..." ucap ariska...
"Yasudah kalau kamu tidak mau..." ucap aldy memaling kan wajah nya...
"Kamu ngambek..." ucap ariska...
"Tidak..." ucap aldy...
"Baru kali ini aku liat kamu ngambek begini..." ucap ariska...
"Kenapa emang tidak boleh..." ucap aldy...
"Boleh si, malahan kakak tambah lucu..." ucap ariska...
"Oh..." ucap aldy...
"Masi ngambek..." ucap ariska...
"Hmmm..." ucap aldy...
"Cup..." ariska mencium pipih kanan aldy...
"Lagi, tidak terasa..." ucap aldy...
"Cup..." ariska kembali mancium nya...
"Kamu menggoda ku..." ucap aldy dan kembali duduk di kursi...
"Itu hanya alasan mu..." ucap aldy dan mencium wajah ariska...
"Ka, main nyosor aja..." ucap ariska...
"Emang gak boleh..." ucap aldy...
"Tidak, kakak pasti sering kan mencium perempuan lain..." ucap ariska...
"Ko kamu tau, di new york banyak wanita cantik dan seksi..." ucap aldy yang berniat menggonda ariska...
"Sudah berapa wanita yang kamu cium..." ucap ariska...
"Ntah la sudah tak terkira, dan hanya ada satu wanita yang membuat ku tergila-gila pada nya..." ucap aldy...
"Kenapa tidak menikah saja dengan wanita itu..." ucap ariska dan pergi meninggalkan aldy...
"Ya aku akan menikah dengan nya karena wanita itu kamu..." ucap aldy dan berlari memeluk ariska dari belakang...
"Jangan cemburu, hanya kamu yang bisa mendapat kan hati ku..." ucap aldy...
"Tetap saja kamu sudah sering berciuman dengan wanita lain di luar sana..." ucap ariska...
"Aku becanda sayang, kamu wanita pertama setelah bunda yang perna aku cium..." ucap aldy...
"Apa itu benar..." ucap ariska...
"Benar sayang, kalau tidak percaya tanyakan saja pada bunda..." ucap aldy...
Bella tampak mulai terbangun dari tidur nya dan merasahkan ada tangan yang memeluk tubuh nya, ia pun membuka mata nya dan melihat stiven yang tertidur sambil memeluknya...
"Sepertinya aku tertidur terlalu lama, sampai lupa menyambut suami ku pulang..." ucap bella...
Bella pun menyentuh wajah suami nya itu secara parlahan, ia sunggu terkagum melihat ketampanan suami nya itu...
__ADS_1
"Aku harap kisa kita berakhir bahagia sayang..." ucap bella yang tak sadar meneteskan air mata nya...
"Kenapa aku mejadi wanita yang cengeng begini, ini bukan aku..." ucap bella...
Stiven yang menyadari ada pergerakan di samping nya perlahan bangun dari tidur nya, saat membuka mata ia melihat bella sedang menghapus air mata nya...
"Sayang kamu nangis, apa ada yang sakit, dimana yang sakit..." ucap stiven dengan nada yang khawatir...
"Tidak mas..." ucap bella...
"Apa bayi kita nakal, anak dedy jangan nakal di dalam sana ya, kasian mommy..." ucap stiven sambil mengelus perut bella...
Bella yang melihat kelakuan suami nya itu, tidak bisa menahan tawa nya...
"Kamu lucu sayang..." ucap bella sambil tertawa...
"Apa ibu hamil begini, tadi menangis sekarang tertawa aneh..." ucap stiven...
"Maaf tidak menyambut mu pulang tadi..." ucap bella...
"Kamu sedang ada masalah..." ucap stiven...
"Tidak ada, kenapa kamu menanyakan hal itu..." ucap bella...
"Kalau tidak kenapa kamu tadi menangis..." ucap stiven...
"Aku hanya terharu saat mengingat kisah cinta kita..." ucap bella...
"Takdir cinta bella memang begitu luar biasa..." ucap stiven...
"Apa yang kamu harapkan dari kisah cinta kita..." ucap bella...
"Berakhir dengan bahagia..." ucap stiven...
"Semoga itu benar terjadi, takdir cinta bella akan berakhir dengan bahagia..." ucap bella...
"Sekarang kita mandi, habis itu kita makan malam..." ucap stiven...
"Gendong..." ucap bella...
"Kamu begitu manja..." ucap stiven dan langsung menggendong bella menuju kamar mandi...
Viona tengan duduk di sofa kamar nya, ia masi memikirkan ancaman yang ia dengar di hp milik bella...
"Kenapa dek..." ucap iqbaal yang baru selesai mandi...
"Tidak ada ka..." ucap viona dan menatap kearah iqbaal...
Viona begitu terpesona saat melihat iqbaal yang hanya menggunakan celana pendek tanpa atasan...
Iqbaal berjalan mendekati viona dan duduk di samping nya, mata viona masi terus menatap tubuh sempurna suaminnya itu...
"Ka..." ucap viona sambil menggit bibir mungil nya...
"Iya ada apa..." ucap iqbaal...
"Aku mau..." bisik viona di telinga iqbaal...
"Mau apa..." ucap iqbaal...
Viona mendorong tubuh iqbaal dan ia langsung naik di atas tubuh iqbaal...
"Mau kamu..." ucap viona sambil mencium bibir iqbaal...
Iqbaal pun tidak tinggal diam, ia membalas ciuman dari viona...
"Dek jangan, kamu akan membangkitkan ular ini..." ucap iqbaal di selah-selah ciumannya...
"Itu yang ku mau..." ucap viona...
"Tapi kamu sedang hamil..." ucap iqbaal...
"Sebentar saja..." ucap viona dan memulai semua nya secara perlahan...
__ADS_1
Iqbaal yang sudah tidak bisa menahan nafsunya langsung membawa viona keatas ranjang dan melakukan sesuatu hal yang diingin kan viona...