
Tekanan perusahaan vins...
Setelah memberikan penjelasan pada viona, Iqbaal dan stiven pun langsung pergi kekantor, karena mereka sudah meninggal kantor dalam beberapa hari terakhir ini...
Sesampainya di kantor, mereka langsung masuk kedalam ruangan masing-masing...
"Walaupun kau yang membuat ku lelah, tapi aku merindukan mu..." ucap stiven sambil mengelus kursi kebesaran nya itu...
Stiven pun langsung membuka laptop nya dan memeriksa semua email dan berkas-berkas yang masuk dan tiba-tiba iqbaal masuk kedalam ruangan stiven dengan wajah yang panik...
"Stive..." ucap iqbaal sambil berlari menuju ke arah stiven...
"Ada apa ball, kenapa kau begitu panik..." ucap stiven...
"Ini gawat stive, Perusahaan kita mengalami tekanan yang cukup kuat..." ucap iqbaal...
"Kau serius bal, siapa yang barani menekan perusahaan kita..." ucap stiven dengan nada yang mulai meninggi...
"Sepertinya mereka bukan orang biasa, dan kurasa bukan hanya satu perusahaan yang menekan vins grub..." ucap iqbaal...
"Tuan.. tuan.. tuan..." ucap seseorang dari luar ruangan stiven...
"Masuk..." ucap stiven...
"Gawat tuan..." ucap april...
"Ada apa, gawat bagaimana..." ucap stiven...
"Saham perusahaan vins grub terus-menerus mengalami penurunan secara senikfikan..." ucap april...
"Bagiamam bisa..." ucap stiven dengan nada yang tinggi...
"Sa.. saya tidak tau tuan, selama saya bekerja di vins grub baru kali ini vins grub mengalami tekanan yang cukup besar..." ucap april...
"Aaa... siapa yang berani bermain-main dengan ku..." teriak stiven...
"Stive, tenangkan diri mu.. Kita harus mencari perusahaan pendukung yang cukup besar untuk menopang kita untuk beberapa saat..." ucap iqbaal...
"Apa jadwal ku sekarang..." ucap stiven...
"Kita akan bertemu dengan ceo baru dari perusahaan adiwijaya..." ucap iqbaal...
"Baiklah, kita lakukan cepat dan setelah itu kumpulan semua ketua menejemen dan perusahaan cabang untuk mengadakan rapat..." ucap stiven...
"Baik stive..." ucap iqbaal...
Mereka pun berangkat menuju salah satu restoran ternama yang berada di kota tersebut untuk bertemu ceo baru adiwijya grub...
Butuh waktu 20 menit untuk menuju restoran tersebut, sesampai nya di sana mereka langsung memesan ruangan vip...
"Sepertinya kita sampai diluan stive..." ucap iqbaal...
"Iya, kita tunggu saja mereka datang..." ucap stiven...
__ADS_1
Tak lama yang mereka tunggu pun sampai, betapa terkejut nya stiven dan juga iqbaal saat melihat siapa yang datang...
"Stiven..." ucap devan...
"Devan..." ucap stiven...
"Apa kabar, baru beberapa hari yang lalu kita bertemu..." ucap devan...
"Kabar baik, jadi kau ceo baru adiwijaya grub..." ucap stiven...
"Iya aku mengantikan papah ku..." ucap devan...
"Ayo duduk, ada hal yang ingin aku sampai kan..." ucap stiven...
"Ada apa stive, kenapa wajah mu begitu tagang..." ucap devan...
"Aku ingin meminta bantuan mu dan perusahaan mu, aku tau perusahaan mu bukan perusahaan yang kecil..." ucap stiven...
"Tidak sebesar vins grub stive..." ucap devan...
"Tapi aku yakin perusahaan mu bisa membantu perusahaan ku..." ucap stiven...
"Ada apa stive, ada apa dengan vins grub..." ucap devan...
"Vins grub sedang mengalami tekanan yang cukup besar, saham kami perlahan mulai anjlok..." ucap stiven...
"Apa... Bagiamana bisa..." ucap devan kaget...
"Aku juga belum tau kenapa bisa begini, yang pasti mereka bukan orang biasa sehingga dapat menekan perusahaan ku dengan cukup kuat..." ucap stiven...
"Terimakasih van, kau orang yang sangat baik..." ucap stiven...
"Tidak masalah stive, aku akan selalu membantu mu, mari kita pesan makan..." ucap devan...
"Maaf van aku tidak ada waktu, aku harus melakukan rapat untuk membahas masalah ini..." ucap stiven...
"Tidak masalah stive, besok aku akan datang ke vins grub untuk menindak lanjuti masalah ini..." ucap devan...
"Maaf stive, seperti nya rapat akan segera di mulai, kita harus segara kesana..." ucap iqbaal...
"Baiklah, mari kita berangkat, aku pergi dulu van..." ucap stiven...
"Mari pak devan...." ucap iqbaal...
"Panggil aku devan saja..." ucap devan...
"Baiklah, kami diluan van..." ucap iqbaal...
"Sepertinya ini tidak masalah kecil, aku akan selalu membantu mu stive, seperti dulu kau yang selalu membantu ku..." ucap devan...
Setelah selesai melakukan pertemuan dengan devan, mereka langsung kembali menuju vins grub untuk melakukan rapat, sesampainya di sana Iqbaal dan stiven langsung menuju ruang rapat...
Tak lama mereka sampai di ruang rapat dan langsung melakukan rapat tersebut, rapat dilakukan kurang lebih selama 7 jam karena masalah yang sangat rumit, sampai rapat selesai mereka pun belum dapat menemukan titik terang dari semua masalah ini...
__ADS_1
Stiven yang sedang berada di ruangnnya tampak sedang fokus terhadap laptop nya, tak lama iqbaal datang menghampiri stiven karena hari sudah mulai gelap...
"Stive ayo kita pulang, kita lanjutakan besok..." ucap iqbaal...
"Tidak aku tidak akan pulang sebelum menyelesaikan masalah ini..." ucap stiven...
"Tapi stive..." ucap Iqbaal...
"Kalau kau mau pulang, pulang saja aku masi ingin disini..." ucap stiven dengan nada yang mulai meninggi...
"Tidak, aku akan membantu mu..." ucap iqbaal...
Sementara itu bella dan viona sedang berada di ruang keluarga untuk menunggu suami mereka pulang...
"Ko tumben mereka belum pulang, padahal sudah gelap..." ucap viona...
"Perasaan ku tidak enak viona..." ucap bella...
"Ka tenang ka, itu hanya perasaan kakak saja..." ucap viona...
"Aku takut viona..." ucap bella karena perasaan nya semakin tidak menentu....
"Sebaik nya kakak masuk kadalam kamar ya, aku temani..." ucap viona...
"Tidak, aku masi ingin menunggu stiven pulang..." ucap bella...
"Baiklah ka, aku temani..." ucap viona...
"Sayang, aku telah menuruti semua keinginan mu, dan sekarang kamu wajib memuaskan aku..." ucap seorang laki-laki...
"Bagaimana bisa secepat itu, mana mungkin perusahaan mu sendiri bisa menekan vins grub secepat ini..." ucap cika...
"Aku meminta bantuan perusahaan besar lainnya sayang, ada beberapa perusahaan besar yang terletak di mesir dan eropa yang dapat dengan mudah aku pengarui..." ucap laki-laki tersebut...
"Kamu memang pintar sayang, tapi ingat hanya menekanny dan jangan sampai membuat bangkrut..." ucap cika...
"Iya aku janji, dan sekarang ayo kita mulai..." ucap laki-laki tersebut...
"Kita tunggu stive, sebentar lagi kau akan datang berlutut di hadapan ku dan meminta ku untuk menjadi kekasih mu lagi..." batin cika...
"Kamu bodoh cika, aku sudah muak dengan vins grub, aku akan menghancurkan perusahaan ini tanpa sepengetahuan mu..." batin reyhan...
Terimakasih sudah mampir...
Maaf baru up, author sibuk sangat dan author juga baru isi paket, ini aja author baru sampai rumah dan langsung nulis demi kalian semua...
Semoga kalian mengerti...
Vote...
like...
comen ya....
__ADS_1
Love you semua..