Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 142 S2


__ADS_3

Drama di pagi hari.


Perlahan citra membuka mata ia tidak ingin melihat belalai miliki vino yang ketiga kali nya.


"Lain kali, kalau mandi sekalian membawa celana dalam, agar tidak terjadi hal seperti tadi." ujar citra.


"Bilang saja kamu senang melihat itu kan." ucap vino.


"Senang, mata suci ku sudah ter nodai." ucap citra kesal.


"Suci kamu bilang, ini pertama kali nya ada seorang wanita yang melihat junior ku, awas saja kamu ceritakan ke orang-orang." ujar vino.


"Pertama kali, bukannya di dunia model, sudah biasa dalam hal begitu." ucap citra.


"Kenapa kamu cerewet si hari ini, aku tidak suka." ucap vino kesal.


"Yang mulai kan kamu, kamu yang manci." belum selesai citra berbicara vino menarik tubuh citra dan mencium bibir citra secara tiba-tiba.


Tubuh citra kaku seketika, jantung nya berdetak 3 kali lebih cepat dari biasanya, begitu juga dengan vino ntah setan apa yang merasuki nya sehingga ia berani melakukan itu. Keadaan jantung vino jangan di tanya lagi jantung nya sudah seperti sedang lari maraton.


Citra mendorong tubuh vino agar menjauh dari nya, ingin sekali ia mengupat vino tetapi ia lebih memilih untuk pergi meninggal kan vino dan masuk kedalam kamar mandi.


"Mengapa terasa sangat manis." ucap citra sambil memegang bibir nya yang masih terasa hangat.


"Sial." ucap vino sambil mengacak-ngacak rambutnya.


Vino sangat menyesal telah melakukan hal yang membuat harga diri nya jatuh..


"Mau di letakan wajah ku." ucap vino.


Citra telah selesai mandi, saat ingin mengambil handuk ia baru tersadar kalau ia tidak mambawa handuk akibat buru-buru masuk kedalaman kamar mandi.


"Dasar bodoh, sudah tidak membawa baju ganti, sekarang malah tidak membawa handuk." ucap citra yang kesal.


Dengan keadaan yang telanjang bulat, citra berjalan kearah pintu kamar mandi, ia sedikit membuka pintu itu untuk mengintip apakah vino masi berada di dalam kamar. Citra melihat vino tenga duduk di atas ranjang sambil memainkan hp nya dan ia berniat untuk meminta bantuan pada vino.


"Ka." ucap citra dengan sedikit berteriak.


Vino langsung mengarahkan pandangan nya kearah sumber suara, ia sedikit heran melihat citra yang hanya membuka sedikit pintu kamar mandi.


"Ada apa." ucap vino.


"Tolong ambilkan aku handuk." ucap citra.

__ADS_1


Vino menaikan satu alis nya, fikiran nya langsung berubah mesum seketika.


"Jadi kamu tidak membawa handuk." tanya vino.


"Tidak, tolong ambilkan." ucap citra.


"Ambil sendiri." ujar vino.


"Tidak mungkin aku berjalan dengan keadaan telanjang bulat begini." ucap citra.


"Telanjang bagaimana." tanya vino.


"Begini." ucap citra.


"Bagimana aku tidak melihatnya." ucap vino.


Dengan polos nya citra membuka pintu dan menampakkan dirinya yang sedang tidak memakai sehelai benang pun.


"Begini." ucap citra.


Mata vino langsung terbelalak saat melihat pemandangan indah itu, ia menelan air liur nya dengan kasar.


"Kenapa tidak langsung masuk kedalaman ruang ganti." ucap vino dengan mata yang masi fokus di pemandangan indah itu.


Junior vino mulai beraksi lagi yang membuat vino tidak nyaman, ia kembali berjalan kearah kamar mandi untuk menenangkan junior nya yang sedang merontah-rontah akibat momen tadi.


Wajah citra merah seketika, ia benar-benar sangat malu karena perbuatan ceroboh nya tadi. Ia tidak sanggup lagi jika harus beratatap wajah dengan vino.


"Aku sangat malu." teriak citra.


Stiven dan bella sedari tadi sedang menunggu vino dan citra untuk turun. Bella sedikit curiga karena citra tadi pagi tidak turun untuk membantu nya memasak.


"Apa mereka berdua sedang mempersiapkan kita cucu." ucap bella.


"Kalau begitu bagus, aku tidak perlu memberikan senjata andalan keluarga kita." ucap stiven.


"Apa perlu aku bangun kan mereka berdua." tanya bella.


"Tidak perlu, kita tunggu mereka sebentar lagi. Kita juga bisa memberikan adik untuk vino." ucap stiven.


"Mas, ingat kita sudah tidak mudah lagi." ujar bella.


"Aku bercanda sayang." ucap stiven.

__ADS_1


Citra keluar dari ruang ganti, begitu juga dengan vino yang juga baru keluar dari kamar mandi. Mereka berdua sama-sana canggung akibat drama yang terjadi pagi ini.


"Sarapan ka." ucap citra.


"Iya." jawab vino yang tak kalah canggung dari citra.


Mereka berdua turun dari kamar untuk sarapan pagi, di ruang makan stiven dan bella masih setia menunggu anak dan menantu mereka yang mereka fikir sedang mempersiapkan cucu.


"Pagi mah pah." ucap citra.


"Pagi." jawab bella.


Vino duduk di tempat nya, ia tinggal hanya menunggu citra mempersiapkan roti dan susu untuk nya.


"Terimakasih." ucap vino.


"Iya." jawab citra.


Stiven dan bella langsung menatap kedua anak mereka yang menurut mereka berdua aneh, ada rasa canggung di antara mereka berdua yang sangat jelas terlihat.


"Kalian berdua ingin memberi kan kami berapa cucu." tanya stiven.


"Uhukuhukuhuk." vino dan citra secara bersama tersedak makanan.


Vino langsung memberikan minum ke citra begitu juga dengan citra yang juga memberi kan minum ke vino. Citra pun mengambil minum dari vino dan vino mengambil minum dari citra. Kelakuan mereka berdua mengundang tawa dari bella dan stiven.


"Ada apa dengan kalian berdua." tanya bella.


"Tidak ada mah." jawab bella.


"Vin." ucap stiven.


"Tidak dad." jawab vino.


Setelah selesai sarapan vino dan citra langsung berangkat kekator menyusul stiven yang berangkat terlebih dahulu. Di dalam mobil mereka berdua juga masih terlihat sangat canggung.


"Ka..Citra." ucap citra dan vino bersamaan.


"Kamu dulu." ucap vino.


"Tidak, kakak dulu." ujar vino.


"Seperti nya kita harus melupakan apa yang terjadi tadi pagi, anggap saja tidak terjadi apa-apa di antara kita berdua." ucap vino.

__ADS_1


"Iya ka aku setuju." ujar citra.


__ADS_2