Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 181 S2


__ADS_3

Jk grup.


"Sayang." ucap vino yang membangun kan citra yang sedang tertidur.


"Hmmm." ucap citra dengan masi memejakan mata nya.


"Bangun hey, aku punya berita yang baik." ucap vino sambil Menarik selimut dari tubuh citra.


Vino menaikan satu alis nya saat melihat tubuh citra yang berbeda dari beberapa jam lalu, tubuh uang di penuhi bercak merah yang membuat citra seperti sisik ikan.


"Apa aku seganas itu." ucap vini sambil memegang area yang paling banyak di penuhi bercak merah.


"Be." ucap citra yang mulai membuka mata nya.


"Apa kamu ingin melakukan nya lagi, silahkan aku menunggu nya." ujar citra.


"Iya aku mau, eh tapi bukan sekarang ada hal yang lebih penting." ucap citra.


"Bukannya memuaskan nafsu mu lebih penting." ujar citra yang ntah kenapa lebih agresif dari biasanya.


"Iya itu benar, eh untuk kali ini ada hal yang lebih penting, aku menemukan siapa pemilik kalung liontin milik mu." ucap vino.


"Apa, siapa be? Tunggu-tunggu aku mandi dulu." ucap citra yang langsung berlari menuju kamar mandi.


Vino tersenyum saat melihat citra berlari masuk kedalam kamar mandi dengan kondisi tidak memakai sehelai benang pun, karena memang otak vino yang sudah jorok dari awal membuat junior bangkit seketika.


"Hey apa kau sesensitif itu, kenapa kau mudah sekali bangun, bukannya dulu kau mudah ku kontrol. Ayo lah mungkin gua tempat mu bersarang sudah terluka akibat keganasan mu, mulai sekarang jangan mudah terpancing lagi ya, kau harus berlatih karena jika istri ku hamil kau akan jarang masuk kedalam gua mu." ucap vino sambil menatap ke junior nya.


Vino berjalan keluar dari kamar nya, seketika ia beru teringat jika caren sedang menunggu nya tadi, vino langsung bergegas menuju ruang keluarga dan hanya melihat amanda yang tenga tertidur sendirian di lantai.


"Sayang." ucap vino sambil menggendong amanda.


"Ayah." ucap amanda yang terbangun dari tidur nya.


"Kenapa bangun." tanya vino.


"Yah, dimana dedek bayi nya." tanya amanda.

__ADS_1


"Dedek bayi." ucap vino.


"Iya yah, kata om jamal ayah dan bunda sedang membuat dedek untuk amanda, dan amanda gak boleh ganggu jadi amanda nunggu ayah dan bunda di sini." ucap amanda.


Vino mencium Amanda dengan gemas nya, ia tidak bisa berfikir kenapa ada yang tega meninggal anak selucu ini di tempat ini.


"Kamu tenang saja, secepat nya kamu akan memiliki seorang adik." ucap vino.


Amanda hanya menganggukkan kepala nya dan kembali memeluk vino dengan erat, ia kembali tertidur di dalam gendongan vino. Vino berjalan masuk kedalam kamar amanda untuk meletakan nya di atas tempat tidur.


Vino meminta jamal dan yang lainnya berkumpul di ruang tamu karena ada hal yang ingin dia sampaikan.


"Sudah selesai enak-enak nya." bisik jamal.


"Apa yang kau katakan pada amanda." bisik vino.


"Aku mengatakan apa yang ku dengar." bisik jamal.


"Siapa be, pemilik kalung itu." tanya citra.


"Sebelum itu apa istri mu sudah bertemu dengan caren." tanya vino.


"Teman mu tadi." tanya jamal.


"Iya, apa kalian bertemu." ucap vino.


"Hanya aku yang bertemu dengan nya, saat kau sedang enak-enak." ucap jamal.


"Dia adalah anak dari jk grup pemilik kalung liontin itu." ujar vino.


"Apa jk grup, perusahaan itu. Tapi bagaimana bisa kau berteman dengan nya bukannya perusahaan kalian bersaing." ucap jamal.


"Itu tidak penting yang terpenting sekarang apa hubungannya istri kita dengan jk grup." ucap vino.


"Sepengetahuan ku, pemimpin perusahaan jk grup tidak memiliki anak selain teman mu itu." ucap jamal


"Apa mungkin kami anak salah-satu karyawan perusahaan itu." ujar putri.

__ADS_1


"Tidak mungkin. Kalung liontin itu memiliki tanda khas dari perusahaan itu tidak akan mungkin para karyawan memiliki nya." ucap vino.


"Jika ingin mengetahui nya kita harus menjumpai mereka langsung." ucap citra


"Aku setuju vin, kau hubungi teman mu, kita akan berkunjung malam ini." ujar jamal.


"Baiklah malam ini kita akan berkunjung ke rumah mereka, kebetulan mereka sedang berada di daerah sini." ucap vino.


Caren baru keluar dari kamar mandi setelah menumpahkan hasratnya dengan berolahraga 5 jari.


"Sebaik nya kau cepat menikah dari pada harus berolahraga seperti itu." ucap Abraham.


"Pah sejak kapan berada di dalam kamar ku." tanya caren.


"Tidak lama." jawab Abraham.


"Ada apa pah. apa ada yang ingin papah katakan." tanya caren.


"Papah dengar vino anak dari stiven vins berada di sekitar sini." ucap Abraham.


"Iya pah, tadi aku sudah bertemu dengan nya." ujar caren.


"Bertemu." ucap Abraham yang tidak mengetahui pertemanan antara vino dan caren.


"Iya pah, aku dan vino sudah berteman cukup lama semenjak peristiwa kecelakaan yang menimpah istri dan anak ku. Dia yang membawa mereka ke rumah sakit pah." jelas caren.


"Jadi itu yang membuat mu percaya dengan vins grup." ucap Abraham.


"Papah tenang saja mereka tidak seperti yang papah pikiran." ujar caren.


"Papah percaya dengan mu, karena hanya kamu yang papah punya." ucap Abraham dan pergi meninggalkan kamar itu.


"Hallo ada apa vin." ucap caren yang mendapat kan sambungan telepon dari vino.


"Apa aku dengan istri ku berkunjung ke rumah mu, ada hal yang ingin aku tanyakan." ucap vino.


"Tentu boleh vin, datang lah kita makan malam bersama, nanti akan ku sherlock." ucap caren.

__ADS_1


__ADS_2