Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 203


__ADS_3

"Dia tidak bisa bertemu sekarang," ucap Rey.


"Jadi kapan dia akan bertemu," tanya Nathan.


"Besok, sekarang kita bertemu dengan yang lainnya saja. Mereka tidak kalah cantik kok," jawab Rey.


"Tidak mau, aku mau pulang saja. Besok kita akan keluar untuk bertemu dengan pacar mu itu," kata Nathan.


Vino dan Marvin sudah sampai di rumah dengan kemenangan di tangan mereka, sebelum menceritakan semua nya pada yang lainnya. Mereka berdua masuk ke dalam kamar terlebih dahulu untuk membersihkan tubuh mereka.


"Aku sangat lelah," ucap Marvin sambil memeluk istri nya.


"Kamu mandi dulu gih," kata Wulan.


"Tidak mau aku sangat merindukanmu mu sayang," ucap Marvin.


"Aku juga kamu selalu meninggalkan ku," kata Wulan.


"Maaf sayang, aku janji tidak akan meninggalkan mu lagi. Semua nya sudah selesai sayang. Sisil adalah Nila," ucap Marvin.

__ADS_1


"Jadi dia benar-benar Nila," tanya Wulan.


"Iya sayang dia Nila adik ku," jawab Marvin.


"Akhirnya semua kembali seperti sediakala. Tidak ada lagi yang tersakiti di keluarga ini."


"Iya sayang, aku menginginkan nya," bisik Marvin sambil menggigit lembut telinga istri nya.


Malam hari nya baru lah mereka semua berkumpul untuk membahas masalah Calvin dan Abraham. Marvin dan Vino berada di tengah-tengah mereka semua dan bersiap menceritakan semua nya.


"Dimana Sisil dan Calvin," tanya Vino.


"Aku ingin membahas masalah ini dengan mereka berdua," jawab Vino.


"Menurut ku tidak Vino lebih baik mereka berdua tidak tau dulu. Sebelum aku mendengar jelas apa yang telah terjadi," kata Stiven.


"Iya Vin, paman benar," ucap Andy.


"Begini yah, Sisil adalah Nila dan yang membuat Nila melupakan semua nya adalah Abraham musuh yang kita bom waktu itu. Dia tidak mati yah, aku tidak tau bagaimana dia bisa selamat dalam ledakan bom itu."

__ADS_1


"Jadi benar Sisil adalah Nila, dan hanya cacing kremi itu yang membuat masalah. Apa kalian berdua mendapatkan info bagaimana bisa Abraham melakukan hal itu," tanya Stiven.


"Kami tidak tau kek, aku sudah sangat geram pada nya jadi aku tembak mati dia dan mayat nya sebagai makan buaya."


"Itu bodoh nya diri mu, kalau kita tidak mendapat informasi apapun bagaimana cara nya kita menjelaskan pada Sisil kau diri nya adalah Nila," tanya Stiven.


"Ya tinggal kita jelas kan saja dad apa saja yang kita tau," jawab Vino.


"Vino berpikir maju ke depan. Kau akan mengatakan jika diri mu yang membunuh Abraham dan kau akan mengatakan dengan gamblang jika Sisil adalah Nila. Kau tau pasti Abraham sudah merubah pola pikir Nila menjadi Sisil saat ini. Jika kau mengatakan hal itu, Sisil berpikir jika kau berbohong dan kau pembunuh tuan nya."


"Kakek benar yah, jika kita mengatakan hal itu. Sisil akan membenci kita dan sudah pasti dia akan melanjutkan misi yang Abraham berikan pada nya."


"Jadi bagaimana, apa kita membiarkan dia seperti ini saja," tanya Vino.


"Lebih baik begitu. Aku akan meminta obat agar Sisil dapat mengingat kita lagi. Dengan begitu dia akan sadar dengan sendirinya. Lagi pula saat ini Abraham sudah mati, tida ada lagi yang memberikan perintah pada Sisil. Sisil sudah tidak berbahaya lagi," jawab Stiven.


Notes : Author akan menyelesaikan konflik ini dulu, baru lah masuk ke dalam cerita Nathan dan yang lainnya. Mungkin sudah tidak di sini karena terlalu panjang. Akan di sambung ke Ikatan cinta.


__ADS_1


yang punya apk hijau bisa mampir ya. Mana tau mau tau pengalaman author


__ADS_2