Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 28


__ADS_3

Membuka hati...


Malam yang menakutkan bagi stiven telah berganti pagi, stiven sudah terbangun dari tidur nya dan hanya memandang wajah bella...


"Cantik sekali dia..." ucap stiven sambil mengusap wajah bella...


Bella merasa ada yang menyentuh wajah nya pun terbangun...


"Mas..." ucap bella....


"Kamu sudah bangun..." ucap stiven....


"Sudah mas, mas nanti malam kamu jadi ikut kerumah papah kan..." ucap bella...


"Ikut tapi ada syarat nya..." ucap stiven...


"Apa mas, bukannya kemarin sudah..." ucap bella...


"Cium ini..." ucap stiven sambil menunju bibir nya...


"Enggak aku enggak mau..." ucap bella...


"Kamu berani membantah suami mu sekarang, lagian kalau kamu gak mau yaudah aku gak jadi ik..." belum stiven selesai ucapannya bella mencium bibir stiven...


Stiven yang mendapatkan peluang emas langsung membalas ciuma dari bella awal nya hanya ciuman biasa lama-lama stiven memperdalam ciumannya, sampai mereka kehabisan nafas...


"Terimakasi..." ucap stiven...


Tanpa menjawab bella langsung lari masuk kedalam kamar mandi, stiven yang melihat nya tersenyum manis...


"Sepertinya aku menyukai nya..." ucap stiven...


Setelah mereka siap membersikan diri, bella mengajak stiven untuk pulang, agar mereka tidak telat datang ke acara makan malam di rumah mahendra...


Stiven pun setuju, sebelum pulang mereka sarapan terlebih dahulu, setelah sarapan mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah stiven...


"Bell... apakah kita tidak membawa sesuatu ke rumah papah mu..." ucap stiven...


"Bella gak tau mas, bella enggak tau mau bawak apa..." ucap bella...


"Beli kan aja mereka perhiasan atau apa lah itu..." ucap stiven...


"Tapi mas sayang uang nya untuk membelikan mereka barang seperti itu..." ucap bella...


"Udah deh bell, masalah uang kamu tenang aja, ni untuk mu..." ucap stiven sambil memberi kartu kredit tanpa batas...


"Apa ini mas..." ucap bella...


"Nafka dari aku, selama ini aku gak perna ngasi uang ke kamu..." ucap stiven...


"Terimakasi mas..." ucap bella tersenyum manis...


"Di depam ada mall, kita mampir sebentar..." ucap stiven...


"Iya mas..." ucap bella...


Sesampai nya di dalam mall mereka langsung masuk mencari kedalam toko perhiasan...


"Selamat datang nona tuan.. mau cari apa..." ucap pelayan toko...


"Siapkan saya dua set perhiasan..." ucap stiven...


"Langsung di bungkus atau mau di lihat dulu tuan..." ucap pelayan tersebut...


"Langsung bungkus saya tidak punya banyak waktu..." ucap stiven...

__ADS_1


"Baik tuan..." ucap pelayan tersebut...


"Apakah kamu ingin membeli perhiasan juga..." ucap stiven...


"Tidak mas, bella pakai dari pemberian mas kemarin saja..." ucap bella...


Tak lama pesanan mereka telah di selesai dan stiven pun membayar nya...


"Pake ini aja mas..." ucap bella...


"Itu untuk kamu, sekarang biar aku yang bayar..." ucap stiven


Setelah membayar nya mereka lanjut masuk kedalam toko jam tangan...


"Selamat datang nona tuan, ada yang bisa di bantu..." ucap pelayan toko...


"Bungkus yang ini mbak..." ucap stiven sambil menunju jam yang ia maksud...


"Baik tuan..." ucap pelayan toko...


"Mas itu bagus sekali..." ucap bella menunju jam tangan wanita berbentuk love...


"Kamu mau..." ucap stiven....


"Emang boleh..." ucap bella...


"Bisa ambilkan yang itu mbak..." ucap stiven...


"Tentu tuan..." ucap pelayan toko...


Stiven mengambil jam itu dan memakaikannnya ke tangan bella...


"Terimakasi mas..." ucap bella...


"Ini tidak gratis..." ucap stiven...


"Itu urusan nanti, kamu hanya perlu siap-siap..." ucap stiven...


"Ini tuan pesanannya..." ucap pelayan toko...


Stiven pun membayar nya setelah membayar nya mereka memutuskan untuk pulang kerumah karena waktu sudah sore...


Sesampai nya dirumah mereka di sambut oleh indah dan wijaya...


"Eh.. menantu mamah sudah pulang..." ucap indah...


"Bagaimana bell, lancar kan..." ucap wijaya...


"Lancar pah..." ucap bella...


"Sebenarnya yang anak mamah papah siapa si..." ucap stiven...


"Pah... anak mu cemburu tu..." ucap indah...


"Ko anak papah mah... bukannya anak mamah..." ucap wijaya...


"Udah ah, stive capek mau kekamar..." ucap stiven berjalan menuju kamar...


"Mah.. pah.. bella masuk ke kamar dulu kasian mas stiven sendirian..." ucap bella...


"Ya sudah sana... pasti kamu juga capek kan..." ucap indah...


"Iya mah..." ucap bella dan pergi menuju kamar nya...


Di dalam kamar stiven sedang memikirkan perasaannya dengan bella...

__ADS_1


"Apa aku harus mulai membuka hati ku untuk nya, seperti nya iqbaal benar aku harus mulai bisa membuka hati ku untuk nya..." batin stiven...


"Mas..." ucap bella...


"Iya ada apa..." ucap stiven...


"Apakah kita tidak berlebihan memberi mereka ini semua..." ucap bella...


"Tidak bella..mereka harus tau kalau menantu mereka bukan orang sembarangan..." ucap stiven...


"Baik la mas... sebaik nya kita segera bersiap jam 7 kita harus berangkat..." ucap bella...


Waktu menunjukan pukul 7 malam mereka sudah siap untuk berangkat...


"Sudah bell..." ucap stiven...


"Sudah mas..." ucap bella...


"Cantik..." ucap stiven...


"Apa mas..." ucap bella pura-pura tidak mendengarnya...


"Tidak... sebaik nya kita segera berangkat..." ucap stiven...


Mereka pun turun dari kamar nya dengan bergandengan tangan...


Indah dan wijaya yang melihat stiven dengan bella sudah mulai dekat tersenyum bahagia...


"Lo..kalian mau kemana bukan nya baru sampai..." ucap indah...


"Kami mau makan malam di rumah pah mahendra mah... ucap bella...


"Kami berangkat dulu pah..mah..." ucap stiven...


"Ya sudah hati-hati ya..." ucap wijaya...


Mereka pun berangkat menuju rumah mahendra, perlu waktu 30 menit untuk mereka sampai di rumah mahendra, sesampai nya dirumah tersebut bella mengajak suami nya untuk turun...


"Ayo mas... pasti mereka sudah menunggu..." ucap bella...


"Kamu diluan saja bell, nanti aku nyusul sambil membawah hadia untuk mereka, aku harus menelpon iqbaal sebentar..." ucap stiven...


"Baik mas..jangan lama-lama lo..." ucap bella...


"Iya sayang..." ucap stiven...


Bella yang mendengar nya tersenyum malu, ia pun turun dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah tersebut yang ternyata sudah di tunggu keluarga mahendra, mereka yang melihat bella datang tanpa stiven tersenyum sinis...


"Dimana suami mu..." ucap mahendra...


"Pah..kenapa kau menanyakan hal seperti itu, sudah tentu tuan stiven tidak akan ikut, dia kan hanya di anggap pembantu..." ucap lia...


"Iya pah... mana mungkin tuan stiven ikut dengannya..." ucap nia...


"Aku pun sudah menduga nya mah..." ucap mahendra...


Tak lama stiven datang sambil membawa paper bag yang berisi barang yang mereka beli tadi...


"Maaf sayang membuat mu menunggu lama..." ucap stiven...


Terimakasih sudah mampir jangan lupa like comen dan vote ya...


Sesuai janji author.. author udah up ni...


vote

__ADS_1


vote


vote


__ADS_2