Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 33


__ADS_3

Bermain game...


"Kita main game tembak sasaran, yang tidak tepat menembak membuka satu pakainya... ucap stiven sambil membuka game yang berada di hp nya...


"Enggak mas, kamu nanti curang...." ucap bella...


"Bilang aja kamu takut..." ucap stiven...


"Siapa yang takut, aku gak perna takut dengan apapun pun..." ucap bella...


"Bukti kan dong..." ucap stiven...


"Oke... aku buktikan dan kamu siap-siap tidur tanpa mengenakan pakain sehelai pun..." ucap bella...


"Ayo kita buktikan keberanian mu sayang..." ucap stiven...


"Sekarang kita mulai..." ucap bella...


"Aku mulai sayang..." ucap stiven...


Stiven mulai fokus mengarahkan tembakannya kesasaran, saat stiven ingin menembak, bella dengan sengaja menyenggol tangan stiven, peluru pun meleset...


"Kamu curang sayang, kenapa kamu menyenggol tangan ku..." ucap stiven....


"Aku tak sengaja, ada nyamuk tadi..." ucap bella...


"Itu hanya alasan mu agar kamu melihat tubuh ku kan..." ucap stiven...


"Kamu terlalu pd sayang, sekarang buka celana mu..." ucap bella...


"Kenapa harus celana dulu..." ucap stiven...


"Jangan banyak tanya sayang, lakukan la..." ucap bella...


"Baiklah, akan ku buat kamu menyesal..." ucap stiven sambil membuka celana nya...


"Auuu... ternyata punya mu sedang tertidur..." ucap bella...


"Kamu mau membangunkanya..." ucap stiven tersenyum...


"Tidak aku tidak mau, sekarang giliran ku..." ucap bella...


Bella pun mulai mengarahkan tembakkannya kesasaran, saat bella ingin melepaskan tembankanya tiba-tiba stiven melompat ke arah nya, tembakan pun meleset...


"Kenapa kamu melompat ke arah ku..." ucap bella...


"Tadi ada yang memegang paha ku, jadi aku reflek..." ucap stiven....


"Itu hanya alasan mu, kamu liat peluruh ku meleset kan..." ucap bella...


"Aku tak berbohong, tadi ada yang menyentuh ku..." ucap stiven...


"Kamu berbohong sayang, kamu ingin membalas ku tadi kan..." ucap bella...

__ADS_1


"Tidak sayang, sudah sekarang kamu buka baju mu..." ucap stiven...


"Dengan senang hati..." ucap bella sambil membuka baju nya...


"Kenapa kau memakai tantop..." ucap stiven...


"Untuk berjaga dari orang seperti mu..." ucap bella...


"Kamu sangat licik sayang..." ucap stiven...


"Sudah sekarang giliran mu, aku harap kamu bisa menahan dinginya malam, karena kamu akan membuka baju mu... ucap bella....


"Seperti nya kamu benar-benar ingin melihat tubuh ku, kalau kamu ingin melihatnya kita tak perlu main seperti ini, aku dengan mudah memberi nya..." ucap stiven...


"Kamu jangan terlalu percaya diri tuan stiven, sekarang giliran mu..." ucap bella...


"Kamu di sana saja, jangan mendekat karena aku tak mau kamu ganggu..." ucap stiven...


"Baiklah, aku akan tetap berada disini..." ucap bella...


Stiven pun mulai fokus mengarahkan tembakkan nya, saat stiven ingin melepas tembakkanya, bella berteriak...


"Mas ada hantu di sana..." teriak bella...


Stiven yang mendengar teriakan dari bella langsung melompat ke arah bella ia tidak peduli dengan tembakknya yang sudah pasti meleset...


"Dimana sayang jangan membuat ku takut..." ucap stiven sambil memeluk tubuh bella...


"Kamu mengerjai ku..." ucap stiven...


"Tidak sayang, tadi aku benar melihat nya, tapi sekarang tidak ada, mungkin dia takut pada ku..." ucap bella...


"Apakah perkataan mu itu benar..." ucap stiven...


"Benar sayang, sekarang buka baju mu..." ucap bella...


"Apakah kita tidak bisa mengulangi nya..." ucap stiven...


"Tidak sayang, cepat buka baju mu..." ucap bella...


"Baiklah seperti nya kamu, sudah tidak sabar ingin melihat tubuh ku..." ucap stiven sambil membuka baju nya...


"Wah... tubuh bagus juga sayang, berapa kotak itu, boleh aku menghitungnya..." ucap bella...


"Tentu sayang, apakah kau tergoda..." ucap stiven...


"Sayang nya tidak, sekarang giliran ku, dan kamu menjauh dari ku..." ucap bella...


"Tidak, kamu sudah membuat ku takut, kamu harus bertanggung jawab..." ucap stiven...


"Kalau kamu berada disini bagaimana aku bisa bermain..." ucap bella...


"Aku tak akan mengganggu mu, percaya lah..." ucap stiven...

__ADS_1


Bella mulai mengarahkan tembakkannya ke sasaran, saat di rasa semua sudah tepat bella melepaskan tembakkanya dan sial nya tiba-tiba stiven memeluknya dan tentu peluruh nya pun meleset...


"Kenapa kamu memeluk ku..." ucap bella...


"Ada yang menyentuh tubuh ku, sepertinya hantu disini tergoda melihat tubuh ku..." ucap stiven...


"Mana hantu nya, berani-barani nya dia menyentuh tubuh suami ku tanpa izin ku, cari mati dia..." ucap bella...


"Sayang... sepertinya hantu nya sudah kabur karena takut melihat mu marah seperti itu..." ucap stiven...


"Kamu selalu saja menganggu ku sayang..." ucap bella...


"Aku tidak berniat menggangu mu, aku hanya takut kalau hantu itu tergoda pada tubuh ku, makannya aku langsung memeluk mu agar dia tau kalau aku hanya milik mu..." ucap stiven...


"Itu alasan yang sangat manis sayang..." ucap bella...


"Sayang kamu harus percaya padahku, sekarang kamu harus melepas tantop mu itu..." ucap stiven...


"Baikalh, aku harap kamu tidak menyesal..." ucap bella sambil membuka tantop nya...


"Wow... tubuh mu menggoda ku sayang..." ucap stiven...


"Benar kah.. sepertinya milik mu itu sudah mulai bangun..." ucap bella...


"Kamu benar sayang... apakah kamu ingin melihatnya..." ucap stiven....


"Tidak sayang, sebentar lagi aku juga akan melihatnya karena sarang nya akan terlepas..." ucap bella...


"Kamu begitu yakin sayang aku harap kamu tidak akan menyesal jika melepaskan sarangnya..." ucap stiven...


"Aku tidak akan menyesal, karena kamu akan tidur tanpa mengenakakan sehelai benang pun..." ucap bella...


"Baiklah aku akan memulai nya..." ucap stiven...


Stiven mulai mengarahkan tembakkannya, saat ia ingin menembaknya tiba-tiba bella menyentuh dada dan perut nya, yang membuat nya tidak konsen karena mulai terangsang, tembakkan pun meleset...


"Ya ko meleset sayang..." ucap bella...


"Kamu menyentuh tubuh ku, itu membuat ku tidak konsen..." ucap stiven...


"Aku hanya ingin merasakan tubuh suami ku, sekarang kamu bisa melepaskan sarang nya sayang dan aku menang..." ucap bella...


"Baiklah kalau kamu ingin melihat nya sayang dengan senang hati..." ucap stiven dan langsung melepaskan pertahanan terakhirnya...


"Wow... punya mu besar ya tapi sayang ia tidak bisa masuk kedalam gua nya, karena gua ny sedang memiliki tamu..." ucap bella...


"Aku akan menunggu nya, kamu bilang kamu ingin menyentuh tubuh ku, mari kita lakukan..." ucap stiven...


Stiven pun mengangkat tubuh bella dan melataknnya secara perlahan di atas kasur, dan mulai mencium bibir nya, bella pun membalas serangan dari stiven...


Mereka berciuman sampai kehabisan nafas dan tertidur dengan saling berpelukan, dan saling memberi rasa hangat.....


Terimakasih sudah mampir jangan lupa like comen dan vote ya...

__ADS_1


__ADS_2