Takdir Cinta Bella

Takdir Cinta Bella
Episode 169


__ADS_3

"Rebecca," ucap Piter saat melihat pakaian Rebecca berserakan di lantai.


"Kau, apa yang kau lakukan, kenapa Calvin sampai semarah itu. Jangan-jangan kau tidur dengan nya,$ tanya Piter.


Rebecca sangat bingung harus menjawab apa, tidak mungkin ia mengatakan hal yang sebenarnya, Piter akan mengamuk pada nya, apalagi saat tau dia tidur dengan satpam di rumah ini.


"Iya aku berhasil tidur dengan nya," jawab Rebecca.


"Kau benar-benar gila, kau tidak punya otak Rebecca, kau tau kita satu darah dengan Calvin. Apa kau tidak bisa mencari laki-laki lain. Aku sangat kecewa dengan mu, jika Calvin sampai menarik semua yang kita punya aku tidak akan pernah memaafkan mu." Piter pergi meninggalkan kamar itu.


Rebecca sangat menyesal tidur dengan satpam gila, dari wajah nya dan bentuk tubuh nya Rebecca tidak terlalu mempermasalahkan jika dia menikah dengan satpam itu, tapi yang ia permasalahan adalah diri nya harus menjadi istri ke dua yang membuat harga diri nya seperti terinjak-injak.


"Calvin angkat Calvin," ucap Piter yang berusaha menghubungi Calvin untuk meminta maaf pada nya.


Calvin mematikan ia malas berhubungan pada keluarga ayah nya untuk beberapa saat ini, lebih baik ia fokus dengan kehamilan istri nya yang semakin hari semakin besar saja.


Di rumah bukan nya sembuh Nathan malah membuat pelatih nya mengundurkan diri, sikap arogan nya membuat siapapun tidak beta di dekat nya.


"Kau gila nat, jika saja kau seperti itu pada ku, aku tidak akan merawat mu lagi," ucap Marvin.


"Tidak aku tidak akan marah-marah pada saudara kembar ku, aku membutuhkan pelatih wanita saat ini, jadi aku tidak marah-marah pada wanita itu," kata Nathan.

__ADS_1


"Sebutkan kriteria pelatih yang kau mau," tanya Marvin.


"Cantik, saksi, tinggi seperti ku, dan agak agresif aku suka yang agresif tapi tidak seperti Laura," jawab Nathan.


"Ayah kau sudah mendengarnya kan, cari kan pelatih wanita seperti yang di katakan Nathan agar dia tidak membuat pelatih itu kabur lagi dari nya." Marvin mengirimkan pesan suara itu pada Vino.


Calvin dan Nila sudah sampai di rumah, mata Calvin membulat saat melihat bayi kembar yang sangat menggemaskan berada di ruang keluarga.


"Bayi itu, kenapa sangat menggemaskan," ucap Calvin.


"Nila," teriak Vira.


"Tante." Vira Berjalan mendekati Vira dan langsung memeluk nya.


"Sudah 8 bulan lebih tan, sebentar lagi aku akan lahiran," jawab Nila.


"Laki-laki mana yang membuat mu seperti ini, tunjukan pada tante biar tante putuskan alat kelamin nya," ucap Vira.


Calvin yang sedang menggoda dua bayi kembar itu langsung kikuk seketika, ia tidak tau jika Vira yang memiliki tante yang sangat galak.


"Itu," kata Nila sambil menunjuk Calvin.

__ADS_1


"Kau orang nya, kau berani pada ku," tanya Vira.


"Eh maaf tante, bukan nya melakukan hal itu normal bagi pasangan suami istri, karena terlalu enak aku jadi keseringan dan membuat Nila hamil," jawab Calvin.


Vira tertawa terbahak-bahak saat mendengar jawaban dari Calvin, ternyata keponakan nya menikah dengan pria seperti Calvin.


"Kau benar-benar sangat menggemaskan Calvin." Vira mencubit ke dua wajah Calvin sampai Calvin nyengir kesakitan.


"Tante nanti suami ku menangis bagaimana," tanya Vira.


"Eh maaf sayang." Vira memeluk Calvin.


"Dia siapa si, kenapa sok kenal sok dekat begini," batin Calvin.


Nila dan Calvin kembali berjalan menuju kamar mereka untuk membersihkan diri, karena sedari pagi mereka berdua belum mandi.


"Sayang dia siapa si, kenapa sok kenal sok dekat pada ku," tanya Calvin.


"Kamu lupa dengan nya, dia tante Vira, orang yang membantu merawat mu saat kamu operasi di Korea," jawab Nila.


"Apa, kenapa aku melupakan nya, tapi wajah nya kenapa berbeda lebih cantik sekarang," kata Calvin yang membuat Nila memberikan tatapan tajam pada nya.

__ADS_1


"Eh maaf, kamu tetap nomor satu sayang," ucap Calvin.


__ADS_2